VocaWorld, chapter 69 - Kekuatan Hati Yang Terguncang

Siang hari yg cerah itu, terdengar suara petir menggelegar di angkasa. Suara yg cukup keras hingga membuat Kamui terbangun dari meditasinya. Meiko yg sedang berada di rumahnya menonton TV pun kaget mendengar suara petir itu. Begitu pula dengan Luka yg sedang membaca buku di ruang baca. Dan di tengah hutan yg tampak terbakar, terlihat Kaito yg tergeletak.
"Tubuhku, tak bisa bergerak." ucap Kaito yg terkapar dengan tubuh gemetar.
Miku, Rin dan Len sudah sampai ke rumah. Mereka menemui Meiko yg sedang menonton TV.
"Kalian habis darimana?" tanya Meiko pada mereka bertiga.
"Meiko-nee, lihat kumbang yg ku tangkap ini? Besar kan?" ucap Len sambil menunjukkan kumbang badak yg ditangkapnya.
"Wah.. iya.." sahut Meiko.
"Meiko-san.." panggil Miku.
"Ada apa, Miku-chan?' tanya Meiko.
"Bisa bicara berdua saja sebentar.." jawab Miku.
Akhirnya Meiko pun berbicara berdua dengan Miku di lorong sementara Rin dan Len di ruang tengah nonton TV.
"Ada apa sih? Ada masalah apa?" tanya Meiko yg heran dengan tingkah khawatir Miku.
"Ini tentang Kaito-senpai." jawab Miku.
"Emang ada apa dengan Kaito?" tanya Meiko lagi.
"Dia bertarung dengan Shiro Ray dan temannya seorang diri." jawab Miku.
Meiko pun kaget, matanya terbuka lebar. Di hutan tempat Kaito terkapar, terlihat Kamui sudah berada di samping Kaito. Saat itu Kamui sudah dalam keadaan barubah.
"Kaito-dono tidak apa-apa?" tanya Kamui sambil berusaha membangunkan Kaito.
"Aku tidak apa-apa. Hanya saja seluruh tubuhku saat ini mengalami shock. Aku tak bisa menggerakan tubuhku." jawab Kaito.
"Baiklah kalau begitu. Biar saya membawa anda kembali ke rumah." sahut Kamui sambil memapah Kaito.
Kamui pun membawa Kaito melesat ke arah kediaman Gakupo. Mereka tampak melesat melalui pepohonan lalu melompat dari atap ke atap rumah setelah keluar dari area hutan. Lalu di rumah Miku terlihat Meiko sedang menelpon.
"Bagaimana Meiko-san? Sudah ada jawaban?" tanya Miku.
"Tidak, masih belum." jawab Meiko.
Lalu Meiko pun coba menelpon lagi.
"Diangkat!" ucap Meiko saat tahu ada yg menjawab panggilannya.
"Ini siapa?" tanya suara Kamui.
"Ini Sakine Meiko, apa Kaito sudah pulang?" jawab Meiko lalu bertanya balik.
"Meiko-dono.. cepatlah kemari. Saya butuh bantuan anda disini." ucap suara Kamui dari telpon itu.
"Ba-Baik.." sahut Meiko.
Kemudian Meiko pun langsung berlari keluar.
"Meiko-san tunggu aku!" panggil Miku yg berlari dibelakang Meiko.
Kemudian Miku berhenti sejenak.
"Rin-chan, Len-chan, kalian jaga rumah dulu. Kami mau pergi keluar sebentar." ucap Miku pada Rin dan Len yg ada di dalam rumah.
"Ya!" sahut Rin dan Len dengan suara keras.
Kemudian Miku pun menyusul Meiko.
"Ada apa dengan mereka? Nampaknya sibuk sekali." ucap Len.
"Tidak tahu dah, mereka memang membingungkan." sahut Rin.

Di kediaman Gakupo, Kaito terbaring lemah di futon. Di dalam kamar yg cukup luas itu, Kaito hanya bisa menatap langit-langit kamar.
"Kaito-dono, beristirahatlah sebentar. Pejamkan mata anda. Meiko-dono dan Miku-dono akan segera datang kemari." ujar Kamui yg duduk di samping futon Kaito.
"Ya, terima kasih. Baiklah, aku akan coba pejamkan mataku." sahut Kaito lalu memejamkan matanya.
Tidak lama kemudian, Meiko dan Miku tampak sudah sampai di pintu depan.
"Gakupo-san, buka pintunya. Ini aku, Meiko." panggil Meiko sambil mengetuk-ngetuk pintu depan itu.
Kamui pun bergegas ke pintu depan lalu membukanya.
"Dimana Kaito?" tanya Meiko tampak terengah-engah habis berlari.
"Dia ada di kamarnya. Ayo ikuti saya." jawab Kamui.
Lalu Kamui pun berjalan di depan, dan Meiko dan juga Miku pun mengikutinya menuju kamar Kaito.
"Kaito!", "Kaito-senpai!" ucap Meiko dan Miku saat membuka pintu kamar Kaito.
Terlihat Kaito sedang berbaring dan memejamkan matanya.
"Kaito-senpai.. kamu tidak apa-apa?" tanya Miku saat mendekati Kaito.
"Tahan Miku-chan, mungkin dia sedang tidur. Jangan di ganggu." ucap Meiko.
Namun kemudian Meiko sadar kalau ada yg aneh dengan kamar Kaito itu. Dan ternyata memang terlihat banyak poster tokoh anime perempuan dengan gaya rambut twintail tertempel di dinding kamar itu. Meiko pun langsung geram, ekspresinya tiba-tiba saja berubah jadi mirip setan. Dan Meiko pun langsung memukul perut Kaito.
"Bangun kau sialan!" ucap Meiko dengan logat preman nya saat memukul perut Kaito.
Kaito pun langsung terbangun dan kesakitan dibagian perutnya. Dan tubuhnya langsung mengeluarkan keringat dingin menahan rasa ingin muntah akibat pukulan Meiko.
"Meiko, kau rupanya. Kenapa tiba-tiba saja memukulku?" tanya Kaito sambil menahan sakit mengetahui ada Meiko disampingnya.
Miku tampak melirik dan memperhatikan ke seluruh bagian kamar yg tertempel poster. Wajahnya langsung memerah saat itu.
"Dasar maniak twintail sialan! Apa maksudnya semua poster ini hah!!?" pekik Meiko sambil mengangkat kerah Kaito.
"Me-Meiko, aku tidak bernapas.. lepaskan aku.. nanti aku.. jelaskan.." ucap Kaito merasa sesak.
"Twintail, twintail, semuanya bergambar gadis berkuncir 2 sepertiku. Apa.. Kaito-senpai membayangkan mereka adalah aku? Tidak.. ini kenapa aku berpikir seperti itu. Tapi jika Kaito-senpai melakukannya.. itu berarti.." ucap Miku dalam hati mulai menduga-duga.
Wajah Miku semakin memerah dan dia memegang kedua pipinya saat itu.
"Kaito! Jelaskan padaku apa maksudnya!" bentak Meiko lagi.
"Ma-makanya.. lepaskan aku dulu.." sahut Kaito dengan sesak.
Meiko pun melepaskannya. Kaito yg masih lemah tampak berbaring kembali.
"Poster?! Ini pasti kerjaan Gakupo!!!" teriak Kaito dalam hati lalu melirik tajam ke arah Kamui.
Kamui hanya tampak bersiul-siul sambil melihat ke segala arah.
"Me-Meiko-san.. lihat.. diatas juga ada.." ucap Miku sambil menunjuk ke langit-langit.
Ternyata disana ada poster Ag*ta S*yaa dari anime Sk*t D*nce. Wajah Meiko pun langsung merah. Karena gaya twintail nya mirip sekali dengan nya saat ia masih kecil dulu. Sementara wajah Kaito nampak shock, mulutnya terbuka lebar. Tampak muncul api menyelimuti Meiko.
"Ayah.. ibu.. nampaknya aku segera bisa bertemu kalian.." ucap Kaito dengan wajah pasrah.
Tiba-tiba terdengar bunyi seperti ledakan dalam rumah. Gumi dan Luka yg berada di depan rumah mendengar suara itu.
"Apa yg terjadi di dalam sebenarnya?" ucap Gumi.

Di dalam rumah Gakupo, Luka tampak sedang memberikan perawatan pada Kaito. Kemudian setelah memerban perut dan wajah Kaito, Luka pun langsung keluar dari kamar.
"Lukanya tidak terlalu parah. Hanya lebam dan lecet saja. Dia juga mengalami shock ringan. Tapi istirahat seharian juga dia pasti akan sembuh." ucap Luka.
"Luka-tan!!! Rawat aku juga!!!" ucap Kamui sambil manyun seperti ingin mencium Luka.
Kemudian Luka menggunakan Elegant Dance nya dan melakukan salsa lalu memutar-mutar tubuh Kamui hingga seperti gasing. Kemudian melemparnya. Setelah membentur dinding berkali-kali, Kamui yg berputar-putar pun menuju pintu depan lalu keluar terus menuju ke arah sungai. Dan Kamui pun tercebur dan tenggelam.
"Megurine-senpai belajar darimana sih? Kok bisa tahu pengobatan?" tanya Miku.
"Ya.. sebenarnya ibuku itu seorang perawat." jawab Luka sambil melihat ke arah lain karena malu.
"Wah.. Luka-oneesama anak seorang suster? Perfect deh.. jadi selain menjadi kakak, Luka-oneesama juga bisa merawatku kalau aku terluka." sahut Gumi.
"Wah.. Megurine-san memang istri yg ideal ya. Pantas saja banyak yg suka padamu." tambah Meiko menggoda Luka.
"Istri ideal?" ucap Luka dalam hati.
Kemudian Luka pun membayangkan saat ia telah berumah tangga.
"Kenapa aku malah membayangkan Ray-kun jadi suamiku? Dia itu penjahat! Sadarlah Luka.. sadarlah.." gerutu Luka dalam hati dengan wajah memerah sambil menampar-nampar pelan pipinya sendiri.
"Dia membayangkannya.." komentar Meiko dalam hati saat melihatnya sambil tersenyum puas.
"Oh ya, Miku-chan bisa jelaskan padaku apa yg terjadi?" tanya Luka pada Miku.
"Ya, ceritakanlah.." sambung Meiko.
"Sebenarnya.." ucap Miku.
Kemudian Miku pun menjelaskan apa yg terjadi di hutan waktu itu.
"Oh.. begitu. Jadi shock pada tubuhnya itu kemungkinan dari petir yg menggelegar itu. Namun nampaknya meleset, karena jika terkena langsung. Kemungkinan Kaito akan mengalami Luka bakar atau shock yg lebih berat. Tapi, darimana asalnya luka lebam itu?" ujar Luka.
Meiko tiba-tiba saja memalingkan wajahnya sambil senyum-senyum mencurigakan.
"Sudah kuduga, itu ulahmu." ucap Luka menatap ke arah Meiko sambil memegang keningnya.
"Megurine-senpai? Kaito-senpai tidak akan kenapa-napa?" tanya Miku-chan nampak sedikit murung.
"Ya, tenang saja. Dia tidak akan kenapa-napa. Dia kan laki-laki, jadi harus kuat." jawab Luka sambil tersenyum.
"Oh syukurlah.." ucap Miku sambil tersenyum walau tampak sedikit terpaksa.
Meiko dan Luka tampak menyadari sesuatu dari Miku. Ditempat lain, Ray dan Dante tampak sedang memancing sungai yg ada di gunung sebelah timur Voca Town.
"Bagaimana menurutmu, Aniki?" tanya Dante menanyakan kerja mereka.
"Nampaknya sesuai dengan dugaanku." jawab Ray.
"Lalu selanjutnya bagaimana?" tanya Dante lagi.
"Kita hanya perlu memberikan efek kejut yg lebih besar." jawab Ray.
"Oohh.. nampaknya menarik." sahut Dante sambil tersenyum.

To be continued..

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】