Posts

Showing posts from June, 2015

Memo, chapter 58 - Menyelamatkan Puteri 2

Rumah mewah yang sangat besar berdiri dengan kokoh jauh dari rumah-rumah yang lain. Bagaikan istana sebuah kerajaan, rumah itu tampak begitu megah dengan halaman depan penuh dengan taman bunga dan pepohonan yang membuat suasana terasa sejuk di siang hari. "Me-menakjubkan!!!!" ucap Shinta tampak terkagum dengan rumah yang ia lihat. "Ja-jadi dia benar-benar seorang putri kah.." tambah Shindy. "Bukankah sudah jelas. Ke sekolah saja dia membawa seorang maid." jelas Arya. "Jadi kamu pernah kemari sendirian untuk bertemu dengan sang putri?" tanya Shindy. "Ya. Sebenarnya aku tidak benar-benar sendirian karena dijemput oleh maidnya. Dan alasannya pun karena belajar bersama." jelas Arya. "Walau pada akhirnya tidak jadi belajar bersama nya karena beberapa alasan." sambung Arya dalam hati. "Terus sekarang bagaimana caranya kita untuk masuk kedalam. Gerbangnya gede bener. Mustahil kita memanjatnya." ujar Shinta yang melihat gerb...

VocaWorld, chapter 171 - Pergerakan Pemerintah

Anak kembar yang dulu kehilangan ingatan masa lalunya, kini telah mengingat lagi apa yang telah mereka lupakan. Dan kini mereka pun ingat kalau Ray pernah hadir dalam masa lalu mereka. Itu membuat mereka semakin lengket dengan Ray. "Hey Ray-nii! Ayo ajarkan kami bagaimana Ray-nii bisa tiba-tiba menghilang meskipun ada dihadapan kami." pinta Len. "Iya, Ray-niichan. Ajarkan kami tentang itu. Kalau nanti bsa kan bakalan gampang ngalahin Dante-niichan." tambah Rin. "Sepertinya tidak. Itu bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan begitu saja pada orang lain." tolak Ray. "Ayolah Ray-nii.." bujuk Len. "Sekali tidak tetap tidak. Kalau orang tua ngomong itu setidaknya kalian harus nurut lah." ujar Ray. Kemudian datanglah Luka bersama yang lainnya sambil membawa beberapa makanan. "Kami pulang!" ucap Meiko. "Selamat datang!" sahut Rin dan Len kemudian berlari menghampiri Meiko. "Hari ini kita makan apa?" tanya Rin. "H...