Posts

Showing posts from February, 2014

VocaWorld, chapter 4 - Sampai

Saat itu, Miku dan Gumi berjalan berdua kemudian menaiki tangga. Mereka tampak sangat akrab walaupun baru kenalan tadi. "Ah, syukurlah kita sekelas. Padahal aku sudah khawatir kalau aku akan sulit berteman. Untung saja aku bertemu dengan Gumi-chan yg ramah." ujar Miku tampak senang, dia tersenyum pada Gumi. "Y-ya, aku juga." sahut Gumi sambil membalas senyuman Miku. "Nampaknya dia orang yg baik. Harusnya aku jangan terlalu khawatir tadi. Dia bukan orang yg suka mentertawakan sesuatu yg menyakiti orang lain kelihatannya. Walau orang-orang bilang kalau namaku sedikit aneh, tapi dia tidak menertawakanku, dia malah memanggilku dengan nama depanku." gumam Gumi di dalam hatinya. "Hah, ada apa ini?! Kelas nya di mulai dari C?!" ucap Miku terkejut saat melihat papan nama kelasnya. "Eh, benarkah?" balas Gumi tidak percaya. "Lihat sendiri tuh, masa dari C, D, E, dst. Mana A dan B nya?!" jawab Miku sambil menunjuk ke papan nama kel...

VocaWorld, chapter 3 - Perkenalan

Suasana halaman depan sekolah terlihat ramai oleh senior-senior yg sedang mempromosikan klub nya dan para siswa baru yg berlalu lalang masuk ke gedung sekolah. Diantara mereka tampak ada 2 anak laki-laki sedang diam berdiri disana. "Ayo kita segera masuk, Dante!" ajak laki-laki berambut hitam. "Tu-tunggu, Aniki." pinta laki-laki yg berambut perak yg bernama Dante itu. "Hey, lonely fallen angel." panggil salah seorang senior. Dante pun menoleh ke arah suara itu, karena merasa dia lah yg di panggil barusan. "Suaramu bagus, bagaimana kalau kamu bergabung dengan klub kami?" tawar senior yg berambut aneh dan bermake-up tebal itu. "Hah? Klub apa?" tanya Dante belum mengerti. "Hmm.. you're so naif, son. We're visual kei club." jawabnya sambil merentangkan tangannya untuk menunjukkan pamflet di belakangnya dan anggota yg lainnya. Tampak dibelakangnya ada orang-orang dengan gaya rambut warna-warni dengan bentuk yg aneh,...

VocaWorld, chapter 2 - Following

Bunga sakura berjatuhan dan angin musim semi membuatnya berterbangan di udara. Perjalanan ke sekolah antara Miku dan Kaito tampak jadi lebih romantis. Dan hal itu membuat hati Miku jadi makin dag-gig-dug. Sementara Kaito berjalan sambil menuntun sepeda tua yg putus rantainya. Di belakang mereka tampak ada seorang laki-laki sedang memperhatikan. "Ini jadi makin menarik, nampaknya suasana di sekitar mereka semakin mendukung. Akankah perasaan diantara mereka akan bersemi layaknya bunga sakura? Hmm.." ujar laki-laki berambut hitam pendek dengan gaya belah pinggir tersebut. "A-ano, sepedanya kenapa?" tanya Miku sambil malu-malu. "Mampus dah! Mesti gimana aku jawabnya? Kalau ku jawab jujur, bisa mati aku karena malu." gumam Kaito dalam hatinya. Miku tampak penasaran, di memiringkan kepalanya. "Waduh, gimana ini? Jangan sampai dia melihat ke bawah. Aku harus cepat memikirkan jawabannya." gumam Kaito lagi dalam hatinya, berpikir keras. "Se-seb...

VocaWorld, chapter 1 - Pertemuan

Saat itu adalah pagi yg cerah di Voca Town. Hari itu adalah awal musim semi, terlihat bunga sakura bermekaran. Dan di sebuah rumah yg tenang tampak seorang gadis masih tidur dengan nyenyaknya. "Hey you, get up! Hey you, get up!" tiba-tiba alarm jam digital di dekatnya berbunyi, suaranya mirip komandan tentara. "Hoaaamm.. udah pagi ya.." ucap gadis berambut hijau kebiruan itu sambil menguap. Lantas dia pun bangun dari tempat tidur nya dan mematikan alarm tersebut. Kemudian dia mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Dia berjalan menuruni tangga dan masuk ke dapur. Karena memang untuk ke kamar mandi mesti lewat dapur. "Ohh.. Miku-chan, selamat pagi.." ucap gadis berambut coklat pendek menyapa nya. "Selamat pagi, Meiko-san." sahut Miku, tampak dia masih ngantuk dan berjalan setengah tidur. "Kalau sudah selesai mandinya tolong bangunkan Rin dan Len ya." pinta Meiko. "Baiklah." terima Miku. Kemudian Miku masuk ke kamar m...