Posts

Showing posts from November, 2014

LINE Dragon Flight Story, chapter 10 - Jatuhnya Kapak Baja

Rikka menaiki naganya dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya. "Bonar makan ini!" suruh Rikka melemparkan sesuatu ke udara. Benda kecil hijau berkilau itu kemudian dimakan oleh Bonar. "Popeye Power Candy!" ucap Rikka. Kemudian keluar aura kehijauan disekitar tubuh Bonar sambil berpose menekuk otot lengannya layaknya binaragawan. "Maju!" perintah Rikka. Kemudian Bonar langsung berlari dan melompat laly memukul wajah bagian kiri Balrog raksasa. "Apa ini?! Naga ini pukulannya kuat sekali?!!" ucap Balrog dalam hati terkejut saat terdorong oleh pukulan Bonar. Tubuh Balrog pun terpental jauh kebelakang akibat pukulan tersebut hingga akhirnya berguling-guling ditanah hingga hampir mencapai perbatasan kota. "Aku tak tahu kau bisa sehebat itu." ujar Torn. "Aku memang tidak sehebat itu. Ini hanya pengaruh dari permen ciptaan majikanku." balas Bonar. Saat itu Torn menjatuhkan kapak yang sedari tadi dia jepit dengan kedua telapak...

Memo, chapter 11 - Hari Terakhir MOS | part 1

Arya berada di ruang UKS karena babak belur diinjak-injak oleh seorang gadis setelah tak sengaja menabrak majikannya. "Hari terakhir MOS, masih saja kena sial. Ampun dah." gerutu Arya sambil menggaruk kepala nya. "Kupikir kamu saat ini sudah tak apa. Aku sudah membersihkan lukamu dan membalutnya dengan plester." ujar seorang siswi perempuan yang kelihatannya dia anggota PMR yang tugas jaga UKS. "Ya, terima kasih, senior." sahut Arya. "Sama-sama.." balas siswi itu tersenyum. Arya keluar dari UKS dan tepat di depan pintu, ada seorang gadis sesama murid baru yang sudah menunggunya. "Kamu tidak apa-apa kan? Tak ada tulang yang patah kan?" tanya gadis itu dengan wajah khawatir. "Tidak kok. A-aku tidak apa-apa." sahut Arya dengan gugup. Ini pertama kalinya ada gadis manis yang mengkhawatirkannya. "Syukurlah.. maafkan temanku ya, eh maksudku pelayanku. Dia memang selalu berlebihan." sambung gadis berambut ikal hany...

LINE Dragon Flight Story, chapter 9 - Ksatria Naga

Elli sedang berjalan-jalan di tengah kota Rimpolly bersama Torn dan Bonar. Kemudian tiba-tiba ada ribut-ribut dan banyak orang berlarian. "Maaf paman, kenapa paman lari-lari seperti itu? Apa yang terjadi?" tanya Elli pada seorang bapak-bapak yang lewat. "Disana terjadi perampokan, dan mereka adalah gerombolan rampok kapak baja." jawab bapak itu. "Kapak baja?! Dimana?" tanya Elli lagi ingin tahu lebih jelas. "Mereka sedang di depan bank. Sebaiknya nona lari, bahkan dengan nada pun mustahil mengalahkan mereka." jawab bapak itu lagi. "Hah? Apa mereka sehebat itu?" ucap Elli sedikit kaget. "Bukan hanya hebat, nona. Tapi mereka juga bisa berubah jadi raksasa saat ini." tambah bapak itu. "Raksasa?!" ucap Elli semakin terkejut. Bapak itu pun kemudian lanjut lari meninggalkan Elli disana. "Sepertinya mereka berhasil membuat nona Rikka membantu mereka. Tapi kenapa? Tidak biasanya nona Rikka mau bernegosiasi deng...

VocaWorld, chapter 129 - Angin Perubahan (Cahaya Tanda Akhir Peperangan)

Tempat yang diduga markas pusat pasukan Pangeran Kegelapan saat ini sudah dibom oleh 5 pesawat jet pasukan mindy sekutu. Namun mereka tak tahu tempat yang terakhir gagal dihancurkan. Sosok anak laki-laki terlihat berdiri dekat jendela dengan tangan berselimutkan api hitam. Tidak lain dan tidak bukan dia adalah Dante yang sedang memendam amarah. Dia melihat kapten-kaptennya tergeletak dijalanan. "Haaaaaaaaa!!! Sialaan!!! Akan kumusnahkan kalian semua!!!" teriak Dante yang meledak amarahnya. Dante bergegas menuju singgasana nya dan duduk disana. Kemudian dia menaruh kedua tangannya di pegangan berbentuk bundar itu. Pegangan itu pun bercahaya kemerahan dan tempat itu tampak bergetar. Dari luar terlihat bagian paling atas geraja itu terbang berpisah dengan pondasinya. Ternyata itu adalah sebuah pesawat besar yang saat ini terbang makin tinggi. "Pertama, akan kuhabisi kalian dulu!" ucap Dante. Pesawat itu pun berputar ke belakang dan menghadap tepat ke arah kelima pe...

LINE Dragon Flight Story, chapter 8 - Balas Budi

Gerombolan perampok kapak baja tampak kembali menuju ke kota Rimpolly. Hampir semuanya ikut dengan Balrog sang ketua. "Sam, kau tunggu saja disini. Jaga gadis itu sampai kabur. Biar kamu yang menguji apakah ramuannya berhasil atau tidak." suruh Balrog pada Sam. "Baiklah, saya mengerti, tuan Balrog." sahut Sam. Balrog pun berjalan meninggalkan Sam. Saat itu ternyata sudah pagi. D terlihat bermalam dihutan diatas dahan pohon dengan membuat tempat tidur gantung. Kemudian dia terbangun akibat mendengar suara jejak kaki dari arah padang rumput. D langsung bergegas membereskan tempat tidur gantung itu dan memasukannya ke dalam tas ransel yang ia bawa. D pun mengintip gerombolan perampok yang menuju ke arah kota Rimpolly. "Sepertinya tujuan mereka sudah tercapai. Mereka pasti memiliki sesuatu yang dahsyat sampai berani menyerang kota Rimpolly secara terang-terangan kali ini." pikir D. D tak lupa mengintip ke arah tempat para perampok itu keluar. "Jadi ...

VocaWorld, chapter 128 - Angin Perubahan (Angin Hapuskan Keheningan)

Kamui ada di sebuah tempat yang sangat gelap. Dia terbaring disana dan tidak bisa apa-apa. "Mau sampai kapan kamu berbaring disana?" terdengar suara laki-laki menggema. "A-ayah.." ucap Kamui mengenali suara tersebut. "Bangunlah.. sekarang bukan saatnya untukmu bersantai-santai seperti itu." sambung suara itu terasa makin dekat. "Ta-tapi, aku sudah dikalahkan.. aku terlalu malu untuk bangun.." jawab Kamui masih berbaring. "Apa maksudmu? Kamu ini seorang samurai." balas suara itu. "Bagi seorang samurai, sangat memalukan saat kalah tapi tetap bersikeras melawan. Ayah tahu itu kan?" kata Kamui keras kepala. "Ya, samurai memang mesti malu saat dia kalah dalam pertarungan atau peperangan." ujar suara itu. "Ka-kalau begitu, aku tidak salah kan?" sahut Kamui. "Jangan berpikir seperti orang bodoh.." balas suara itu. Kemudian muncul sosok laki-laki disamping Kamui. Dia berambut ungu panjang, mengg...

Memo, chapter 10 - Sial

Rere terlihat berdiri di depan gerbang seperti menunggu sesuatu. Lalu datanglah Sindy menghampirinya. "Rere, sedang apa kamu disini? Ayo kita segera berkumpul dengan yang lain." ajak Sindy. "Tapi belum semuanya siswa datang." balas Rere. "Maksudmu anak bernama Arya itu? Dia sudah ada sejak pagi kok." ujar Sindy. "Hah? Yang benar? Tumben dia datang pagi." kata Rere berbalik ke arah Sindy. "Iya, dia datang pagi-pagi banget. Padahal para senior saja belum datang." jawab Sindy. "Tunggu sebentar, jadi kamu juga datang pagi-pagi? Disaat yang bersamaan dengan dia? Bagaimana bisa?" tanya Rere dengan tatapan curiga. "Aku juga tidak tahu. Aku datang pagi juga karena terbangun jam 3 pagi dan tak bisa tidur lagi. Mungkin hanya sebuah kebetulan." jawab Sindy sambil tersenyum. "Pasti kamu dapat inspirasi dari mimpi lagi kan? Dasar penulis." ujar Rere. Sindy hanya tersenyum mendengarnya. "Ya udah, ayo kita ...

LINE Dragon Flight Story, chapter 7 - Anak Laki-Laki Itu

Rikka diculik, Elli yang kebingungan mendapatkan bantuan dari orang misterius yang mengaku bernama D. "D? Nama yang aneh." komentar Elli. "Ya, mereka semua yang pernah bertemu denganku memang berkata begitu pada awalnya. Tapi sebagian besar dari mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi saat ini." jawab D. "Nona, tanyakan padanya apa dia tahu siapa yang menculik nona Rikka." pinta Torn. "Baiklah." sahut Elli. "D, apa kamu tahu siapa yang menculik Rikka-chan?" tanya Elli. "Ya, aku tahu. Tapi aku tak bisa mengatakannya disini." jawab. "Kenapa?" tanya Elli. "Kita harus mengantisipasi akan adanya mata-mata di sekitar sini." jelas D. "Dia orang yang sangat hati-hati. Dia pasti bukan pengelana biasa." pikir Torn. "Ayo kita cari tempat lain untuk berbicara." ajak D. "Tempat lain?" ucap Elli. "Ya mungkin kita bisa cari tempat yang sedikit sepi dan rahasia." sahut D. ...

VocaWorld, chapter 127 - Angin Perubahan (Cahaya Melepas Kegelapan)

Pasukan mindy yang dipimpin oleh kapten Al Hadid mulai berjatuhan satu persatu oleh jebakan Stink. "Sekarang saatnya puncak kesenangan dimulai." ucap Stink tampak berdiri diatas penutup lubang pembuangan air di tengah jalan. "Kalian hati-hati pada setiap serangga disini." ujar kapten Al Hadid pada pasukannya yang masih tersisa. "Baik, kapten." sahut pasukannya. Saat itu mereka semua sedang bersembunyi disebuah gang sempit yang terlihat bersih sehingga tak ada tempat serangga bersembunyi. "Oh ya, aku membawa alat itu. Mungkin itu ada hubungannya dengan ini." ujar kapten Al Hadid baru ingat dengan isi tasnya. Kapten Al Hadid tampak membuka tasnya. Dan disaat yang bersamaan, keluarlah asap hitam ke unguan dari saluran air bawah tanah. "Hahaha.. maaf saja. Sepertinya semuanya sudah selesai, Silencer." ujar Stink dengan percaya diri. Asap hitam keunguan mulai menyebar luas hingga ke jalan utama. Stink yang merasa sudah menang pun ber...