Posts

Showing posts from March, 2015

VocaWorld, chapter 164 - Ksatria Mengacungkan Pedangnya

Leviathan menyerang Voca Town dengan pasukan dark sider yang begitu banyak. Namun semuanya berhasil diatasi oleh Luka. Dan saat Luka mulai terdesak, Miku, Kaito dan yang lainnya datang membantu. Saat ini Miku dan yang lainnya sudah berada di pinggir pantai menahan serangan dari pasukan dark sider yang tersisa. Sementara Leviathan terlihat mengangkat tongkatnya entah apa alasannya. "Wahai penguasa lautan gelap. Penguasa istana bawah laut yang dihuni ratusan monster pelahap daratan. Datanglah kemari dan patuhi perintahku!" ucap Leviathan dan di sekitar tubuhnya nampak aura gelap berkumpul. Dibelakang Leviathan jauh di tengah lautan terlihat air mulai terangkat. Air yang kini berwarna hitam tampak menggelembung dan naik ke udara. "Aku perkenalkan pada salah satu kaptenku. Berserk Neptune!" sambung Leviathan sambil mengetukkan tongkatnya kembali ke bawah. Air yang tadi terangkat kemudian membuat bentuk laki-laki perkasa berjanggut dan berambut panjang. Sosok yang mi...

Memo, chapter 51 - Pulang Sekolah 4

Arya sedang berjalan sambil membawa tasnya menuju ke gerbang depan. Tapi dia tiba-tiba ditarik seseorang dari belakang. "Arya!" panggil seseorang yang kalaiu dari suaranya dia adalah seorang gadis. Arya yang penasaran pun menoleh ke belakang untuk melihat siapa orang yang menariknya itu. "Ada apa?" sahut Arya menatap malas pada gadis itu. "Ti-tidak apa-apa. A-anu.." ucap gadis yang setelah diliihat ternyata adalah Alice itu. "Mmh?" Arya terlihat heran dengan sikap malu-malu Alice. "Bolehkah aku pulang bersamamu?" tanya Alice dengan wajah memerah. Arya terkejut mendengar pertanyaan dari gadis cantik dihadapannya itu. "Pu-pulang bareng?!!" ucap Arya dengan wajah kaget. "Y-ya. Itu pun jika Arya tidak keberatan." balas Alice. "Hmm.. boleh saja sih. Tapi kamu kan biasanya naik mobil mewah. Aku tidak tega mengajakmu pulang jalan kaki sejauh 5 KM." ujar Arya. "5 KM!!?? Benarkah??!!" ucap Alice...

VocaWorld, chapter 163 - Ratu Lautan Leviathan

Seorang gadis berambut pirang berdiri di pesisir pantai. Dengan tongkat sepanjang 1 meter di tangan kanannya dan gaun gaya eropa nya dia terlihat tenang. Rambut pirang panjang yang agak ikal itu tertiup angin dan tampak indah. "Sebentar lagi. Sebentar lagi Shiro Ray dan kota ini akan musnah!" ucap gadis itu dengan lantang. Suasana pantai itu sepi sejak Dante mendeklarasikan perang dengan Shiro Ray. Sehingga saat ini pantai dan lautan terlihat lapang tidak ada nelayan dan kegiatan mencari ikan dimanapun. Di pesawatnya, Dante dan June terlihat santai saja. "Apa tidak ada yang bisa kita lakukan saat ini, tuan Lucifer. Sudah lama sekali sejak kita terakhir kali menyerang mereka. Sampai kapan kita akan diam terus seperti ini?" protes June. "Bersabarlah, JB. Walau kau pergi untuk menyerang mereka sekarang pun kau pasti akan kalah oleh Hatsune Miku." jelas Dante. "Meski begitu, bukankah kita tidak seharusnya memberikan sedikit terror pada kota ini? Kita...

Memo, chapter 50 - Teman Adalah Rival

Arya seperti biasanya ada di ruang ekskul sastra. Namun kali ini dia sendirian. Karena Shinta dan Shindy kelihatannya berhalangan hadir. Karena itu dia menghabiskan waktu dan membaca beberapa buku. Dan disebelahnya sudah banyak buku menumpuk yang kelihatannya sudah selesai ia baca. "Sudah berapa ya buku yang aku baca? Sepertinya sudah banyak. Tapi.. di rak itu.." ucap Arya sambil melihat ke arah rak buku. Di rak buku itu terlihat buku yang sangat banyak. Yang bahkan tidak mungkin bisa ia selesaikan dalam waktu satu tahun sekalipun. "Disana banyak sekali novel yang bagus. Tapi kebanyakan di tulis oleh orang yang sama. Dan sebenarnya siapa dia itu. Aku belum pernah mendengar namanya dimanapun. Ya.. memang ini pertama kalinya aku membaca novel orang lain sih. Dan aku juga tidak mengenal penulis-penulis novel." ujar Arya sambil menutup novel yang dibacanya. "Ah.. sepertinya aku akan sendirian hari ini. Mereka sepertinya tidak akan datang ke ruang ekskul hari in...

VocaWorld, chapter 162 - Mengenang Masa Silam

Miku dan Kaito baru pulang berbelanja. Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Kaito melihat sesuatu. Kaito pun terkejut dan berusaha menunjukkannya pada Miku. "Itu apa?" tanya Miku kemudian menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Kaito. Mereka pun melihat sebuah selebaran besar tertempel di dinding. "Diskon es krim besar-besaran hanya untuk besok!!!" ucap Miku membaca yang tertulis di selebaran itu. "Hmm.. sepertinya enak kalau kita makan es krim selagi stoknya masih banyak. Dengan diskon ini, aku yakin kalau sampai terlambat sedikit saja kita kan kehabisan." ujar Kaito tampak berpikir. "Ki-kita? Maksudnya Kaito-senpai mau.." kata Miku wajahnya mulai memerah. "Ya.. Hatsune mau kan menemaniku makan es krim besok?" tanya Kaito. "Kaito-senpai mengajakku makan es krim bareng? Asyik.." ucap Miku dalam hati tampak kegirangan. "Te-tentu saja." jawab Miku dengan tanggap. "Oke, kalau begitu besok kita ketemuan ...

Memo, chapter 49 - Kantin Dan Misteri

Setelah melihat artikel di mading, Arya juga Digna berjalan dengan lemas kembali ke kelas. "Woy! Kurang ajar kalian! Meninggalkanku begitu saja setelah mendorongku!" panggil Fajar berlari menghampiri Arya dan Digna dari belakang. Arya dan Digna menoleh ke belakang melihat ke arah Fajar. "Oohh.. Fajar. Kemana saja kamu? Kami sudah baca beritanya. Ternyata itu cuma pengumuman lomba makan yang akan diadakan minggu depan saja." ujar Arya. "Hah? Lomba makan? Beneran?" tanya Fajar yang kelihatannya tertarik dengan berita tersebut. "Ya, kalau tidak salah itu akan diadakan pada sepulang sekolah selama 3 hari berturut-turut dari hari rabu sampai hari jum'at." jelas Arya. "Wah.. menarik, kalau aku ikutan maka aku bisa makan gratis selama 3 hari. Hehehe.." ujar Fajar yang nampak tak sabar. "Dia lupa tujuannya kemari. Kamu memang menakutkan, Arya." komentar Digna dalam hati. "Ya, kita bisa makan gratis. Tak peduli siapa y...

VocaWorld, chapter 161 - Mengawasi

Di pantai yang sunyi, Ray dan seorang perempuan pirang terlihat saling menatap. Namun bukan tatapan sayang, sepertinya itu lebih bisa dibilang tatapan kesal. Dan Ray membalas dengan tatapan malas seperti biasanya. "Apa kamu yakin akan terus berenang disana? Tidak takut masuk angin? Meskipun saat ini kamu berada di air sih." ujar Ray dengan nada malas. "Ada apa dengan lelucon anehmu itu. Tapi maaf saja, air laut tidak akan bisa menyakitiku! Hatchu!" sahut perempuan itu langsung bersin setelahnya. "Lihat? Kamu bersin kan? Pasti karena airnya." ujar Ray. "Tidak! Itu tadi.. karena debu. Ya, karena debu!" jawab perempuan itu dengan sedikit malu. "Debu? Kamu sedang berenang di air bukan berenang di debu." sahut Arya. "Cukup dengan lelucon airnya, kamu membuatku kesal." kata perempuan itu. "Lelucon? Tapi aku tidak menemukan sesuatu yang lucu barusan." ujar Ray. "Dia baru saja mengatakan leluconnya sendiri tidak...

Memo, chapter 48 - Berita Mading

Arya, Fajar dan Digna sedang bersama membicarakan sesuatu. Mereka seperti biasa nongkrong dikelas di tempat duduk mereka masing-masing. "Hei, apa kamu dengar kalau beberapa hari ini ada keanehan di sekolah ini?" tanya Fajar pada Arya dan Digna. "Keanehan? Apa maksudmu?" tanya Digna. Arya pun terlihat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Fajar. "Aku mendengar semuanya dari beberapa orang temanku dari kelas lain. Katanya di kantin selalu ada barang hilang." jawab Fajar. "Hmm.. kalau itu kemungkinan hanya kelalaian pemiliknya saja kan kalau masalah barang hilang mah." sahut Arya. "Iya juga sih. Memangnya tidak ada yang menemukan semua barang hilang itu?" tanya Digna. "Rasanya tidak. Makanya saat ini itu jadi pemberitaan paling hangat. Kemungkinan saat ini ekskul jurnal akan segera menerbitkan beritanya dimading." ujar Fajar. "Hmm.. sepertinya menarik. Ayo kita lihat di mading. Mungkin saat ini sudah diterbitkan beritanya...

VocaWorld, chapter 160 - Musuh Tak Terduga

Di akademi Voca yang masih melanjutkan proses belajar dan mengajarnya dikejutkan oleh hancurnya beberapa kelas dan koridor kelas 1. "A-ada apa ini?" ucap Miku kaget melihat kelasnya lah yang rusak paling parah. "Ah, kurang ajar nih yang ngerusakin. Kalau ketemu harus kita hajar nih." ujar ketua kelas tampak kesal. "Kira-kira siapa ya pelaku yang merusak kelas kita, Gumi-chan?" tanya Miku pada Gumi yang berada disebelahnya. "Hahaha.. siapa ya.." sahut Gumi dengan grogi mengalihkan pandangannya dengan perlahan. "Pokoknya kalau sampai ketemu bakalan aku hajar dengan menggunakan dance baruku." ujar Miku sambil mengambil kuda-kuda. "Y-ya.." sahut Gumi yang tampak tersenyum malas. Tak lama kemudian terdengar suara tanda akan adanya sebuah pengumuman di speaker. "Bagi semua siswa, untuk sementara kalian diliburkan selama perbaikan kelas. Sekali lagi bagi semua siswa, untuk sementara kalian diliburkan selama perbaikan kelas. Sila...

Memo, chapter 47 - Teman

Pagi hari dikelas X-1, Arya dan kedua temannya sedang mengobrol dengan akrabnya. "Kudengar kemarin kamu berdiri di depan kantin dengan tatapan kejam. Ada apa? Mau ngambil jatah preman yang jajan di kantin kah?" tanya Fajar. "Da-darimana kamu dengar berita seperti itu?" tanya balik Arya dengan terkejut. "Oh.. jadi itu benar. Tak kusangka walaupun penampilanmu seperti orang culun ternyata kamu ganas juga." tambah Digna. "Tidak lah! Aku tidak mungkin melakukan hal semacam itu!" bentak Arya. "Terus ngapain kamu kemarin di depan kantin berdiri sendirian sambil lihatin orang-orang?" tanya Fajar lagi. "Ya.. bisa dibilang aku sedang menunggu seseorang." jawab Arya. "Menunggu seseorang? Siapa? Perempuan kah?" tanya Fajar terlihat penasaran. "Y-ya." jawab Arya dengan sedikit malu-malu. "Tidak mungkin!" ucap Fajar dan Digna terkejut dan tidak percaya. "Padahal baru beberapa hari sekolah, tak kusangka or...

Memo, chapter 46 - Warung Kopi

Malam hari di sebuah warung kopi, Arya duduk sambil nonton TV karena listrik di rumahnya habis pulsanya. Tapi wajahnya terlihat bosan karena yang di tonton oleh orang-orang diwarung kopi itu hanya sinetron super mainstream tentang tukang bubur yang tidak ada tukang buburnya. "Kenapa mereka semua sukanya yang seperti ini? Mana episode nya sudah ribuan. Emang mereka tidak merasa bosan apa." gerutu Arya dalam hatinya. Kemudian karena iklan, channel nya dipindah ke channel lain. "Akhirnya.. aku lepas dari sinetron yang ceritanya sudah kemana-mana itu." ucap Arya dalam hati tampak lega. Namun ternyata channel nya diganti ke channel tempat adanya sinetron mainstream lainnya. Kisah serigala yang menceritakan vampire. Ekspresi Arya hanya bengong dan tidak berkomentar apapun saat itu. Kemudian dia menjatuhkan wajahnya di meja karena tidak tahan. "Pantas saja orang-orang Indonesia jadi pada begini, tontonannya saja seperti itu. Ceritanya tidak sama dengan tema dan juduln...

VocaWorld, chapter 159 - Putri Dengan Tarian Terindah

Miku berhasil mengaktifkan Dance nya yang baru. Dante dan Kaito terkejut melihat Miku saat ini. Dengan pose yang indah Miku berdiri diantara bunga sakura yang tertiup angin mengelilingi dirinya. "A-apa itu!?" ucap Dante terkejut melihat form baru Miku. "Jadi ini dance yang dilatih oleh Shiro Ray selama ini. Entah kenapa itu begitu indah. Tapi apakah itu bisa membuatnya mengalahkan Yami?" ujar Kaito dalam hati saat memperhatikan Miku. "Dance: Brutal..!" ucap Dante kemudian berlari menghampiri Miku. Dante langsung melakukan pukulan ke arah Miku. "Eh.. rasanya aku sudah yakin dia ada dalam jarak serangku tadi. Tapi kenapa tidak kena?" gumam Dante saat pukulannya tidak sampai pada Miku. Tanpa sepengetahuan Dante ternyata Miku melangkah kebelakang dengan lembut sehingga gerakannya tak disadari oleh Dante. "Bagaimana dengan ini!" ucap Dante melesakkan tendangan yang keras ke depan menggunanakan kaki kirinya. Tapi Miku melompat sambil menangka...