Posts

Showing posts from July, 2014

VocaWorld, chapter 119 - Angin Perubahan (Cahaya Mengintai)

Di sebuah rumah ditengah hutan yg jauh di utara. Disebuah perbukitan yg terlihat laki-laki bersorban menarik sebuah gerobak penuh jerami. Kemudian saat sampai didepan pintu dia langsung mengetuk pintu. "Ya ampun siapa sih yg ngetuk-ngetuk pintu tengah hari seperti ini?" ucap seorang perempuan dari dalam menghampiri pintu. Perempuan itu membukakan pintu dan mendapati laki-laki bersorban berdiri di hadapannya. "Siapa?" tanya perempuan itu tidak mengenali laki-laki itu karena wajahnya tertutup sorban. "Kamu melupakanku? Ini aku." ucap laki-laki itu sambil membuka balutan sorban diwajahnya. Perempuan itu terlihat terkejut melihat wajah laki-laki bersorban itu. Entah karena apa dia terkejut. "Wah.. dede ganteng!!" ucap perempuan yg lebih tua dari laki-laki bersorban itu tampak senang melihatnya. Kemudian perempuan itu memeluk laki-laki itu. "Ada apa ini ribut-ribut?" tanya seorang laki-laki yg tak lain adalah suami si perempuan dari ...

VocaWorld, chapter 118 - Angin Perubahan (Datangnya Kegelapan)

Dante sedang duduk santai di singgasana nya. Tiba-tiba June datang menghadap padanya. "Tuan Lucifer, kita baru saja dapat kabar buruk. Banyak anggota pasukan pengintai kita yg telah tewas." ujar June sambil berlutut di hadapan Dante. "Apa?! Bagaimana bisa? Bukankah mereka bergerak sembunyi-sembunyi?" ujar Dante tak percaya. "Memang benar, Tuan. Tapi, menurut informasi yg kami dapat katanya mereka semua dikumpulkan disatu tempat dan tiba-tiba diserang oleh Angin Fajar dan Angin Senja." jawab June sambil tetap menunduk. Dante pun bangkit dari singgasananya. Dia berjalan melewati June. "Kalau begitu aku harus melihatnya sendiri. Sekuat apa sebenarnya mereka berdua itu." ujar Dante dengan wajah kesal. "Tuan mau pergi kesana?" tanya June. "Iya." sahut Dante. "Kalau begitu akan saya siapkan pasukan." ujar June. "Tidak usah. Aku akan pergi sendirian." tolak Dante kemudian berjalan meninggalkan June. Di m...

VocaWorld, chapter 117 - Angin Perubahan (Kekuatan Dan Kecepatan)

Bangunan tempat menyekap El Rosyid terlihat runtuh terbelah jadi dua. Asap debu menyebar diudara. Dan jauh di timur, seorang laki-laki mengenakan sorban nampak memperhatikan menggunakan teropong. "Aku sebenarnya penasaran siapa yg akan menang. Namun, aku punya urusan yg lebih penting. Kuharap itu akan berakhir bagus." ujar laki-laki bersorban itu terlihat melepaskan teropongnya. Kemudian dia berbalik dan pergi. Sementara di bangunan yg baru saja runtuh, asap debu mulai menghilang. Nampaklah para pasukan mindy bergeletakan bersama pasukan pengintai. Hanya ada 4 sosok yg masih berdiri tegak saat itu. Dan mereka adalah Kamui, Gumi, El Rosyid, dan laki-laki berbadan besar. "Menghancurkan gedung dengan satu pukulan bukanlah hal biasa. Dapat kekuatan darimana dia?" ucap Kamui yg merasa bingung. "Haha.. pasti saat ini kalian terkejut melihat kekuatanku. Hahaha.." sahut laki-laki berbadan besar itu. Gumi tiba-tiba langsung melesat dari belakang lalu menendang...

VocaWorld, chapter 116 - Angin Perubahan (Kekuatan Besar)

Kamui bersiap melakukan tebasan. Tangannya menyentuh gagang dari katananya. "Enka." ucap Kamui dan katana itu pun diselimuti cahaya ke unguan. "Iai technique: Batto Jutsu. Kibasan Ekor Naga Menghempas Awan." sambung Kamui lalu melakukan tebasan horisontal ke arah atap. Atap itu pun ambrol dan menembus hingga dua lantai setelahnya. Lalu kemudian runtuh kebawah menciptakan lubang dan jalan naik keatas. Para pasukan pengintai yg ada di atas terlihat terkejut melihat lantai tiba-tiba hancur dan ambrol. "Ada apa ini!? Apa yg terjadi?!" ucap laki-laki bertubuh besar yg terkejut akan hal itu. Terlihat asap debu berhamburan keluar dari gedung dan itu terlihat dari luar gedung. "Baiklah, kita masuk!" suruh kapten Al Hadid yg melihat kepulan asap debu itu. Pasukan mindy pun masuk ke dalam bangunan kosong itu. Sementara di lantai atasnya, Kamui dan Gumi melompat ke lantai atas. Dan mereka pun dicegat sebelum sampai ke lantai puncak. "Hebat seka...

VocaWorld, chapter 115 - Angin Perubahan (Kecurigaan)

Gumi dan Kamui bertemu lagi, dan Gumi mampu menjatuhkan salah satu anggota pasukan pengintai Pangeran Kegelapan. "Hehe.. maaf, aku tidak tahu kamu sedang mengintai dia." ujar Kamui sambil berdiri lagi. "Coba kalau kamu tidak memanggilku tadi, mungkin kita sudah tahu tempat persembunyian mereka." sahut Gumi. "Tapi kamu juga menendangnya terlalu keras, Megu. Kita jadi tidak bisa menanyai nya." balas Kamui menghampiri Gumi dan melihat ke arah orang berjubah hitam yg tergeletak ditanah. "Walau kita menanyainya sekalipun, belum tentu dia mau membuka mulut. Kulihat para anggota pasukan Pangeran Kegelapan itu sangat loyal." kata Gumi. "Benar juga, selama kita bertarung dengan mereka, tak ada satupun yg mau diajak kembali ke pihak kita." ujar Kamui. "Apa mungkin mereka sudah dicuci otak?" ujar Gumi sambil terlihat berpikir. "Dicuci otak? Mati dong." ucap Kamui tampak tak mengerti. "Hah? Dasar bodoh! Ini bukan cu...

VocaWorld, chapter 114 - Angin Perubahan (Mengintai Dan Di Intai)

Kamui dan Gumi terlihat sedang bersiap-siap pergi. Mereka berdua mengenakan earophoid mereka dan berubah. Mereka pun pergi keluar dan berjalan menuju gerbang depan. "Angin Fajar! Angin Senja! Kalian mau kemana?" tanya Aisyah yg berlari mengejar Kamui dan Gumi. "Kami hendak mencari paman El Rosyid." jawab Gumi. "Tapi kenapa diluar?" tanya Aisyah lagi sambil berhenti. "Di dalam juga kalian sudah cari dan tidak ketemu kan?" ujar Kamui. "Karena itu kami mau mencarinya diluar. Karena mungkin saja dia menyamar dan pergi keluar diam-diam." sambung Gumi. "Tapi diluar itu berbahaya." ujar Aisyah. "Kami tahu. Tenang saja, kami bisa mengatasinya." sahut Kamui. "Kalau kami bisa kesini tanpa diketahui pasukan musuh, itu artinya akan lebih mudah kalau hanya berjalan-jalan disekitar sini tanpa ketahuan." tambah Gumi. Aisyah pun terdiam karena sudah tak punya sanggahan lagi. "Kalau begitu kami pergi dulu....

VocaWorld, chapter 113 - Angin Perubahan (Teralihkan Keindahan)

El Rosyid membakar tawanan yg sedang di interogasi. Kamui dan Gumi membawa alat pemadam kebakaran dan memadamkan apinya. Aisyah terlihat marah dan lalu menjambak kerah baju El Rosyid. Namun El Rosyid menepuk tangan Aisyah hingga terlepas cengkeramannya. Kamui marah karena El Rosyid berlaku kasar, dan kemudian Kamui mencabut katananya dan mengayunkannya dengan cepat ke arah leher El Rosyid. El Rosyid terlihat terkejut. Tapi ternyata ujung katana itu berhenti tepat setengah centimeter sebelum mengenai lehernya. "Kami memang anak kecil. Tapi kami tahu mana yg salah dan mana yg benar. Kami takkan membiarkan siapapun menyakiti seorang perempuan tepat di depan mata kami." ujar Kamui menatap tajam ke arah El Rosyid. El Rosyid balas menatap tajam ke arah Kamui. "Kalian! Hentikan!" suruh kapten Al Hadid. Kamui pun menyarungkan kembali katananya. Dia pun menghela napas dan mencoba menenangkan dirinya lagi. "Rosyid! Nanti melaporlah ke ruanganku!" sambung kapten...

VocaWorld, chapter 112 - Angin Perubahan (Api Amarah)

Kapten Al Hadid datang ke ruangan istirahat pasukannya setelah selesai meninterogasi tawanan. "Oh Kapten, lama tak bertemu!" sapa El Rosyid pada kapten Al Hadid. "Rosyid! Kamu sudah pulang rupanya. Senang bisa bertemu lagi. Apa kamu punya kabar baru?" sahut kapten Al Hadid berjalan menghampiri El Rosyid. El Rosyid bangun dari tempat duduknya dan memberikan pelukan salam. "Tidak ada. Saat ini informasi yg kudapat dari pasukan Pangeran Kegelapan masih nihil. Yg ada hanya aku mendengar banyak tentang informasi kalian." jawab El Rosyid. "Hmm.. begitu ya." ucap kapten Al Hadid. "Kudengar kamu punya seorang tawanan dari pasukan musuh. Apa kamu sudah menginterogasinya?" tanya El Rosyid. "Ya, aku selama 3 hari ini berusaha mendapatkan informasi darinya. Tapi hasilnya minim. Dia lebih takut pada Pangeran Kegelapan daripada padaku." jawab kapten Al Hadid. "Apa perlu aku turun tangan?" tawar El Rosyid. "Memangnya ...

VocaWorld, chapter 111 - Angin Perubahan (Sembunyikan Diri)

Di suatu tempat di padang pasir. Seorang berjubah hitam sedang berjalan sendirian ditengah badai pasir. "Aku punya keuntungan karena ikut mereka. Aku bisa mendapatkan informasi penting dengan mudah. Tapi, anak baru itu mencurigaiku. Kupikir dengan berjalan bersama badai ini, aku bisa mengelabuinya." ujar laki-laki menoleh kebelakang dan tak melihat apa-apa kecuali pasir yg berterbangan. "Sepertinya dia tidak mengikutiku. Aku bisa ketempat mereka dengan aman." sambung laki-laki berambut hitam sebahu dengan poni menutupi mata itu sambil berjalan lagi. Tanpa disadari olehnya, ada seseorang yg mengikutinya dari belakang mengenakan jubah hitam yg ditutupi kain berwarna coklat. Dia memakai goggle dengan mulut juga ditutup oleh kain coklat. Yg terlihat jelas hanya rambut hitam pendek dibalik balutan kain coklat. "Dia mau pergi kemana? Berbeda dengan yg lain. Sepertinya dia tahu kemana ia harus pergi. Aku harus memgikutinya terus." gumam laki-laki berkain cokl...

VocaWorld, chapter 110 - Angin Perubahan (Pahlawan Datang)

Setelah peperangan di bumi tengah, sang pahlawan The White Light tak terdengar lagi kabarnya. Ada yg mengatakan kalau dia telah mati, tapi ada juga yg mengatakan kalau dia telah berhenti jadi pahlawan karena tak sanggup lagi melawan pasukan Pangeran Kegelapan yg terus bertambah dengan pesat. Dan dimasa kosong itu, dua orang pahlawan baru muncul. Dua pahlawan dari ujung timur pengguna alat yg sama dengan si cahaya putih. Seorang samurai yg mampu menembus segala pertahanan, dan seorang gadis lincah yg bisa mematahkan segala serangan dalam sekejap. Mereka adalah hembusan angin perubahan yg membawa harapan. Laki-laki berambut ungu berkimono putih seperti warna langit pagi, dan gadis berambut hijau dan berpakaian jingga dan kuning seperti langit senja. Mereka pun dikenal sebagai Angin Fajar dan Angin Senja. Nama itu sampai ke telinga Pangeran Kegelapan. Lucifer, pemimpin pasukan terbesar yg menyerang ke arah timur. "Tuan Lucifer, kita baru saja dapat kabar kalau seribu pasukan yg kita...

VocaWorld, chapter 109 - Angin Yang Tersesat

Di rumah danau, Dante terkejut mendengar suruhan Ray. Dia bangun dari tempat tidurnya. "Aniki, apa ada sesuatu sampai Aniki menyuruhku mengikutinya lagi?" tanya Dante penasaran. "Ya, menurutku kemungkin serangan apimu waktu itu telah merusak sistem pesawat karena panasnya. Dan pasti pesawat itu jatuh disuatu tempat. Aku ingin kamu mengikuti Megupo-san untuk jaga-jaga kalau misalnya dia menemukan pesawat itu atau June Black yg menemukan dia." jelas Ray. "Kita harus mengantisipasi dia dari hal yg ceroboh seperti menyerang June Black dalam keadaan hati seperti itu." sambung Ray dengan wajah serius. "Begitu ya. Aku mengerti. Baiklah aku akan segera mencari keberadaan Angin Senja." sahut Dante yg lalu mengambil jaket dan earophoidnya dan kemudian pergi dari rumah danau itu. "Mungkin aku pun harus pergi menemuinya. Aku harus mengingatkan dia dan memberitahunya tentang ini. Bagaimanapun, Angin Senja sudah seperti adik baginya." ujar Ray y...