VocaWorld, chapter 145 - Festival Budaya (Opera Cahaya Rembulan)
Moonlight Opera pun dimulai. Sebuah drama musikal yang pemerannya ditentukan oleh treasure key. Miku yang berperan sebagai Cinderella menjadi pasangan Kaito yang berperan menjadi seorang pangeran. Miku yang hidup di sebuah sederhana selalu menderita karena saudara-saudaranya. Sementara Kaito yang hidup di istana selalu merasa kesepian. Karena hatinya selalu merasa hampa setelah kehilangan orang yang paling disayanginya. Kaito selalu menyendiri di dalam kamarnya dan memandang rembulan, begitu pula Miku. Dan pada suatu malam sang pangeran mendapat sebuah mimpi. Mimpi dari masa lalunya, namun ada yang berbeda. Gadis yang ada dalam mimpinya itu mengatakan pada Kaito untuk merelakan kepergiannya dan melangkah maju. Karena dia ingin Kaito bahagia. Dia pun menyarankan Kaito untuk mengadakan sebuah pesta dimalam bulan purnama. Pesta yang mengundang seluruh rakyat di kerajaannya. Paginya, Kaito pun menyuruh dua orang pelayannya untuk membagikan undangan pada setiap orang untuk menghandiri pesta pada malam purnama nanti. Dan rumah terakhir yang dikunjungi oleh 2 pelayan istana itu adalah rumah keluarga Miku. Kedua pelayan itu menyampaikan undangan itu pada keluarga tersebut. Namun Miku hanya bisa melihat dari balik pintu mengintip dan menguping pembicaraan mereka. Salah satu pelayan nampak menyadarinya dan menekankan kalau siapapun boleh datang asalkan memakai pakaian yang pantas. Dan kalau beruntung mungkin ada salah satu dari tamu yang akan diajak dansa oleh pangeran saat pesta dansa ketika bulan tepat diatas kepala. Miku yang menguping pembicaraan itu tampak senang mendengarnya karena ia punya kesempatan bertemu dengan pangeran dan berdansa dengannya. Ia pun langsung berlari menuju ke kamarnya dan mengambil gaun yang ia sembunyikan dibalik beberapa tumpukan bata disebuah kotak kayu. Tapi ia ketahuan oleh para saudaranya yang jahat. Dan dua saudara kembarnya yang nakal itu pun merobek gaun tersebut dan membuangnya keluar. Miku pun menangis dan mengunci dirinya didalam kamar. Para saudaranya tertawa bahagia. Dari kejauhan salah satu pelayan melihat kejadian itu. Itu adalah Ray. Ray kemudian menyuruh Dante untuk kembali melapor sendirian pada pangeran karena ia ada urusan. Dante pun menuruti perkataan Ray dan pulang sendirian, sementara Ray pergi ke arah lain.
Ray menuju ke sebuah hutan, hutan terlarang. Disana dia menemukan sebuah pohon besar dengan lubang di batangnya. Ray masuk kedalam melalui lubang itu, dia menemukan sebuah patung peri. Ray mengatakan sesuatu seperti sebuah mantra atau bahasa yang tidak bisa dimengerti. Dan patung itu pun perlahan hidup dan berubah menjadi peri. Seorang ibu peri yang cantik dan anggun. Ibu peri itu terkejut dengan kehadiran Ray. Ray pun mendekati peri itu dan mengatakan sesuatu tentang menolong seseorang dan ia bisa terbebas dari kutukan membatu selamanya. Di kamarnya, Miku masih menangis dan menatapi dirinya disebuah cermin besar. Dan dari cermin muncul sosok ibu peri. Ibu peri itu mengatakan kalau Miku mau tersenyum maka ia akan membantunya. Karena dia tak mau membantu seseorang tapi orang itu masih saja menangis sedih. Dia tidak suka membantu orang yang suka mengeluh dan menyalahkan kehidupan. Miku menghapus air matanya dan berhenti menangis. Ibu peri pun membantu dan Miku. Dengan sihirnya dia mengubah pakaian Miku yang kotor, kusut dan tampak ditambal dimana-mana itu menjadi sebuah gaun yang indah. Dan sendal jepit yang hampir putus dan sudah tipis itu menjadi sebuah sepatu kristal yang indah sebening air dan seindah berlian. Dan ia menyuruh Miku membuka jendela dan nampaklah sebuah kereta kuda yang indah sudah siap mengantarkan Miku ke pesta. Sebuah kereta kuda yang indah dengan 2 ekor kuda putih. Tapi ibu peri mengingatkan kalau Miku akan jadi telanjang setelah tengah malam. Miku mengerti kalau yang dimaksud ibu peri adalah batas waktu sihirnya. Ibu peri itu pun menyuruh Miku untuk segera pergi dan akhirnya Miku pun pergi menggunakan kereta kudanya itu. Pesta tampak sudah dimulai dan Miku baru datang dan sampai di depan pintu kerajaan. Dan 2 orang pelayan pun menyambut Miku dan membukakan pintu untuknya. Di dalam Kaito sudah mulai bosan karena tak menemukan apapun yang mampu menarik perhatiannya. Tapi pintu besar yang terbuka tiba-tiba di tengah pesta mengalihkan perhatiannya. Dan seorang gadis cantik melenggang masuk kedalam membuat Kaito seperti melihat seorang putri yang amat menawan memasuki pesta dengan anggunnya. Kaito berdiri dari tempat duduknya membuat terkejut setiap orang di pesta tersebut. Kaito menarik perhatian semua orang saat berjalan melewati kerumunan orang untuk menghampiri Miku. Kaito kemudian Berlutut di depan Miku dan mengajaknya berdansa. Mereka berdua pun berdansa sambil menyanyikan lagu Cendrillion.
Dan hampir tengah malam, bulan bersinar dengan terangnya. Saat itu Miku dan Kaito berada dekat dengan menara jam. Mereka berduaan sedang asik berbicara. Saat melihat Miku, mengingatkan Kaito pada masa lalunya dengan seorang gadis yang tak lain adalah putri dari kerajaan saingan kerajaannya. Dan namanya adalah Juliette. Dan dia ingat saat dia mendapat kabar kalau Juliette mati karena minum racun. Kaito juga berusaha untuk menyusul kekasihnya itu dengan minum racun. Namun anehnya setelah beberapa saat ia merasakan kalau dia meninggal dia bangkit lagi. Dan ternyata dia sepertinya dia salah minum racun. Yang ia minum hanyalah obat pelumpuh yang membuatnya mati suri. Tiba-tiba menara jam berbunyi menandakan pukul 00.00. Miku ingat peringatan ibu peri setelah tengah malam. Miku pun berpamitan pada pangeran dan berlari menuruni tangga. Namun karena kesulitan akibat sepatunya, akhirnya dia membuka kedua sepatunya dan berlari tanpa sepatu. Namun karena tidak hati, sebelah sepatunya jatuh. Mau berbalik dan mengambilnya, tapi Miku takut batas waktunya keburu habis jadi ia tinggalkan saja. Pangeran mengambil sepatu itu dan memegangnya dengan penuh kesedihan. Tapi dia tidak menangis. Sesampainya dikamar dia merasa lega. Namun anehnya pakaiannya tidak berubah sama sekali begitu pula sepatunya. Miku pun merasa kesal karena merasa ditipu oleh ibu peri. Keesokan harinya pengeran melamun di beranda nya. Ray menghampirinya dan mengambil sepatu kristal ditangan pangeran dan melemparnya jauh-jauh. Kaito marah dan membentak Ray. Tapi kemudian Ray mengeluarkan sebuah sepatu kristal dari punggungnya. Ternyata Ray tidak melemparnya. Pangeran pun sadar kalau ternyata ia harus bertemu dengan gadis yang semalam lagi. Pangeran memerintahkan kepada kedua pelayannya untuk menemaninya mencari pemilik sepatu itu. Pangeran sampai di sebuah rumah dekat hutan. Pangeran masuk kedalam bersama kedua pelayannya. Rumah itu adalah rumah keluarga sang Cinderella yaitu Miku. Pangeran bertanya-tanya tidak ada gadis yang usianya sama dengan gadis semalam disitu jadi tidak perlu dia mengetes kaki mereka. Tapi seorang pelayan menunjuk ke arah pintu dimana Miku mengintip. Kaito menghampiri itu dan menemukan Miku. Gadis yang sangat mirip dengan yang semalam, hanya pakaiannya saja yang sangat jauh berbeda. Tapi ada satu hal yang mengejutkan, saat itu Miku mengenakan sebuah ikat rambut yang sama dengan Juliette. Pangeran bertanya pada Miku dari siapa dia mendapatkan ikat rambut itu. Miku menjawab kalau ikat rambut itu adalah kenang-kenangan dari mendiang kakak angkatnya. Dan Miku menjelaskan kalau kakak angkatnya adalah seorang putri kerajaan, meskipun ia sendiri bukan berasal dari anggota kerajaan. Pangeran terkejut dan mulai berpikir kalau yang dimaksud Cinderella adalah Juliette. Pangeran pun tersadar kalau semua ini kemungkinan adalah takdirnya. Juliette pasti menuntunnya agar pangeran bisa menikahi adik angkatnya. Pangeran pun berlutut dan memasangkan sebelah sepatu kristal itu ke kaki Cinderella Miku dan cocok sekali. Pangeran melamar Miku saat itu juga. Miku menerimanya. Dan pangeran pun membawa Miku ke kerajaannya. Mereka pun hidup bahagia tanpa penderitaan dan kesepian lagi. Moonlight Opera pun selesai.
To be continued..
Ray menuju ke sebuah hutan, hutan terlarang. Disana dia menemukan sebuah pohon besar dengan lubang di batangnya. Ray masuk kedalam melalui lubang itu, dia menemukan sebuah patung peri. Ray mengatakan sesuatu seperti sebuah mantra atau bahasa yang tidak bisa dimengerti. Dan patung itu pun perlahan hidup dan berubah menjadi peri. Seorang ibu peri yang cantik dan anggun. Ibu peri itu terkejut dengan kehadiran Ray. Ray pun mendekati peri itu dan mengatakan sesuatu tentang menolong seseorang dan ia bisa terbebas dari kutukan membatu selamanya. Di kamarnya, Miku masih menangis dan menatapi dirinya disebuah cermin besar. Dan dari cermin muncul sosok ibu peri. Ibu peri itu mengatakan kalau Miku mau tersenyum maka ia akan membantunya. Karena dia tak mau membantu seseorang tapi orang itu masih saja menangis sedih. Dia tidak suka membantu orang yang suka mengeluh dan menyalahkan kehidupan. Miku menghapus air matanya dan berhenti menangis. Ibu peri pun membantu dan Miku. Dengan sihirnya dia mengubah pakaian Miku yang kotor, kusut dan tampak ditambal dimana-mana itu menjadi sebuah gaun yang indah. Dan sendal jepit yang hampir putus dan sudah tipis itu menjadi sebuah sepatu kristal yang indah sebening air dan seindah berlian. Dan ia menyuruh Miku membuka jendela dan nampaklah sebuah kereta kuda yang indah sudah siap mengantarkan Miku ke pesta. Sebuah kereta kuda yang indah dengan 2 ekor kuda putih. Tapi ibu peri mengingatkan kalau Miku akan jadi telanjang setelah tengah malam. Miku mengerti kalau yang dimaksud ibu peri adalah batas waktu sihirnya. Ibu peri itu pun menyuruh Miku untuk segera pergi dan akhirnya Miku pun pergi menggunakan kereta kudanya itu. Pesta tampak sudah dimulai dan Miku baru datang dan sampai di depan pintu kerajaan. Dan 2 orang pelayan pun menyambut Miku dan membukakan pintu untuknya. Di dalam Kaito sudah mulai bosan karena tak menemukan apapun yang mampu menarik perhatiannya. Tapi pintu besar yang terbuka tiba-tiba di tengah pesta mengalihkan perhatiannya. Dan seorang gadis cantik melenggang masuk kedalam membuat Kaito seperti melihat seorang putri yang amat menawan memasuki pesta dengan anggunnya. Kaito berdiri dari tempat duduknya membuat terkejut setiap orang di pesta tersebut. Kaito menarik perhatian semua orang saat berjalan melewati kerumunan orang untuk menghampiri Miku. Kaito kemudian Berlutut di depan Miku dan mengajaknya berdansa. Mereka berdua pun berdansa sambil menyanyikan lagu Cendrillion.
Dan hampir tengah malam, bulan bersinar dengan terangnya. Saat itu Miku dan Kaito berada dekat dengan menara jam. Mereka berduaan sedang asik berbicara. Saat melihat Miku, mengingatkan Kaito pada masa lalunya dengan seorang gadis yang tak lain adalah putri dari kerajaan saingan kerajaannya. Dan namanya adalah Juliette. Dan dia ingat saat dia mendapat kabar kalau Juliette mati karena minum racun. Kaito juga berusaha untuk menyusul kekasihnya itu dengan minum racun. Namun anehnya setelah beberapa saat ia merasakan kalau dia meninggal dia bangkit lagi. Dan ternyata dia sepertinya dia salah minum racun. Yang ia minum hanyalah obat pelumpuh yang membuatnya mati suri. Tiba-tiba menara jam berbunyi menandakan pukul 00.00. Miku ingat peringatan ibu peri setelah tengah malam. Miku pun berpamitan pada pangeran dan berlari menuruni tangga. Namun karena kesulitan akibat sepatunya, akhirnya dia membuka kedua sepatunya dan berlari tanpa sepatu. Namun karena tidak hati, sebelah sepatunya jatuh. Mau berbalik dan mengambilnya, tapi Miku takut batas waktunya keburu habis jadi ia tinggalkan saja. Pangeran mengambil sepatu itu dan memegangnya dengan penuh kesedihan. Tapi dia tidak menangis. Sesampainya dikamar dia merasa lega. Namun anehnya pakaiannya tidak berubah sama sekali begitu pula sepatunya. Miku pun merasa kesal karena merasa ditipu oleh ibu peri. Keesokan harinya pengeran melamun di beranda nya. Ray menghampirinya dan mengambil sepatu kristal ditangan pangeran dan melemparnya jauh-jauh. Kaito marah dan membentak Ray. Tapi kemudian Ray mengeluarkan sebuah sepatu kristal dari punggungnya. Ternyata Ray tidak melemparnya. Pangeran pun sadar kalau ternyata ia harus bertemu dengan gadis yang semalam lagi. Pangeran memerintahkan kepada kedua pelayannya untuk menemaninya mencari pemilik sepatu itu. Pangeran sampai di sebuah rumah dekat hutan. Pangeran masuk kedalam bersama kedua pelayannya. Rumah itu adalah rumah keluarga sang Cinderella yaitu Miku. Pangeran bertanya-tanya tidak ada gadis yang usianya sama dengan gadis semalam disitu jadi tidak perlu dia mengetes kaki mereka. Tapi seorang pelayan menunjuk ke arah pintu dimana Miku mengintip. Kaito menghampiri itu dan menemukan Miku. Gadis yang sangat mirip dengan yang semalam, hanya pakaiannya saja yang sangat jauh berbeda. Tapi ada satu hal yang mengejutkan, saat itu Miku mengenakan sebuah ikat rambut yang sama dengan Juliette. Pangeran bertanya pada Miku dari siapa dia mendapatkan ikat rambut itu. Miku menjawab kalau ikat rambut itu adalah kenang-kenangan dari mendiang kakak angkatnya. Dan Miku menjelaskan kalau kakak angkatnya adalah seorang putri kerajaan, meskipun ia sendiri bukan berasal dari anggota kerajaan. Pangeran terkejut dan mulai berpikir kalau yang dimaksud Cinderella adalah Juliette. Pangeran pun tersadar kalau semua ini kemungkinan adalah takdirnya. Juliette pasti menuntunnya agar pangeran bisa menikahi adik angkatnya. Pangeran pun berlutut dan memasangkan sebelah sepatu kristal itu ke kaki Cinderella Miku dan cocok sekali. Pangeran melamar Miku saat itu juga. Miku menerimanya. Dan pangeran pun membawa Miku ke kerajaannya. Mereka pun hidup bahagia tanpa penderitaan dan kesepian lagi. Moonlight Opera pun selesai.
To be continued..
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.