Memo, chapter 8 - Pulang Sekolah 1
Saatnya pulang sekolah. Arya berjalan menuju gerbang, namun tiba-tiba ada seorang gadis dengan rambut ponytail menabraknya. Karena saat itu dia sedang berjalan tepat disamping seseorang bertubuh besar, akhirnya Arya menabrak anak tersebut. Anak itu pun terhuyung dan menabrak senior yang sedang bermain basket. Tepat saat senior itu hendak melakukan shoot 3 poin. Karena tertabrak, shoot itu gagal dan bolanya malah mengarah menjauh dari ring dan keluar lapangan lalu mengenai kepala Rere yang sedang ngobrol dengan Sindy.
"Hei, jangan lempar sembarangan! Bisa main gak sih!" bentak Rere kesal.
"Waaaahhh gawaaaatt?!! Itu Rere!!" ucap teman dari senior yang melempar bola tadi.
"Mampus!" ucap senior yang melempar bola.
Rere memungut bola basket itu dan mengambil ancang-ancang bersiap melempar.
"Ini baru namanya lemparan!" ucap Rere sambil melempar bola sekuat tenaga.
Bola basket itu melesat dengan kecepatan tinggi dan menghantam wajah senior tadi. Senior itu terdorong kebelakang dan menabrak anak bertubuh tambun yang menabraknya beberapa saat tadi. Lalu anak itu tampak hendak menabrak Arya. Arya berusaha menghindar dengan berputar berbalik ke arah belakang, namun ia malah menabrak seorang gadis. Arya dan gadis itu pun sama-sama terjatuh dan terduduk ditanah.
"Ma-maaf.. aku tidak sengaja. Kamu tidak apa-apa?" tanya Arya.
"Ya, tidak apa-apa kok.." jawab gadis berambut kemerahan belah tengah itu.
Namun gadis itu menjawab dengan ekspresi meringis seperti menahan sakit. Arya melihat hal itu, dan ia mengerti.
"Kamu gadis yang baik. Menahan sakitmu sendiri karena tak ingin merepotkan orang lain. Namun walau begitu.." ujar Arya sambil berdiri lagi.
"..tak ada salahnya menerima uluran tangan orang lain." sambung Arya sambil mengulurkan tangannya pada gadis itu.
"Menyingkir dari nona muda!!!" teriak seseorang dari belakang dan langsung menendang punggung Arya.
Arya pun terpental dan jungkir balik berguling-guling ditanah lalu ambruk tengkurap tak bangun lagi.
"Jangan berani menyentuh nona muda seenaknya! Mengerti!!" bentak orang itu yang tak lain adalah seorang perempuan berusia 20 tahunan dengan pakaian pelayan.
"Kenapa kamu malah menendangnya?" tanya gadis yang masih terduduk ditanah itu.
"Dia tak pantas menyentuh anda, Nona. Ayo kita segera pulang. Ayah anda sedang menunggu dirumah." ucap pelayan itu dengan nada yang sopan.
Gadis itu pun dibantu berdiri oleh pelayan itu dan mereka pun pergi meninggalkan Arya yang masih belum bangun lagi.
"Kenapa aku hari ini sial banget?" ujar Arya saat mendongahkan kepalanya melihat kedepan.
Catatan hari ini:
Kita sebenarnya terhubung dengan orang disekitar kita. Jika kita melakukan kebaikan pada orang lain, maka secara tidak langsung kita melakukan kebaikan pada diri sendiri. Begitu pula sebaliknya.
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.