Memo, chapter 7,5 - Reaksi

Rere dan Sindy pergi menuju kantin. Mereka berdua berjalan sambil membicarakan sesuatu.
"Bocah itu ngeselin banget. Dia mempermainkanku dengan perkataannya. Lagipula dapat darimana dia semua kata-kata itu. Dia seperti tahu harus jawab apa sebelum aku selesai bicara." gerutu Rere dengan wajah kesal.
Sindy hanya senyum-senyum mendengar perkataan Rere.
"Kenapa kamu malah senyum-senyum, Sindy. Aku lagi kesel nih!" ujar Rere.
"Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya melihat sesuatu yang tidak biasanya." jawab Sindy sambil tetap senyum.
Mereka pun sampai di kantin. Dan Rere langsung saja menghampiri bibi penjaga kantin.
"Bi, saya mau bayar makanan orang yang tadi pagi." kata Rere pada Bibi penjaga kantin.
"Yang tadi pagi? Oh.. adek yang dipaksa diajak makan oleh dek Rere itu ya. Dia sudah bayar sendiri kok." jawab Bibi itu.
"Oohh.. jadi kamu mengajak seseorang makan. Karena itu kah kamu tidak ikut event tanda tangan itu?" kata Sindy dengan nada menggoda dari belakang.
"Tidak-tidak.. aku tidak mungkin mengajak seseorang makan bersamaku. Apalagi jika itu laki-laki." tolak Rere.
"Oohh.. jadi dia laki-laki." sahut Sindy lagi.
"Sial, aku dijebak." ucap Rere langsung tertunduk lesu sambil memegang meja.
"Oh ya, dek Rere. Ada pesan dari adek yang tadi pagi." ujar Bibi penjaga kantin.
Bibi penjaga kantin terlihat menyodorkan secarik kecil kertas. Rere mengambilnya dan membacanya.
"Terima kasih traktirannya. Aku senang sekali." baca Rere pada tulisan di kertas itu.
"Hah? Dia kan bayar sendiri, kenapa dia masih bilang aku menraktirnya. Pake terima kasih segala lagi. Apa maksudnya?" ucap Rere setelah membaca itu.
"Nah saat dek Rere berkata begitu, dia bilang untuk menyerahkan ini juga." tambah Bibi penjaga kantin memberikan secarik kecil kertas yang lain.
"Tak perlu kamu yang bayar. Karena, saat mendengarmu mau mentraktirku pun sudah membuatku senang." baca Rere para kertas itu.
Kertas ditangan Rere langsung terjatuh setelah membaca nya. Dan Rere langsung terdiam mematung.
"Rere, ada apa?" tanya Sindy yang bingung.

Catatan hari ini:
Setiap aksi pasti akan berakibat reaksi.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】