Posts

Showing posts from June, 2014

VocaWorld, chapter 93 - Cahaya Terang Di Tengah Badai

Luka dikepung oleh para minor. Luka merasa panik namun tetap berusaha tenang. "Aku tidak membawa earophoidku. Aku takkan bisa menghadapi mereka sendirian." ujar Luka sambil memperhatikan para minor di sekitarnya. Di rumah Miku, Miku sekeluarga tidak tahu apa yg terjadi. "Miku-chan, ayo makan kuenya juga." ucap Meiko sambil menyodorkan kue bolu diatas piring itu. "Hmm.. nanti saja deh. Aku sedang ingin diet." tolak Miku. "Miku-nee diet?! Tidak salah tuh?" ujar Len. "Miku-neechan kan udah kurus banget." sambung Rin. "Hah, siapa yg kamu bilang kurus?!! Kamu bahkan lebih rata dariku, Rin-chan!" bentak Miku. "Apa maksud Miku-neechan? Aku kan masih dalam masa pertumbuhan!" jawab Rin. "Sudah-sudah.. kalian jangan bertengkar." lerai Meiko. Tiba-tiba asa minor muncul di luar jendela rumah mereka. "Whoaa?!! Minor!" ucap Miku terkejut saat melihat minor sambil menunjuk ke luar jendela. Meiko lang...

VocaWorld, chapter 92 - Jebakan Dalam Badai

Pagi hari itu, Voca Town nampak gelap karena saat itu sedang mendung. Luka saat itu sedang membaca buku di tangannya. Buku berjudul 'Diary of F'. "Hari ini aku sangat senang anakku telah lahir. Anak pertama kami, seorang anak perempuan yg cantik seperti ibunya. Dia memiliki warna rambut ibunya. Kuharap dia juga jadi seorang perempuan cantik seperti ibunya suatu saat nanti. Irine terlihat sangat senang saat itu. Istriku menangis bahagia saat bayi perempuan kami itu kutaruh disampingnya. Suasana ruangan rumah sakit itu menjadi penuh kebahagiaan rasanya." baca Luka dengan senyuman diwajahnya. Luka yg duduk menghadap ke jendela besar di ruang tengah itu nampak senyum-senyum saat membaca buku itu. "Megurine-senpai sedang membaca apa?" tanya Miku yg kepalanya nongol dari belakang Luka. "Mengintip apa yg sedang orang lain itu tidak sopan Miku-chan." ujar Luka sambil menutup buku itu. "Hehehe.. maaf. Soalnya kulihat nampaknya seru banget." u...

VocaWorld, chapter 91 - Badai Mulai Datang

Miku sedang membicarakan kemenangannya melawan Ray. Miku menceritakan semuanya pada Luka, Meiko, Rin dan Len. "Lalu kemudian aku tendang dia kebawah dan dia pun menghantam tanah dengan keras sekali. Setelah itu pun dia kabur dengan cara menyilaukan mataku dengan petir di sekitar situ." ujar Miku nampak begitu senang saat menceritakannya. Luka nampak sedang berpikir dan memegangi dagunya. "Miku-nee tidak bohong kan?" tanya Len yg terlihat tak percaya. "Lagipula kenapa Ray-niichan memberitahukan Miku-neechan cara menyatu dengan irama dance?" tambah Rin. "Aaa.. hmm.. eto.. mungkin dia.. bodoh?" jawab Miku. "Kita tahu Ray-niichan itu tidak sebodoh itu." ujar Rin sambil menatap sayu pada Miku. "Ya, bener banget dah." tambah Len berekspresi sama dengan Rin. "Eh? Kalau itu kan.. bisa saja saat itu dia tiba-tiba saja jadi bodoh." sambung Miku. "Tidak mungkin lah." sahut Rin dan Len bersamaan. "Tunggu...

VocaWorld, chapter 90 - Putri Sakura Yang Menari Ceria

Siang hari di dalam dojo di kediaman Gakupo, Miku dan kawan-kawan sedang melakukan rapat. Rin dan Len pun terlihat ikut dalam rapat kali ini. "Rin-chan, Len-chan.. kalian yakin mau ikut? Ini terlalu berbahaya untuk kalian." tanya Luka. "Pokoknya kami mau ikut!" jawab Len dengan tegas. "Iya, kami ingin memastikan Ray-niichan itu baik atau jahat sebenarnya." tambah Rin. "Sudah kubilang, ini terlalu berbahaya untuk kalian. Kalian masih kecil." tolak Luka. "Jangan remehkan kami!" bentak Rin. "Kami bisa mengalahkan orang yg dirasuki oleh makhluk aneh." sambung Len. "Makhluk aneh?" ucap Luka agak sedikit terkejut. "Ya, warnanya hitam." jawab Len. "Tapi kita dibantu Ray-niichan sih pas terakhirnya." ujar Rin sambil menyentuh pipi dekat bibirnya dan memiringkan kepalanya. "Kalian mengalahkan orang yg dirasuki minor?" tanya Meiko. "Eh, minor itu apa?" tanya Len. "Minor ...

VocaWorld, chapter 89 - Keheningan Sebelum Badai

Pagi hari di rumah Miku, Miku terlihat tidur dengan nyenyak. Tanpa dia sadari, Luka sedang tidur di sebelahnya sambil memeluknya. "Aahh.. Kaito-senpai.. jangan memelukku terlalu erat.." ujar Miku mengigau. Miku pun mendekap Luka dan membenamkan kepalanya di dada Luka. "Kaito-senpai, kenapa dadamu lembut banget? Jangan-jangan Kaito-senpai perempuan." sambung Miku dalam tidurnya. "Tidak mungkin!" ucap Miku terperanjat kaget dan bangun dari tidurnya. "Oh hanya mimpi rupanya. Kukira Kaito-senpai benar-benar perempuan." kata Miku dengan mata masih mengantuk. Miku pun melihat ada Luka di hadapannya sedang tidur dengan pulas memeluk Miku sebagai gulingnya. "Whooaa..!! Megurine-senpai!!!" teriak Miku sambil mundur ke belakang duduk bersandar ke bingkai jendela. Luka pun terbangun akibat teriakan Miku. Luka mengucek-ngucek matanya dan melihat ke arah Miku. "Se-se-se-sedang apa Megurine-senpai di kasurku?" tanya Miku tampak ket...

VocaWorld, chapter 88 - Dibalik Sebuah Amarah

Ada major batu menyerang ke kediaman Megurine. Yg menjadi sasarannya nampaknya adalah Luka. Saat itu Luka tidak siap, namun untung saja ada Ray yg datang menyelamatkannya. "Sebaiknya kamu keluarkan instrument mu, my queen." usul Ray yg saat itu berdiri di samping Luka. "Ray-kun.." ucap Luka memandang wajah Ray yg sedang melihat ke arah major batu. "Cepat!" sambung Ray. "Baik." sahut Luka. "Instrument: Rainbow Piano." ucap Luka mengeluarkan instrument nya. "Serang pada titik yg aku perintahkan." ujar Ray. "Iya aku mengerti." sahut Luka. "2 serangan di kedua pangkal kaki, kemudian 1 serangan di ketiak!" suruh Ray. Kemudian Luka mengeluarkan 3 cahaya warna warni, dan 2 diantaranya menyerang ke pangkal kaki. Satunya lagi menyerang ke ketiak major itu. Karena kekuatan power Luka telah kembali, nampak serangannya mampu membuat pangkal kaki major itu hacur dan retak. Begitu pula ketiaknya. "Serang l...

VocaWorld, chapter 87 - Memelukmu

Miku sedang bersantai di rumahnya. Dia terlihat sedang tiduran terlentang dengan wajah bosan. Kipas nampak berputar pada kecepatan maksimal meniup hawa panas di sekitar Miku. "Bosan.. andai saja aku bisa jalan-jalan dengan Kaito-senpai. Lalu makan es krim bareng lagi. Hehehe.." ucap Miku lalu tertawa dengan penuh kebahagiaan diwajahnya. "Miku-chan, kemana Rin-chan dan Len-chan?" tanya Meiko berjalan menghampiri Miku. "Haah.. emang dikamarnya tidak ada?" sahut Miku dengan nada malas. "Mereka tak ada. Apa Miku-chan tahu kemana mereka pergi?" tanya Meiko lagi. "Tidak tahu. Paling juga main diluar." jawab Miku dengan wajah malas. "Lalu sedang apa Miku-chan disini?" tanya Meiko. "Meiko-san tidak lihat ya? Tentu saja sedang ngadem. Santai.." jawab Miku. "Bagaimana kamu bisa ngadem saat seperti ini?! Cepat keluar sana! Cari Rin-chan dan Len-chan!" bentak Meiko. Miku pun terperanjat lalu bangkit duduk deng...