Memo, chapter 24 - Ekskul Sastra 2
Arya sendirian di ruang ekskul sastra. Tidak biasanya Sindy tidak ada disana. Arya duduk dengan nampak ekspresi bosan diwajahnya dan menempelkan pipinya ke meja yang dingin itu.
"Mana nih senior? Apa hari ini dia tidak sekolah? Tidak biasanya dia telat." ujar Arya dengan malas.
Arya menghampiri rak buku dan mengambil sebuah buku. Dia berniat membaca buku untuk menghilangkan kebosanan.
"Preman Setengah Pirang? Judul yang aneh." komentar Arya saat melihat judul dibuku novel itu.
Arya kemudian duduk dan membacanya.
"Hmm.. lumayan menarik juga. Tentang seorang preman tapi baik hati kah?" ucap Arya setelah membaca beberapa paragraf.
Sekian lama membaca, Sindy tak kunjung datang. Arya berhenti membaca dan memberi tanda batas sampai mana ia membaca dengan meletakan sebuah kertas yang sebagiannya menjulur keluar. Kemudian dia meletakannya kembali ke rak buku.
"Kenapa senior lama sekali? Sudah 1 jam aku menunggu, tapi dia tidak datang juga." gerutu Arya.
Merasa semakin bosan membuat Arya merasa mengantuk. Tidak terasa ia pun tertidur di meja.
"Oh kamu sudah datang rupanya.. selamat sore juniorku.." ucap Sindy sambil setelah membuka pintu.
Sindy yang baru datang langsung duduk dikursinya.
"Ada apa? Kok kamu diam saja." tanya Sindy yang heran Arya tidak menjawab sapaannya.
Sindy memiringkan tubuhnya dan melihat wajah Arya. Dia pun sadar Arya sedang tidur saat ini.
"Wah-wah.. ternyata juniorku sedang tidur." ucap Sindy sambil tersenyum.
Kemudian Sindy mengambil ponselnya dan memotret wajah Arya yang sedang tertidur.
"Lumayan buat kenang-kenangan." ujar Sindy sambil tertawa anggun.
Kemudian Sindy mengambil sebuah buku dan membacanya. Tak lama setelah itu, Arya terbangun.
"Aduh.. sepertinya aku tertidur. Apa senior benar-benar tidak akan datang hari ini ya?" ucap Arya sambil mengucek matanya.
"Aku datang kok." ucap Sindy.
Arya melihat ke arah depan tepat ke arah asal suara itu. Dan di depannya Sindy duduk sambil memegang sebuah buku.
"Whoaa!! Senior?! Sejak kapan!?" ucap Arya terperanjat kaget.
"Baru saja kok." jawab Sindy.
"Oohh.. tapi kenapa baru datang? Kupikir tadinya senior tidak akan datang." tanya Arya.
"Aku ada urusan sebentar tadi. Tapi aku senang aku datang kemari meski terlambat. Karena aku bisa dapat sesuatu yang bagus." jawab Sindy sambil tersenyum pada Arya.
"Sesuatu yang bagus?" ucap Arya bingung.
Catatan hari ini:
Lebih baik datang walau terlambat, daripada tidak datang sama sekali karena takut ketinggalan. Karena kesempatan itu jarang datang 2 kali.
"Mana nih senior? Apa hari ini dia tidak sekolah? Tidak biasanya dia telat." ujar Arya dengan malas.
Arya menghampiri rak buku dan mengambil sebuah buku. Dia berniat membaca buku untuk menghilangkan kebosanan.
"Preman Setengah Pirang? Judul yang aneh." komentar Arya saat melihat judul dibuku novel itu.
Arya kemudian duduk dan membacanya.
"Hmm.. lumayan menarik juga. Tentang seorang preman tapi baik hati kah?" ucap Arya setelah membaca beberapa paragraf.
Sekian lama membaca, Sindy tak kunjung datang. Arya berhenti membaca dan memberi tanda batas sampai mana ia membaca dengan meletakan sebuah kertas yang sebagiannya menjulur keluar. Kemudian dia meletakannya kembali ke rak buku.
"Kenapa senior lama sekali? Sudah 1 jam aku menunggu, tapi dia tidak datang juga." gerutu Arya.
Merasa semakin bosan membuat Arya merasa mengantuk. Tidak terasa ia pun tertidur di meja.
"Oh kamu sudah datang rupanya.. selamat sore juniorku.." ucap Sindy sambil setelah membuka pintu.
Sindy yang baru datang langsung duduk dikursinya.
"Ada apa? Kok kamu diam saja." tanya Sindy yang heran Arya tidak menjawab sapaannya.
Sindy memiringkan tubuhnya dan melihat wajah Arya. Dia pun sadar Arya sedang tidur saat ini.
"Wah-wah.. ternyata juniorku sedang tidur." ucap Sindy sambil tersenyum.
Kemudian Sindy mengambil ponselnya dan memotret wajah Arya yang sedang tertidur.
"Lumayan buat kenang-kenangan." ujar Sindy sambil tertawa anggun.
Kemudian Sindy mengambil sebuah buku dan membacanya. Tak lama setelah itu, Arya terbangun.
"Aduh.. sepertinya aku tertidur. Apa senior benar-benar tidak akan datang hari ini ya?" ucap Arya sambil mengucek matanya.
"Aku datang kok." ucap Sindy.
Arya melihat ke arah depan tepat ke arah asal suara itu. Dan di depannya Sindy duduk sambil memegang sebuah buku.
"Whoaa!! Senior?! Sejak kapan!?" ucap Arya terperanjat kaget.
"Baru saja kok." jawab Sindy.
"Oohh.. tapi kenapa baru datang? Kupikir tadinya senior tidak akan datang." tanya Arya.
"Aku ada urusan sebentar tadi. Tapi aku senang aku datang kemari meski terlambat. Karena aku bisa dapat sesuatu yang bagus." jawab Sindy sambil tersenyum pada Arya.
"Sesuatu yang bagus?" ucap Arya bingung.
Catatan hari ini:
Lebih baik datang walau terlambat, daripada tidak datang sama sekali karena takut ketinggalan. Karena kesempatan itu jarang datang 2 kali.
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.