Memo, chapter 28 - Berita

Arya sedang berjalan ke kantin, saat melewati mading ia melihat kerumunan orang berkumpul di depan mading menghalangi jalannya ke kantin.
"Ada apa ini? Tidak biasanya disini rame banget. Biasanya juga sepi." gumam Arya melihat kerumunan orang tersebut.
Para siswa dan siswi nampak berdesak-desakan ingin melihat mading.
"Siapa itu orangnya kira-kira ya? Hebat bener dia.", "Dia pasti preman, lihat saja dia tenang-tenang saja membuat ketua OSIS kesal.", "Aku tak tahu disekolah ini ada anak berandalan.", "Tidak bisa dimaafkan, dia mem-bully ketua OSIS ku." itulah ucapan-ucapan yang terdengar ke telinga Arya dari arah kerumunan itu.
"Pantas saja rame, ternyata berita tentang ketua OSIS. Mesti gimana nih aku lewatnya, masa aku harus lewat lapangan." pikir Arya melirik ke arah lapang basket yang nampak ramai oleh para senior yang sedang main basket.
"Permisi.. bisakah kalian berikan jalan sebentar. Aku mau lewat nih." pinta Arya pada kerumunan siswa-siswi itu.
Para siswa dan siswi itu pun menoleh ke arah Arya. Tiba-tiba saja mereka seperti melihat hantu. Mereka langsung lari kocar-kacir karena ketakutan.
"Eh, ada apa ini? Aku cuma minta diberikan jalan kok malah pada lari?" ucap Arya jadi bingung.
"Ternyata kamu sudah jadi preman ya bro." ucap Fajar yang tampak membaca artikel di mading.
"Hebat sekali. Belum satu minggu sekolah sudah punya reputasi yang sangat bagus. Sungguh menakjubkan." sambung Digna.
"Hah, apa maksud kalian?" tanya Arya menoleh ke arah Fajar dan Digna.
Dan di artikel itu pun jelas terlihat tulisan besar sebagai judulnya. 'Ketua OSIS Telah Ditaklukan Oleh "Ksatria"' itulah yang tertulis disana. Dan dibawahnya ada gambar ketua OSIS sedang tsukkomi dengan Arya yang terlihat tenang.
"Selamat ya bro.." ucap Fajar dan Digna sambil memegang pundak Arya.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Arya yang wajahnya nampak pucat melihat gambar di artikel itu.
"Siapa yang menulis berita ini!!!??" pekik Arya dalam hatinya.

Catatan hari ini:
Apa yang diberitakan belum tentu itu yang terjadi. Apalagi jika berita itu hanya didapat hanya dari pandangan subjektif.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】