Posts

Showing posts from January, 2017

VocaWorld, chapter 188 - Sisi Yang Lain

Synchronoid, produk baru dari prof. Kei dan Shiro Ray. Memang belum diuji sebelumnya, namun dapat dipastikan kalau benda itu jauh lebih canggih daripada earophoid. Selain punya earphone yang lebih besar, namun juga ada semacam antenna di bagian kiri dan kanannya. Gumi, orang yang di percaya untuk memiliki synchronoid tersebut kini sedang mencoba memakainya. Dan nampaknya ia juga bersiap melakukan perubahan menggunakan synchronoid tersebut. "Start up! System: on! Vocaloid mode: ready." ucap Gumi. Kemudian tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya. Itu adalah cahaya berwarna jingga. Cahaya yang perlahan menjadi semakin silau. "Megpoid!!!" lanjut Gumi ketika cahaya itu semakin menyilaukan. Dunia tempat Gumi berpijak seakan tertelan kedalam cahayanya. Bahkan saat itu ia merasa berada di dunia yang berbeda. Dunia itu dipenuhi oleh cahaya yang bergerak dalam kecepatan tinggi seperti jutaan bintang jatuh. Begitu gemerlap juga begitu indah. Keesokan harinya~ Gumi berjalan d...

VocaWorld, chapter 187 - Sampaikanlah Kepada Kelinci Jingga

Pagi hari menyapa Voca Town yang sunyi. Burung-burung berterbangan dilangit dan beberapa ada yang hinggap di atas gedung dan jendela-jendela rumah. Dengan tidak adanya manusia di kota itu, para binatang liar yang bisa melewati dinding api mulai berkeliaran di kota. Sinar matahari menembus jendela kediaman prof. Kei. Cahaya matahari yang jatuh di wajah Miku membuatnya terbangun. Miku membuka matanya dengan perlahan. "Selamat pagi.." ucap prof. Kei yang terlihat sedang bersantai sambil minum kopi. Prof. Kei duduk di kursi di seberang sofa tempat Miku berbaring. "Se-selamat pagi.." sahut Miku yang belum sepenuhnya membuka matanya. Miku bangkit dari tidurnya dan duduk di sofa. Sambil mengucek matanya ia menguap. Miku menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tahu ada dimana dia. Namun ia merasa asing kemana pun ia melihat. Ia belum pernah melihat tempat itu sebelumnya. "Ada dimana aku?" tanya Miku yang tampak masih setengah mengantuk. "Kamu sedang berad...

VocaWorld, chapter 186 - Seperti Di Masa Lalu

Di sebuah pusat perbelanjaan, lebih tepatnya diatas atapnya, Hatsune Miku terkepung oleh sekelompok makhluk hitam yang di pimpin oleh June. Miku terpojok diantara para minor dan June. Dan disaat itulah tiba-tiba muncul sosok misterius yang mengalihkan fokus June dan menyita seluruh perhatian minor disekitarnya. Seakan sebuah cahaya yang lebih terang bersinar memudarkan cahaya lain yang lebih redup darinya. June tak bisa mengabaikan sosok misterius tersebut dan akhirnya ia memutuskan untuk berurusan dengan sosok itu terlebih dahulu sebelum dengan Miku. Dan ia tidak tahu kalau ternyata sosok itu adalah Shiro Ray. "Serang dia!" perintah June pada para makhluk hitam yang di pimpinnya. Para minor itu pun langsung menuju ke arah Ray yang masih berdiri diatas pagar tangga darurat. "Exchange focus, switch person." ucap Ray. Seketika para minor itu langsung mengubah arah lari mereka yang tadi ke arah Ray kini jadi ke arah June. June kaget dengan apa yang terjadi. Dan an...

VocaWorld, chapter 185 - Sang Cahaya Yang Menjadi Bayangan

Hatsune Miku, seorang gadis berambut kuncir dua nampak sedang berjalan sendirian di sebuah kota yang kosong. Itu adalah kota yang sepi sejak serangan terakhir dari Dante sang Pangeran Kegelapan yang mengakibatkan semua warga kota tersebut diungsikan ke kota sebelah. Dinding api yang menjulang tinggi terlihat di perbatasan kota mengasingkan kehidupan yang tersisa di kota tersebut. Miku saat ini sedang mencari keberadaan Luka yang menghilang setelah menghilangnya Shiro Ray yang tiba-tiba. Ia berinisiatif mencari seniornya di sekolah itu sendirian tapi sepertinya itu akan sangat sulit mengingat Voca Town bukanlah sebuah kota yang kecil. "Kemana sih perginya dia? Kalau tahu begini aku harusnya minta ditemani Kaito-senpai." keluh Miku sambil menoleh ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan orang yang dicarinya itu. "Kaito-senpai~ kalau bareng senpai pasti nyari sampai bulan depan pun aku kuat. Hehehe~" ujar Miku sambil membayangkan seniornya yang tampan. Miku tenggela...