LINE Dragon Flight Story, chapter 4 - Rumor

Duran, saat itu sedang terbang dengan menaiki naganya yaitu Moonlight. Kemudian dia melihat seorang pemuda sedang berjalan menyeret sebuah jasad rusa.
"Siapa itu? Pemburu hewan?" pikir Duran saat melihat pemuda itu.
Pemuda itu pun menengok ke atas melihat seekor naga terbang diatasnya.
"Tidak, sepertinya bukan dia." ucap pemuda itu pelan.
Duran pun melanjutkan terbang ke timur. Melihat Duran pergi, pemuda itu mengikutinya dengan berjalan kaki.
"Tapi, tidak ada salahnya mengikutinya. Aku punya firasat baik tentang ini." ujar pemuda itu sambil melangkah dan tersenyum.
Tak jauh dari tempat pemuda itu, terlihat seekor naga yang tak sadarkan diri dan sesosok tubuh manusia yang berlumuran darah tergeletak di tanah. Duran terbang dengan kecepatan tinggi, sepertinya dia hendak mencari tempat bermalam sebelum gelap.
"Apa kau sudah melihat tempat untuk kita bermalam, Moonlight?" tanya Duran pada naganya.
"Ya, saya dapat melihat sebuah kota sekitar 100 KM dari sini." ujar Moonlight.
Mata naga memang punya daya penglihatan yang luar biasa. Mereka bisa melihat dari jarak jauh selama itu tidak terhalang suatu objek dengan penglihatan Scope Eyes.
"Baguslah. Aku tak ingin bermalam di alam liar untuk saat ini. Karena aku mendengar rumor, banyak Dragon Rider yang diserang saat di alam liar." kata Duran.
"Diserang?!" ucap Moonlight.
"Ya. Itu yang kudengar dari beberapa pedagang yang kita temui sebelumnya." sahut Duran.
Sebelumnya Duran memang menolong seorang pedagang yang karavan nya terguling ke sebuah parit. Duran yang melihat itu membantu mereka dan menyuruh Moonlight membalikkan gerobak yang terguling ke parit. Dan setelah itu para pedagang mulai membicarakan tentang sebuah rumor.
"Nona nampaknya seorang Dragon Rider. Nona harus berhati-hati mulai sekarang." ujar salah satu pedagang yang memimpin karavan.
"Hati-hati pada apa?" tanya Duran yang heran.
"Sejak 2 bulan terakhir, banyak ditemukan jasad Dragon Rider yang tewas mengenaskan." jawab pedagang tersebut.
"Tewas mengenaskan?!" ucap Duran terkejut.
"Ya, kebanyakan dari mereka tewas dengan kepala terpenggal." jelas pedagang itu.
"Memenggal kepala seorang Dragon Rider?! Itu mustahil! Mereka kan naik naga!" kata Duran tak percaya.
"Tapi, memang itulah yang terjadi." sahut pedagang itu.
"Karena itu, sebaiknya nona mesti lebih berhati-hati mulai sekarang." sambung pedagang itu.
Karena hal itulah Duran saat ini memilih untuk bermalam di penginapan malam ini sampai keadaan aman kembali.

Duran pun sampai di sebuah kota yang lumayan ramai. Banyak pedagang yang masih berjualan meskipun saat itu matahari telah terbenam. Para pedagang itu berjualan dibawah cahaya remang-remang lampu. Duran mendaratkan naganya dan berjalan menyusuri kota.
"Kota ini, padahal sudah malam tapi masih ramai saja." komentar Duran terkejut melihat keadaan kota itu.
Saat dia berjalan tiba-tiba dia mencium aroma makanan yang begitu lezat.
"Apa kamu menciumnya, Moonlight?" tanya Duran.
"Ya, sepertinya ini wangi makanan yang lezat." sahut Moonlight yang terlihat mengendus-endus.
Mengikuti arah bau itu berasal, mereka pun menemukan sebuah kedai makanan.
"Asalnya dari sini." ucap Duran.
Duran kemudian masuk kedalam dan langsung memesan.
"Dasar nona Duran, kalau nyium aroma makanan pasti langsung kepincut." ujar Moonlight dalam hati.
Moonlight hanya menunggu diluar karena memang ukuran tubuhnya tidak memungkinkan untuk masuk kedalam. Di dalam kedai, Duran langsung memesan daging dan makanan paling enak yang ada disitu. Saat sedang makan, ada beberapa orang yang tampak sedang membicarakan sesuatu yang seru di meja sebelah Duran.
"Beberapa bulan ini banyak sekali orang hilang dan pembunuhan sadis dimana-mana." ucap seorang bapak-bapak pada temannya.
"Iya benar sekali. Beberapa dari orang hilang itu adalah mantan pejabat tinggi atau ksatria dari kekaisaran Dracon." tambah temannya.
"Ah yang bener?" ujar temannya yang satu lagi.
"Beneran. Masa sih tidak percaya? Apa tampangku ada tampang pembohong?" sahut orang yang pertama.
"Bukan tampang pembohong sih, tapi tampang kriminal. Hahaha.." ejek orang yang ketiga.
"Bicara soal kriminal. Semua orang yang hilang juga yang tewas itu, mereka semua memang kriminal. Mereka rata-rata adalah penjahat." potong orang yang kedua.
"Tuh dengar, sebaiknya kamu hati-hati. Haha.. kamu kan tampang kriminal." ujar orang ketiga sambil menunjuk muka orang pertama.
"Daripada kau, tampang mesum." balas orang pertama.
"Apa mereka sedang membicarakan tentang para Dragon Rider?" kata Duran dalam hati.
Tapi karena sedang makan, Duran lebih memilih untuk melanjutkan makan daripada memikirkan hal tersebut.
"Ah perutku benar-benar penuh. Kenyang banget dah. Spaghetti jamur nya benar-benar mantap. Tapi tetap tidak bisa mengalahkan lezatnya daging. Haha.." ucap Duran keluar dari kedai itu.
"Moonlight, sekarang kita cari penginapan!" sambung Duran melihat ke arah Moonlight yang menunggu dari tadi.
"Baik, nona Duran." sahut Moonlight.

Di tempat lain, seorang pemuda berkemah dan menyalakan api unggun untuk menghangatkan dirinya. Itu adalah pemuda yang sama yang mengikuti Duran sebelumnya.
"Di depan sana adalah kota Rimpolly, jadi dia sepertinya kesana. Apa dia sedang mencari jamur Alice?" gumam pemuda itu.
Kemudian terdengar suara dari semak.
"Kebetulan aku sedang lapar.." ucap pemuda itu melirik ke arah semak.
Dan terlihatlah sesosok kelinci keluar dari semak.
"..tuan kelinci." sambung pemuda itu sambil tersenyum.
Kelinci itu pun lari ketakutan melihat pemuda itu. Tapi tiba-tiba saja sebuah anak panah menembus tubuh kelinci itu dan menancap di pohon. Dan pemuda itu pun makan malam dengan daging kelinci.
"Beberapa hari ini, elang pengantar pesan sering gagal mengirim setiap pesanku. Aku tak tahu kenapa, pesan yang aku kirimkan selalu kembali kepadaku. Ini aneh." pikir pemuda itu sambil menyantap daging kelinci panggang itu.
Saat sedang makan, muncul sesosok manusia berjubah abu-abu gelap dibelakang pemuda itu.
"Ada apa muncul disaat seperti ini?" tanya pemuda itu.
"Saya baru saja mendengar rumor aneh." jawab sosok itu.
"Rumor apa?" tanya pemuda itu lagi.
"Rumor tentang anda, tuan D." jawab sosok itu.
"Ooh.. jelaskan!" suruh pemuda bernama D itu.
Sosok dibalik kegelapan itupun menjelaskan tentang rumor yang sedang beredar di daerah itu saat ini.
"Hmm.. begitukah?" ujar D.
"Jadi apa yang akan anda lakukan?" tanya sosok itu.
"Memastikannya tentunya." jawab D.
D melempar sekantung uang ke arah sosok itu, dan sosok itu pun menangkapnya.
"Itu bayaranmu." ujar D.
"Terima kasih. Senang berbisnis dengan anda. Oh ya, ada bonus untuk tuan. Kapak Baja. Mengumpulkan. Rimpolly. Untuk saat ini hanya itu saja. Selamat malam.." ujar sosok itu lalu menghilang dibalik kegelapan.
"Rimpolly hah? Sepertinya aku harus mulai berjalan lagi saat subuh." ujar D.

To be continued..

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】