VocaWorld, chapter 65 - Memori Musim Panas (Laki-Laki Itu Harus Tahan Banting)

Di suatu pagi, Kaito kecil sedang duduk di samping rumah. Terlihat Kamui sedang berlatih di dalam dojo, sementara ayahnya sedang santai tiduran sambil nonton TV.
"Gakupo-san, bolehkah aku bertanya?" ucap Kaito.
"Bertanya apa? Hoaamm.." sahut ayahnya Kamui lalu menguap.
"Apa benar nama marga ayahku adalah Kairyuu?" tanya Kaito.
"Hmm.. darimana kamu mendengar itu?" tanya balik ayah Kamui.
"Tak masalah aku dengar dari mana, tolong jawab saja.." sahut Kaito.
"Hmm.. mana aku tahu, memangnya kamu pikir aku mengenalnya? Kalau kamu yakin dia orang sini pasti aku kenal." jawab ayah Kamui sambil garuk-garuk kepala dan tampak malas.
"Begitu ya. Nampaknya aku harus mencari tahu sendiri." ujar Kaito sambil melompat ke tanah.
"Hati-hati dijalan." ucap ayah Kamui saat melihat Kaito berjalan pergi.
Kaito berjalan menuju ke rumah Komei.
"Apa dia sudah baikan ya? Ini sudah 3 hari berlalu." ucap Kaito sambil berjalan dan menatap ke bawah.
Saat sampai di depan rumah Komei, dia menekan tombol bel rumah itu.
"Pada kemana nih? Apa lagi pada keluar?" ujar Kaito merasa heran karena tidak ada yg kunjung keluar.
Setelah kesekian kali menekan bel, akhirnya ada yg keluar juga. Itu adalah Komei yg sedang memakai apron dan tampak tangannya di perban dan di pipinya tertempel sebuah plester.
"Kaito kah? Ayo masuk.." ajak Komei menarik lengan Kaito.
"Eh, ada apa ini?" ucap Kaito terkejut tiba-tiba ditarik masuk ke dalam rumah.
"Kami sedang membuat es krim, maaf kalau lama keluarnya. Soalnya belnya tidak terdengar karena bunyi blender." sahut Komei.
Mereka pun tiba di dapur.
"Ayah, buatkan satu lagi untuk Kaito!" suruh Komei pada ayahnya yg terlihat sedang meletakan 2 wadah es krim ke freezer.
Ayah Komei pun langsung menatap tajam ke arah Kaito seakan kehadirannya hanya mengganggu saja.
"Aaargh.." ucap Kaito dalam hati sambil menganga karena terkejut melihat wajah kejam ayah Komei.
"Kamu mau yg rasa apa?" tanya Komei.
"Aku pulang aja ya. Nampaknya aku menganggu disini. Hehe.. he.." ujar Kaito sambil berbalik keluar dari dapur.
"Jangan pergi!" larang Komei lalu memeluk Kaito dari belakang.
Kaito terkejut mendapat pelukan dari Komei. Ayah Komei lebih terkejut lagi sampai mematahkan sebuah sendok yg sedang dipegangnya, dan lalu dibelakangnya seperti muncul api yg membara.
"Ko-Komei.. kamu.." ucap Kaito dengan wajah memerah.
"German Suplex!" ucap Komei lalu mengangkat tubuh Kaito dan membantingnya ke belakang.
Kaito pun akhirnya terkapar dan tak bergerak.
"Dengan ini kamu tak bisa pulang lagi." ucap Komei dengan wajah bangga.
"Ta-tapi tidak begini juga kali.." sahut Kaito dengan suara seperti menahan sakit.
"Jadi, mau rasa apa?" tanya Komei lagi.
"Rasa vanilla aja.. deh.." jawab Kaito sambil menahan sakit.
"Ayah, buatkan yg rasa vanilla!" suruh Komei pada ayahnya.
"Hah? Kenapa ayah mesti.." sahut ayahnya.
Namun belum selesai menyelesaikan kalimatnya, dia langsung dikejutkan oleh tatapan tajam Komei. Wajah ayah Komei pun langsung berkeringat dan langsung ia menuruti keinginan Komei tadi.

Kaito dan Komei pun terlihat makan es krim mereka.
"Maaf aku mengganggu acara kalian." ucap Kaito.
"Tidak ganggu, iya kan ayah?" sahut Komei yg lalu menoleh ke arah ayahnya.
Wajah ayahnya yg tadinya kejam langsung berubah ramah saat di tatap Komei. Kemudian berubah kejam lagi saat Komei menoleh ke arah Kaito.
"O-oh.. baguslah. Hehe.. hehe.." ujar Kaito lalu tertawa bodoh karena gugup.
"Ngomong-ngomong tumben Kaito ke rumahku? Ada apa?" tanya Komei.
"Sebenarnya aku kesini hanya ingin melihat keadaanmu. Syukurlah, nampaknya kau baik-baik saja." jawab Kaito.
"Kamu mengkhawatirkanku?" tanya Komei sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke Kaito.
"Hah? Siapa bilang?" sahut Kaito sambil memalingkan wajahnya menjauh dari wajah Komei.
Komei pun tertawa kecil dan kembali memakan es krimnya. Kaito pun lega dan menghela napasnya. Namun tiba-tiba dia merasakan seperti ada aura membunuh dari belakangnya. Kaito pun merinding, dan terlihat ternyata aura itu berasal dari ayah Komei yg sekarang membuat ekspresi yg lebih menyeramkan.
"Mati dah.." ucap Kaito dalam hati.
Setelah makan es krim, Kaito pun pulang. Komei memberikan sisa es krim di kulkas untuk dimakan oleh Kaito saat dirumah.
"Ini apa?" tanya Kaito menanyakan bungkusan yg di berikan Komei.
"Itu es krim. Nampaknya kamu suka banget, sampai habis banyak tadi. Jadi ini kuberikan untuk dimakan di rumah." jawab Komei.
"Hah? Yg benar saja. Tadi itu aku makan banyak karena gugup di perhatikan oleh ayahmu dengan tatapan seperti ingin menggantungku." ujar Kaito dalam hati sambil tersenyum sinis.
"Oh terima kasih ya.. hmm.. ada satu hal yg ingin ku tanyakan.." ujar Kaito.
"Apa itu?" sahut Komei.
"Kenapa perempuan bernama Komei?" tanya Kaito.
"Oh itu, namaku sebenarnya adalah Meiko. Tapi karena suatu alasan, anak yg lain memanggilku Komei." jawab Komei yg ternyata bernama Meiko itu.
"Hah?" ucap Kaito bingung.
"Meikomeikomeikomeiko! Ayo kita masuk ke rumah! Udah mulai gelap tuh!" panggil ayah Meiko dengan nada yg aneh.
"Dengar sendiri kan?" ucap Meiko.
"I-iya.." sahut Kaito sambil terlihat shock lalu tersenyum dengan aneh.
"Ayo Meikomeikomeikomeiko!" panggil ayah Meiko lagi.
"Sudah kubilang jangan panggil aku begitu! Banyak yg salah sangka namaku jadinya!" bentak Meiko sambil memukul perut ayahnya.

Kembali ke masa sekarang Kaito nampak sedang membayangkan masa-masa itu.
"Akhirnya setelah itu aku pulang dan memakan es krim pemberianmu itu." ucap Kaito.
"Ya-ya.. baguslah kamu memakannya. Kukira kamu akan membuangnya." sahut Meiko sambil menengok ke arah lain.
"Tapi kau saat itu tampak cukup manis juga saat rambutmu di kuncir dua gitu. Terlihat imut." ujar Kaito.
"Hahaha.. aku tak tahu kamu penyuka twintail." balas Meiko dengan suara datar.
"Kenapa kamu jadi dingin begitu?" tanya Kaito.
"Aku hanya tidak habis pikir, kenapa saat itu kamu pikir aku laki-laki? Padahal aku sengaja menguncir dua rambutku supaya terlihat imut." jelas Meiko.
"Mau bagaimana lagi, kau saat itu terlihat jan.." sahut Kaito.
Lalu Kaito pun di pukul oleh Meiko sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya hingga terkapar.
"Dasar Kaito bodoh!" ucap Meiko ngambek sambil berjalan ke lantai atas.
"Kaito-niichan itu bodoh banget ya. Kurang peka juga lagi." komentar Rin yg menusuk hati Kaito.
Kaito pun terasa tertusuk pedang sebanyak 2 kali saat mendengarnya.
"Udah dipukul, kena ejek oleh gadis SMP juga lagi. Ampun dah.." ucap Kaito sambil menahan sakit dan masih terkapar.
Tidak lama kemudian Kaito pun bangkit, dan Meiko pun kembali dari lantai atas. Meiko mengambil es krim lainnya. Kaito pun dikejutkan oleh sesuatu yg berubah dari Meiko. Dan ternyata rambutnya saat itu dikuncir dua. Walau pendek karena rambut pendeknya saat ini.
"Me-Meiko.. kamu.." ucap Kaito saat itu.
Wajah Meiko tampak agak sedikit memerah saat itu sambil melihat ke arah lain seakan tidak peduli. Kaito pun hanya bisa tersenyum bodoh.

To be continued..

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】