Memo, chapter 39 - Rasa Penasaran
Shindy menatap Arya penuh penasaran. Ruang ekskul sastra jadi terasa canggung bagi Arya saat ini. "Kenapa kamu menatapku seperti itu, senior?" tanya Arya mulai risih. "Akhirnya nanya juga. Sudah pasti karena aku penasaran." jawab Shindy. "Sial, aku dijebak." sahut Arya. Tatapan sayu penuh tekanan dari Shindy itu membuat Arya tidak tahan. Dia merasa sangat terganggu dan jadi tidak bisa berkonsentrasi untuk membaca. "Dia pasti sedang menantiku bertanya kalau dia penasaran karena apa." gumam Arya. Tatapan Shindy semakin membuat Arya merasa tertekan. "Sial, sepertinya aku tak punya pilihan lain." sambung Arya dalam hatinya. "Senior memangnya penasaran karena apa?" tanya Arya dengan tersenyum malas. "Kalau ditanya begitu, aku penasaran.. kamu jago dalam bela diri apa?" tanya balik Shindy. "Sudah kuduga.." ucap Arya dalam hati. "Oh itu, aku tak bisa beladiri apapun. Kalau ada sesuatu yang membahayakan nyawak...