Posts

Showing posts from September, 2014

LINE Dragon Flight Story, chapter 2 - Teman Baru

Di suatu hutan di pegunungan, seorang gadis cantik berambut pirang sedang berjalan di pinggir sungai. "Tuan putri! Jangan terlalu dekat dengan sungai! Nanti tuan putri bisa jatuh!" larang seekor naga berwarna merah pada gadis itu. "Berisik! Aku lapar! Aku mau cari makan!" bentak gadis berambut pirang itu. "Kalau begitu biar saya saja yang mencarikan makanan." sahut naga itu. "Tidak! Sebaiknya kamu disini saja. Aku tak mau sampai terulang lagi. Kemarin saja saat kamu mencari makan, tiba-tiba ada segerombolan bapak-bapak ngamuk karena ternaknya hilang." tolak gadis yang terlihat mengenakan gaun itu. "Seandainya saja uangku tidak habis, mungkin aku bisa makan enak hari ini." gerutu gadis itu dalam hati. "Lalu bagaimana tuan putri akan mencari makanan?" tanya naga itu. "Dengan ini!" jawab gadis itu sambil mengangkat sebuah tongkat yang terikat sebuah benang di ujungnya. "Apaan tuh?" tanya naga merah itu...

VocaWorld, chapter 123 - Angin Perubahan (Perang Akhir Dimulai)

Di singgasana nya, Pangeran Kegelapan tampak menggerak-gerakan lututnya sambil duduk terlihat seperti kesal menunggu sesuatu. Tak lama kemudian datanglah Ryan ke ruangan itu kemudian menunduk memberi hormat. "Tuan Lucifer, saya ingin melaporkan sesuatu." ucap Ryan. "Apa lagi? Bukankah semuanya sudah kamu laporkan semalam?" tanya Dante. "Kali ini berbeda, tuan. Nampaknya mereka sudah mengetahui keberadaan markas kita. Karena, saya melihat dari timur ada pasukan sedang menuju ke mari." jawab Ryan. "Begitu rupanya." sahut Dante tampak memikirkan sesuatu. "JB! Segera siapkan pasukan di perbatasan. Kita cegat mereka sebelum sampai kemari!" suruh Dante pada June yg juga ada disitu. "Siap, tuan!" sahut JB yg kemudian pergi keluar dari ruangan. "Dan satu lagi tuan." ujar Ryan tampak ingin menambahkan sesuatu. "Apa itu?" tanya Dante. "Tampaknya, mereka mendapat bantuan tak terduga dari seseorang."...

VocaWorld, chapter 122 - Angin Perubahan (Persiapan Perang Akhir)

Emma dan Ryan berhasil melarikan diri, sementara Ralf dan pasukan pengintai yg lain berhasil tertangkap. Mereka semua saat ini jadi tahanan pasukan mindy. Meski markas hancur karena bom, pasukan mindy tidak kehilangan akal. Mereka menggunakan beberapa bangunan tidak terpakai di sekitar markas untuk menahan para tahanan. "Kapten!" panggil salah satu pasukan mindy pada kapten Al Hadid. "Ya, ada apa? Apa semuanya sudah beres?" tanya kapten Al Hadid. "Ya. Para tahanan sudah kami urus." jawab pasukan yg melapor tersebut. "Baguslah. Berarti kita hanya perlu menghubungi pihak pusat, kita perlu mempersiapkan penyerangan ke pusat satanism. Tepatnya ke markas pangeran kegelapan." kata kapten Al Hadid yg berdiri dekat jendela memperhatikan ke luar ke arah barat. Tampak matahari terbenam di arah barat di gurun pasir. "Aisyah, apa kendarannya sudah siap?" tanya kapten Al Hadid pada Aisyah yg berdiri di belakangnya. "Iya. Kami berhasil me...