Memo, chapter 54 - Menginap Di Ruang Ekskul 2
Pagi itu Arya berjalan pulang dari sekolah. Tapi saat hendak keluar dari gerbang sekolah, dia berpapasan dengan Shindy yang hendak masuk ke area sekolah. Shindy terlihat sedikit terkejut melihat Arya keluar dari sekolah pagi-pagi.
"Senior? Hari ini kan libur. Kok datang ke sekolah?" tanya Arya.
"Tidak ada alasan khusus. Aku hanya melakukan kegiatan ekskul sastra saja." jawab Shindy sambil tersenyum.
"Hah? Memangnya hari ini kita punya kegiatan ekskul?" tanya Arya.
"Ya." jawab Shindy.
"Kenapa senior tidak bilang!?" protes Arya.
"Arya sendiri kenapa muncul dari dalam sekolah?" tanya Shindy.
"A-aku.." ucap Arya terlihat gugup.
"Hmm.. kamu kenapa?" sambung Shindy.
"Aku harus menjawab apa? Aku tidak mungkin mengatakan kalau semalam aku menginap di ruang ekskul sastra bersama seorang gadis." pikir Arya terlihat sedikit panik.
Namun Shindy terlihat sangat penasaran dan mulai mendekatkan wajahnya ke Arya.
"Aku mencium bau perempuan di tubuhmu." ujar Shindy setelah mengendus Arya.
"E-ehhh?!! Aku.. aku bisa menjelaskannya." jawab Arya.
"Oohh.. kalau begitu jelaskan!" suruh Shindy sambil tetap tersenyum.
"Se-sebenarnya.. kemarin.." ucap Arya.
"Kemarin?" sahut Shindy yang mulai curiga.
"Kemarin aku lupa mengerjakan tugas dan berjanji akan mengumpulkannya hari ini!" jawab Arya.
"Kalau begitu harusnya kamu memakai pakaian bebas kan?" balas Shindy.
"Celaka! Aku lupa hal itu!" ucap Arya dalam hati.
"Ah, itu kan.. a-aku.. aku harus menjaga kesopanan pada guru.. makanya aku pakai seragam." jelas Arya terbata-bata karena panik.
"Oohh.. begitu ya. Baiklah, untuk saat ini aku akan mempercayaimu." sahut Shindy.
"Ya, maaf.." balas Arya.
Arya berjalan lagi hendak lewat disamping Shindy, namun Shindy menarik lengan bajunya menghentikan langkah Arya.
"A-ada apa lagi, senior?" tanya Arya sedikit terkejut.
"Bisakah hari ini kamu menemaniku di ruang ekskul?" pinta Shindy sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Arya.
"Tidak boleh ya?" tanya balik Shindy menatap Arya dengan mata yang berkaca-kaca..
"Boleh kok. Aku ini anggota ekskul sastra, jadi tidak mungkin aku melewatkan sebuah kegiatan dari ekskulku." jawab Arya sambil tersenyum.
Kemudian Arya mengikuti Shindy kembali ke ruang ekskul sastra. Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah.
"Kenapa senior begitu ingin aku menemaninya? Bukannya dia bisa meminta ditemani oleh senior macan atau Shinta? Apa dia yakin memintaku menemaninya?" gumam Arya.
"Ah senior, aku akan memanggil Shinta. Dia pasti belum tahu tentang hari ini." ujar Arya pada Shindy.
"Tidak, jangan!" ucap Shindy.
"Eh, kenapa?" tanya Arya terkejut.
"Karena hari ini.. aku akan menginterogasimu." jawab Shindy sambil tersenyum.
"Eeeehhh!!!??" ucap Arya semakin terkejut.
Sesampainya di ruang ekskul sastra, mereka dikejutkan oleh Alice yang berganti pakaian dibantu oleh Ani pelayannya. Arya dan Shindy sama-sama terlihat shock melihat pemandangan itu.
"Kyaaa!!!" teriak Alice sambil menutupi bagian intim nya.
Ani melompat kemudian menendang wajah Arya hingga Arya terjungkal kebelakang. Arya pun terkapar di lantai akibat tendangan itu.
"Arya.. bisakah kamu jelaskan ini?" tanya Shindy menatap kejam ke arah Arya.
"This world must be end here??!!" ucap Arya dalam hati ketakutan.
Catatan hari ini:
Berbohong bukankah menyelamatkan diri, tapi mencelakakan diri dengan cara yang tidak berasa.
"Senior? Hari ini kan libur. Kok datang ke sekolah?" tanya Arya.
"Tidak ada alasan khusus. Aku hanya melakukan kegiatan ekskul sastra saja." jawab Shindy sambil tersenyum.
"Hah? Memangnya hari ini kita punya kegiatan ekskul?" tanya Arya.
"Ya." jawab Shindy.
"Kenapa senior tidak bilang!?" protes Arya.
"Arya sendiri kenapa muncul dari dalam sekolah?" tanya Shindy.
"A-aku.." ucap Arya terlihat gugup.
"Hmm.. kamu kenapa?" sambung Shindy.
"Aku harus menjawab apa? Aku tidak mungkin mengatakan kalau semalam aku menginap di ruang ekskul sastra bersama seorang gadis." pikir Arya terlihat sedikit panik.
Namun Shindy terlihat sangat penasaran dan mulai mendekatkan wajahnya ke Arya.
"Aku mencium bau perempuan di tubuhmu." ujar Shindy setelah mengendus Arya.
"E-ehhh?!! Aku.. aku bisa menjelaskannya." jawab Arya.
"Oohh.. kalau begitu jelaskan!" suruh Shindy sambil tetap tersenyum.
"Se-sebenarnya.. kemarin.." ucap Arya.
"Kemarin?" sahut Shindy yang mulai curiga.
"Kemarin aku lupa mengerjakan tugas dan berjanji akan mengumpulkannya hari ini!" jawab Arya.
"Kalau begitu harusnya kamu memakai pakaian bebas kan?" balas Shindy.
"Celaka! Aku lupa hal itu!" ucap Arya dalam hati.
"Ah, itu kan.. a-aku.. aku harus menjaga kesopanan pada guru.. makanya aku pakai seragam." jelas Arya terbata-bata karena panik.
"Oohh.. begitu ya. Baiklah, untuk saat ini aku akan mempercayaimu." sahut Shindy.
"Ya, maaf.." balas Arya.
Arya berjalan lagi hendak lewat disamping Shindy, namun Shindy menarik lengan bajunya menghentikan langkah Arya.
"A-ada apa lagi, senior?" tanya Arya sedikit terkejut.
"Bisakah hari ini kamu menemaniku di ruang ekskul?" pinta Shindy sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Arya.
"Tidak boleh ya?" tanya balik Shindy menatap Arya dengan mata yang berkaca-kaca..
"Boleh kok. Aku ini anggota ekskul sastra, jadi tidak mungkin aku melewatkan sebuah kegiatan dari ekskulku." jawab Arya sambil tersenyum.
Kemudian Arya mengikuti Shindy kembali ke ruang ekskul sastra. Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah.
"Kenapa senior begitu ingin aku menemaninya? Bukannya dia bisa meminta ditemani oleh senior macan atau Shinta? Apa dia yakin memintaku menemaninya?" gumam Arya.
"Ah senior, aku akan memanggil Shinta. Dia pasti belum tahu tentang hari ini." ujar Arya pada Shindy.
"Tidak, jangan!" ucap Shindy.
"Eh, kenapa?" tanya Arya terkejut.
"Karena hari ini.. aku akan menginterogasimu." jawab Shindy sambil tersenyum.
"Eeeehhh!!!??" ucap Arya semakin terkejut.
Sesampainya di ruang ekskul sastra, mereka dikejutkan oleh Alice yang berganti pakaian dibantu oleh Ani pelayannya. Arya dan Shindy sama-sama terlihat shock melihat pemandangan itu.
"Kyaaa!!!" teriak Alice sambil menutupi bagian intim nya.
Ani melompat kemudian menendang wajah Arya hingga Arya terjungkal kebelakang. Arya pun terkapar di lantai akibat tendangan itu.
"Arya.. bisakah kamu jelaskan ini?" tanya Shindy menatap kejam ke arah Arya.
"This world must be end here??!!" ucap Arya dalam hati ketakutan.
Catatan hari ini:
Berbohong bukankah menyelamatkan diri, tapi mencelakakan diri dengan cara yang tidak berasa.
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.