Posts

Showing posts from August, 2011

God Gendros Generations (3G), part 7

            Abdul berusaha menolong Netros yg terjebak pasir hisap, namun di sisi lain dia juga terancam 2 tangan pencakip yg siap mencengkeramnya. “Ah.. bagaimana ini? Kita terpojok.” Ujar Abdul sambil berusaha menarik Netros. “Sudahlah, lepaskan saja aku. Selamatkan dirimu!” suruh Netros pada Abdul. “Tidak! Aku takkan pernah melepaskan kamu. Kita akan selalu bersama, selamanya.” Tolak Abdul. Tiba-tiba ada suara elang dari arah langit. Dan secepat kilat Abdul dan Netros menghilang dari tempat itu dan jatuh di tempat lain. “Hah.. ada dimana ini? Apa yg terjadi?” ucap Abdul bertanya-tanya. “Tenang saja, kami baru saja menyelamatkanmu dari Raja Kalajengking. Sekarang kamu aman.” Jawab seseorang dari atas. Ternyata itu adalah para siluman elang gurun. “Hmm.. kulihat kamu adalah salah satu dari kami ya?” sambung teman siluman elang itu. “Kalian berasal dari mana?” tanya siluman elang yg bicara pertama kali. “Hmm.. aku tidak tahu. Aku ...

God Gendros Generations (3G), part 6

            Netros telah tiada mengorbankan dirinya untuk melindungi Ariel dkk. Sebagai sahabat, Abdul pun merasa sedih akan hal itu. Ia kehilangan sahabat yg selalu bersamanya sejak masih kecil. Dia masih teringat saat-saat tertawa bersama, dan menangis bersama. Saling berbagi dan saling memperbaiki. Sejak kecil kemana-mana mereka selalu berdua. “Kita istirahat dulu disini.” Ucap Abdul sambil tertunduk lesu menyuruh semuanya untuk istirahat, karena hari sudah malam. Saat itu mereka ada di sebuah gunung. “Kalian semua cepatlah tidur. Besok kita pagi-pagi sekali berangkat.” Suruh Abdul lagi pada yg lain dengan mata sayu. Kemudian semuanya pun tidur, kecuali Ariel dan Gredo. Seperti biasa Gredo memang suka terbang kemudian mencari makanan di tengah malam. Dan sementara Ariel tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu hal. Dia berusaha memejamkan matanya namun tak pernah bisa tidur. Tiba-tiba terdengar suara kepakan sayap dari arah b...

God Gendros Generations (3G), part 5

            Para Gendros dan dewa telah pergi meninggalkan Netros untuk melawan Greg sendirian. Netros sudah bersiap mengumpulkan tenaganya. “Teknik Membatu!” ucapnya dengan keras memanggil kemampuannya. Tubuhnya pun jadi mengeras sekeras batu. “Hooaaa.. gajah sialan. Sekarang kau akan mati!” teriak Greg dari depan terbang dengan kecepatan tinggi. Kemudian berputar lalu menendang Netros. Dengan mudah Netros menahannya karena tubuhnya keras. “Apa ini? Kenapa tendanganku tidak melukainya?” ucap Greg. “Sayang sekali, sekarang aku sudah gunakan kemampuanku untuk mengeraskan tubuh.” Sahut Netros sambil tersenyum. “Kalau begitu bagaimana dengan yg ini.” Ujar Greg yg lalu memutar tubuhnya sehingga mirip seperti bor. Dengan 2 pasang sayap dia tidak kesulitan melakukan hal tersebut. Tubuh Netros pun retak terkena serangan itu. “Apa?!” ucapnya terkejut dengan apa yg dilihatnya. Lalu Netros pun memundurkan kaki kirinya dan membalikan badanny...

God Gendros Generations (3G), part 4

                Netros sedang bertempur dengan sengit melawan komandan Greg. Sedangkan Randon, terbang menuju tempatnya Abdul. Dia berusaha terbang secepat mungkin. Sementara itu Abdul sedang berjalan dengan santai menuju markas karena tugasnya sudah selesai. Di saat seperti itu, ia merasakan seseorang datang menuju ke arahnya. Saat ia melihat ke langit, ia melihat Randon terbang ke arahnya dengan kecepatan tinggi. “Ada apa ini? Kenapa dia malah kemari?” ucap Abdul bertanya-tanya. “Siapa yg sedang kemari, guru?” tanya Thony. “Randon.” Jawab Abdul. Kemudian Abdul pun terbang ke arah Randon. “Guru Abdul!!” panggil Randon. “Iya ada apa? Kenapa kau malah terbang kemari? Bukannya kau seharusnya membantu gurumu disana?” tanya Abdul keheranan. “Kami terpojok. Disana pasukannya di pimpin oleh orang yg sangat kuat. Guru Netros kewalahan melawannya.” Jawab Randon menjelaskan semuanya. “Benarkah? Memang siapa yg sedang ia...

God Gendros Generations (3G), part 3

            Para dewa dan Gendros berhasil terhindar dari bahaya, namun mereka tidak sadar kalau bahaya yg sebenarnya ada di depan mereka. Salah satu pasukan anjing berhasil selamat dan berhasil sampai ke tenda kapten Satron, dimana disana juga ada komandan Greg juga sedang bersantai. “Kapten! Kapten!” teriak siluman anjing yg berhasil selamat tersebut sambil berlari tergesa-gesa menuju kedalam tenda. “Ada apa? Mana yg lainnya?” tanya kapten Satron sambil berdiri dari kursinya. “Yg lain gugur, kapten. Tinggal saya sendiri saja. Mereka menyadari kehadiran kami. Teman-teman kami berusaha melindungi kami dan mengorbankan dirinya. Namun 4 teman saya tewas oleh salah seorang Gendros yg ahli panah. Dan tinggal saya saja yg berhasil selamat.” Jelas siluman anjing tersebut. “Terus apa kau berhasil menemukan mereka?” tanya kapten Satron lagi. “Ya, tuan. Bahkan lebih bagus lagi. Saya menemukan markas besar mereka. Tepatnya ada di sebuah gua d...

God Gendros Generations (3G), part 2

            Ariel dan Gredo melakukan perjalanan menuju barat. Mereka tak sadar kalau sebenarnya mereka sedang di hadang oleh bahaya. Saat itu adalah malam bulan purnama, dan mereka sedang melintas di tengah hutan. “Perasaanku tidak enak, Gredo.” Ujar Ariel pada Gredo yg berjalan di sampingnya. “Sudah, kau tenang saja. Sekarang kan aku sudah bisa mengendalikan kekuatanku.” Sahut Gredo berusaha menenagkan Ariel. “Aku mencium bau anjing.” Ucap Ariel sambil mengendus-ngendus udara sekitar. “Wah.. apa hidungmu konslet ya? Aku gak nyium apa-apa kok.” Gerutu Gredo. “Ayolah.. aku serius. Mereka datang dari sebelah kiri.” Tegas Ariel dengan nada serius. “Mereka?!” ucap Gredo terkejut. Lalu secara tiba-tiba ada pasukan anjing datang dari semak dan berusaha menyerang mereka. Namun dengan gesit Gredo berhasil menghentikan mereka semua dengan kedua tangannya. “Sekarang dari sebelah kanan!” teriak Ariel sambil menoleh ke arah kanan. “Sial!” peki...

God Gendros Generations (3G), part 1

                Di suatu masa yg suram dimana terjadi kebocoran dunia para siluman dan dunia manusia yg menyebabkan kedua dunia tersebut menjadi satu. Perkawinan antara manusia dan siluman pun tak dapat dihindarkan. Dan yg dihasilkan adalah ras persilangan baru yg sangat unggul dan punya kekuatan yg amat besar. Dan manusia hasil dari perkawinan siluman dan manusia itu disebut Gendros. Bahkan melebihi kekuatan orang tuanya. Di suatu kampung kecil, hiduplah seorang pemuda tampan hasil persilangan manusia dan siluman. Namanya adalah Ariel. Dia tinggal bersama ibunya sejak ia lahir. Sedangkan ayahnya telah mati saat menghadapi raja siluman yg bernama Damian yg berusaha membinasakan para Gendros, termasuk anaknya. Ariel dan ibunya pergi ke sebuah perkampungan kecil untuk menghindar dari para siluman yg ingin menyerang Ariel. Tidak seperti Gendros yg lain, Ariel tidak menunjukkan tanda-tanda kekuatan luar biasa saat la...

Pasopati IV: Rage Race, bagian 1

Sewaktu Eka kelas 1, ia banyak menangani kasus cinta teman-temannya. Salah satunya adalah kasus Andri, salah satu anggota Pasopati Boys. Dia punya masalah karena menyukai Alista atau Liez yang di perebutkan oleh banyak ketua geng motor. Andri saat itu masih belum bisa mngendarai motor dengan baik. Sampai akhirnya Eka datang dan memperkenalkannya pada Richie CS. Cerita di mulai saat kasus Fix selesai. Saat itu adalah musim hujan terdingin sepanjang bulan. Saat itu Eka kebetulan lewat di sebuah jalanan sepi dan tiba-tiba ada suara motor ngebut dari arah depan lewat di sampingnya dengan cepat. “Apa-apaan bocah itu. Udah bosan hidup mungkin.” gerutu Eka sambil meneruskan langkahnya. Tapi saat sedang berjalan sambil menunduk, ia menemukan secarik kertas. Di kertas itu tertulis, ‘jika ingin mendapatkan Liez, kau harus menang kompetisi dalam 6 balapan dengan 6 lintasan. Dalam balapan ini di perbolehkan membawa senjata untuk menyerang lawan. Dan jika si pembalap ketahuan polisi, maka ada 2 p...

Sanghyang Jagat Dinata

Bumi kita yang kita tahu sepertinya baik-baik saja sebenarnya sedang kritis keadaannya. Kadang kita lupa untuk bersyukur pada yang kuasa atas semua kenikmatan yang telah kita peroleh di atas bumi ini. Di ceritakan di kampung Tumaritis desa Kendal Gorowong, Semar beserta ketiga anaknya sedang beristirahat di sebuah saung di pinggir sawah. Sambil beristirahat, mereka membicarakan keadaan bumi yang makin panas aja. “Aduh gerah banget nih gua. Maunya sih buka baju, tapi malu euy. Badan gak ada isinya, tulang melulu. He..he..” ucap Cepot, anak sulung Semar. “Alah.. ngapain malu-malu, gak bakalan ada yang lihat ini. Emangnya siapa yang mau lihat kakak. Jangankan melihat, mendengar nama kakak saja udah pada ogah. He..he..” sahut Gareng, anak Semar yang paling bungsu. “Ngomong apa kau tadi?” tanya Cepot saat mendengar ucapan Gareng tersebut. “Ah gak ngomong apa-apa. Saya mah tadi lagi berdehem aja.” Jawab Gareng mencoba ngeles karena dia tahu Cepot sedang marah yang terlihat dari sorot matan...