Memo, chapter 58 - Menyelamatkan Puteri 2
Rumah mewah yang sangat besar berdiri dengan kokoh jauh dari rumah-rumah yang lain. Bagaikan istana sebuah kerajaan, rumah itu tampak begitu megah dengan halaman depan penuh dengan taman bunga dan pepohonan yang membuat suasana terasa sejuk di siang hari. "Me-menakjubkan!!!!" ucap Shinta tampak terkagum dengan rumah yang ia lihat. "Ja-jadi dia benar-benar seorang putri kah.." tambah Shindy. "Bukankah sudah jelas. Ke sekolah saja dia membawa seorang maid." jelas Arya. "Jadi kamu pernah kemari sendirian untuk bertemu dengan sang putri?" tanya Shindy. "Ya. Sebenarnya aku tidak benar-benar sendirian karena dijemput oleh maidnya. Dan alasannya pun karena belajar bersama." jelas Arya. "Walau pada akhirnya tidak jadi belajar bersama nya karena beberapa alasan." sambung Arya dalam hati. "Terus sekarang bagaimana caranya kita untuk masuk kedalam. Gerbangnya gede bener. Mustahil kita memanjatnya." ujar Shinta yang melihat gerb...