Memo, chapter 6 - MOS 3

Arya berjalan menuju ke ruang kelas tempat kelompok MOS nya harus berkumpul. Karena, saat MOS mereka belum punya kelas, jadi para siswa baru dikumpulkan dalam bentuk kelompok. Dan masing-masing kelompok diberi nama yg unik oleh senior.
"Nama macam apa ini? 'Pecinta Tahu Yang Menyukai Tempe'?" komentar Arya saat membaca tulisan pada kertas yg tertempel dijendela kelas tersebut.
Arya kemudian masuk dengan ragu-ragu, didalam kelas sudah ramai.
"Bagaimana ini? Kenapa aku jadi gugup begini?" gumam Arya dalam hati saat hendak melangkahkan kakinya masuk ke kelas.
"Awas!!" teriak seseorang dari belakang.
Seorang perempuan pun menabrak Arya dari belakang dengan keras. Arya terjatuh dan tersungkur masuk ke kelas dengan wajahnya mendarat dilantai.
"Oohh.. maaf, aku sedang buru-buru. Hehehe.." kata gadis bergaya rambut ponytail itu.
"Ya, tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa ditabrak lari oleh orang." sahut Arya sambil bangun.
Gadis itu pun kembali berlari menuju ke ruang kelasnya sendiri.
"Rok biru? Jadi dia juga siswa baru sepertiku." pikir Arya yang sekilas menengok kebelakang.
"Hahaha.. cara masuk kelas yang bagus, bro." ucap salah seorang siswa baru yang sudah ada didalam kelas.
Arya hanya bisa tersenyum paksa, karena tidak bisa menjawab. Dan tiba-tiba ada yang masuk ke kelas dengan cara seperti Arya. Wajahnya mendarat ditanah dengan pantat nungging. Lalu tiba-tiba dia bangun lagi.
"Bagaimana keren tidak? Itu adalah cara masuk ke kelas anti mainstream tahun 2014." kata siswa yg ternyata adalah si mata sipit.
Sambil mengacungkan jempolnya, dia terlihat sangat percaya diri kalau itu keren. Seluruh siswa dikelas pun hanya bisa bengong dan menatap aneh.
"Saking kerennya sampai tidak bisa berkata-kata ya? Aku memang hebat.." ucap si mata sipit memuji dirinya sendiri.
Arya hanya bisa tersenyum aneh melihat tingkah si mata sipit.
"Dia aneh, tapi yang barusan itu menyelamatkanku dari rasa malu ini. Sepertinya aku harus berterima kasih." komentar Arya dalam hati.
Lalu ada yang masuk dengan cara yang sama lagi. Kali ini ternyata si wajah tanpa ekspresi.
"Lagi?!" ucap Arya kaget.
Tapi si wajah tanpa ekspresi itu tidak mempermasahkannya dan langsung pergi mencari tempat duduk.
"Mereka begitu perhatian. Padahal baru kenal." ucap Arya yang mulai terharu.
Tak lama kemudian ada senior laki-laki yang masuk dengan cara tersungkur juga.
"Sialan, tas siapa nih yang diletakan di depan pintu!!!" ucap senior itu saat bangun.
"Itu tasku?!!" ucap Arya terkejut.

Catatan hari ini:
Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama, karena sekali kamu ragu maka akan berakhir dengan kecerobohan.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】