Memo, chapter 48 - Berita Mading

Arya, Fajar dan Digna sedang bersama membicarakan sesuatu. Mereka seperti biasa nongkrong dikelas di tempat duduk mereka masing-masing.
"Hei, apa kamu dengar kalau beberapa hari ini ada keanehan di sekolah ini?" tanya Fajar pada Arya dan Digna.
"Keanehan? Apa maksudmu?" tanya Digna.
Arya pun terlihat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Fajar.
"Aku mendengar semuanya dari beberapa orang temanku dari kelas lain. Katanya di kantin selalu ada barang hilang." jawab Fajar.
"Hmm.. kalau itu kemungkinan hanya kelalaian pemiliknya saja kan kalau masalah barang hilang mah." sahut Arya.
"Iya juga sih. Memangnya tidak ada yang menemukan semua barang hilang itu?" tanya Digna.
"Rasanya tidak. Makanya saat ini itu jadi pemberitaan paling hangat. Kemungkinan saat ini ekskul jurnal akan segera menerbitkan beritanya dimading." ujar Fajar.
"Hmm.. sepertinya menarik. Ayo kita lihat di mading. Mungkin saat ini sudah diterbitkan beritanya." balas Arya.
"Oke, ayo kita segera lihat di mading." ajak Fajar sambil berdiri.
Kemudian mereka bertiga pun berjalan keluar dari kelas bersama. Mereka berniat melihat berita di mading. Tapi sesampainya disana mereka dikejutkan oleh ramainya mading itu oleh para siswa yang kelihatannya sedang membaca berita yang menarik.
"Ya ampun sepertinya kita terlambat. Bagaimana caranya kita bisa melihat beritanya kalau pada begini." keluh Digna.
"Hei, Digna. Kenapa kamu tidak lakukan roundhouse kick di tengah keramaian itu? Pasti mereka pada nyingkir." usul Arya.
"Hah yang benar saja. Aku tak mungkin melakukannya dasar bodoh. Bisa-bisa aku kena hukuman kalau menyerang siswa." tolak Digna.
"Atau Fajar, kenapa kamu tidak membuka sketsa lawak disana biar perhatian mereka teralihkan?" usul Arya pada Fajar.
"Haha.. nice idea. Tapi.. aku tak punya bahan lelucon saat ini." sahut Fajar.
"Oohh.. itu mudah kan. Cepat pergi kesana saja." ujar Arya sambil mendorong Fajar mendekat ke arah kerumunan siswa.
Fajar pun menabrak beberapa orang di kerumunan itu dan kemudian membuat kerumunan itu sedikit terdorong ke samping.
"Woy! Kenapa kau mendorongku, sialan!?" bentak Fajar.
Tapi Arya dan Digna sudah menghilang.
"Kurang ajar, mereka ninggalin aku. Dasar teman tak tahu diri." gerutu Arya.
"Hei, kenapa kau menabrak kami?", "Kalau mau lihat ngantri dong. Jangan maksa gitu." kata orang-orang yang ditabrak oleh Fajar.
"Ma-maaf, aku tadi di dorong oleh temanku." jawab Fajar dengan tampak sedikit panik.
"Terus dimana temanmu itu?" tanya salah seorang dari mereka.
"Me-mereka sudah pergi." jawab Fajar lagi.
"Oohh.. kau pikir aku akan percaya dengan perkataanmu itu?" sahut laki-laki yang kelihatannya adalah seorang senior yang cukup berandal juga.
"Ga-gawat.." ucap Fajar dalam hati mulai panik.
Sementara Arya dan Digna memanfaatkan celah yang dibuat oleh beberapa orang yang ditabrak untuk masuk kedalam kerumunan dan menuju ke barisan depan untuk dapat membaca berita di mading.
"Tak kusangka kau itu cukup licik memanfaatkan temanmu sendiri untuk dapat membaca sebuah berita saja." ujar Digna.
"Percayalah. Dunia ini memang dipenuhi oleh orang-orang yang licik, Digna." sahut Arya saat mereka akhirnya bisa sampai di depan.
"Baiklah kita baca berita apa sih yang membuat mereka semua berkerumun disini. Benarkah itu berita tentang barang-barang yang hilang itu." ujar Arya kemudian melihat ke arah artikel di mading.
Tapi bukannya menemukan apa yang ia cari, Arya malah melihat artikel tentang lomba makan yang akan diadakan sebuah sponsor dari warung makan terkenal.
"Eh? Eeeeehhhhhh!!!!????" ucap Arya dan Digna bersamaan karena terkejut.

Catatan hari ini:
Memanfaatkan orang jauh lebih mudah daripada membuat orang bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】