Posts

Showing posts from April, 2015

Memo, chapter 54 - Menginap Di Ruang Ekskul 2

Pagi itu Arya berjalan pulang dari sekolah. Tapi saat hendak keluar dari gerbang sekolah, dia berpapasan dengan Shindy yang hendak masuk ke area sekolah. Shindy terlihat sedikit terkejut melihat Arya keluar dari sekolah pagi-pagi. "Senior? Hari ini kan libur. Kok datang ke sekolah?" tanya Arya. "Tidak ada alasan khusus. Aku hanya melakukan kegiatan ekskul sastra saja." jawab Shindy sambil tersenyum. "Hah? Memangnya hari ini kita punya kegiatan ekskul?" tanya Arya. "Ya." jawab Shindy. "Kenapa senior tidak bilang!?" protes Arya. "Arya sendiri kenapa muncul dari dalam sekolah?" tanya Shindy. "A-aku.." ucap Arya terlihat gugup. "Hmm.. kamu kenapa?" sambung Shindy. "Aku harus menjawab apa? Aku tidak mungkin mengatakan kalau semalam aku menginap di ruang ekskul sastra bersama seorang gadis." pikir Arya terlihat sedikit panik. Namun Shindy terlihat sangat penasaran dan mulai mendekatkan wajahny...

VocaWorld, chapter 167 - Pelayan Sang Iblis

Rin dan Len tidak pulang ke rumah, dan hal itu membuat Miku dan Meiko terlihat sangat khawatir. Akhirnya mereka menghubungi Luka, Gumi, Kaito dan Kamui untuk membantu mereka mencari si kembar. Mereka semua berpencar dan untuk membuat mereka lebih cepat mencarinya, mereka melakukannya dalam keadaan berubah. Malam hari yang gelap itu membuat pencarian jadi lebih sulit. Karena mereka susah untuk melihat orang di kegelapan sambil bergerak dengan kecepatan tinggi. Apalagi dibagian utara Voca Town tak ada satu lampu pun yang hidup kecuali lampu jalan yang menyala otomatis saat matahari terbenam. Setelah lebih dari 2 jam mencari akhirnya mereka berkumpul lagi di jembatan dekat rumah Miku. "Aku tidak menemukan mereka dimanapun. Mereka sama sekali tidak meninggalkan jejak. Bagaimana dengan kalian?" ujar Meiko. "Maaf, aku juga tidak bisa menemukan mereka." jawab Kaito. "Aku juga?" kata Miku. Luka, Gumi dan Kamui pun menjawab mirip seperti barusan. "Terus b...

VocaWorld, chapter 166 - Menyingkap Tirai Masa Lalu

Miku dan kawan-kawan mengadakan rapat di dalam dojo milik Kamui. Sementara Kamui terlihat masih tak sadarkan diri di kamarnya dan semua lukanya sudah dibalut perban. "Bagaimana dengan keadaan Gaku-Gaku?" tanya Gumi pada Luka yang baru datang. "Tenang saja. Semua lukanya sudah kututup dan kubalut dengan perban. Dia pasti akan baik-baik saja." jawab Luka kemudian duduk di dekat tempat meletakan katana. "Syukurlah.." ucap Gumi tampak lega. "Tapi aku terkejut, Gakupo bisa dikalahkan dalam hal berpedang. Padahal kupikir dia yang paling hebat diantara kita semua." ujar Kaito. "Iya paling hebat diantara kita, tapi musuh beda lagi dong." sahut Meiko. "Be-benar juga." balas Kaito yang baru menyadarinya. "Tapi menyebalkan banget dia bisa memanggil dark sider dalam jumlah tak terbatas. Aku sampai pusing pakai dance rolling girl ku." gerutu Miku. "Kalau begitu kenapa tidak pakai dance baru Miku-nee saja?" ujar ...

Memo, chapter 53 - Menginap Di Ruang Ekskul

Arya berpegangan tangan dengan Alice. Mereka berjalan berdua dan saling malu bagaikan sepasang kekasih. "Jadi kita mesti kemana dulu?" tanya Arya. Alice terdiam tidak bisa menjawab karena terlalu malu. "Ah.. sepertinya aku harus memikirkannya sendiri. Tapi aku tidak punya pengalaman kencan sebelumnya. Mesti bagaimana nih?" pikir Arya. "Bawa aku kemanapun sesukamu.." ucap Alice dengan lemah. Arya menoleh ke arah Alice. "Asalkan berdua bersamamu, aku bahagia." sambung Alice. Wajah Arya langsung terlihat kaget. "Eeeehhh??!!! A-apa ini? Ada apa dengan situasi ini?! Kupikir kencan hanya alasan supaya tidak pulang ke rumah. Jangan-jangan dia beneran ingin kencan denganku? Tidak-tidak. Itu tidak mungkin. Pasti ada alasan lain kenapa dia mengatakan itu." ujar Arya dalam hatinya bertanya-tanya. "Ka-kamu ingin kemana memangnya?" tanya Arya dengan terbata-bata. "Terserah Arya saja! Aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi...

VocaWorld, chapter 165 - Dua Pedang Yang Saling Beradu

Kamui melewati berbagai rintangan dengan mudahnya, dia juga berhasil menghancurkan monster yang telah menyerangnya dengan sekali tebasan. Dan akhirnya Kamui saat ini berhadapan dengan Leviathan. Para dark sider pun tampak berhenti bangkit. "Jadi haruskah kita mulai?" tanya Kamui sambil tersenyum. "Ya.. silahkan.." jawab Leviathan yang juga tersenyum. Kamui mencabut katana nya dan bersiap-siap menyerang dengan kuda-kudanya. "Dance: Samurai Warrior!" ucap Kamui kemudian berlari ke arah Leviathan. "Muncul lah ke hadapanku, clarinet of museketeer." ucap Leviathan. Dan nampak tongkat yang dipegangnya berubah menjadi sebuah clarinet. Leviathan pun memainkan clarinet itu dan muncul 3 sosok ksatria berwarna ke kuningan. Ketiga ksatria itu kemudian menyerang Kamui. Mereka terlihat menggunakan pedang rapier untuk menyerang dan menebas Kamui. "Apa-apaan ini? Kenapa mereka bertiga bisa muncul tiba-tiba?!" ucap Kamui terkejut dengan serangan ...

Memo, chapter 52 - Pulang Sekolah 5

Arya dan Alice berduaan disebuah warung. Matahari sore yang mulai berwarna kemerahan menyinari mereka berdua. "Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Arya. Alice diam karena tak tahu harus menjawab apa. "Kalau begini terus kita bisa disini terus sampai malam." sambung Arya setelah menghela napas. "Kalian kabur dari rumah karena tidak direstui orang tua ya? Wah.. anak muda jaman sekarang memang ekstrim." komentar bibi penjaga warung. "Kabur dari rumah? Bahkan kami belum sempat pulang ke rumah. Bagaimana bisa disebut kabur dari rumah." balas Arya. "Lho, kalau bukan kabur dari rumah terus kenapa kalian berduaan disini dan tidak pulang. Ini sudah sore lho." ujar bibi penjaga warung. "Hmm.. bagaimana aku bisa menjawabnya? Aku juga belum tahu kenapa Alice tidak mau pulang ke rumahnya. Ya ampun.. apa aku harus mengarangnya." pikir Arya. "Ini sebenarnya sedikit rumit untuk dijelaskan. Ta-tapi.. akan kuberikan 3...