Memo, chapter 56 - Lari Pagi

Shinta sedang jogging pagi itu. Tak lama kemudian dia melihat sebuah tulisan aneh di belakang truk.
"Semakin digoyang semakin mantap, apalagi kalau digoyang oleh janda." baca Shinta pada tulisan bagian belakang truk itu.
Shinta pun memiringkan kepalanya karena tidak mengerti maksud dari tulisan tersebut. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik pesan LINE.
"Baiklah kalau begitu aku akan meneruskan jogging ku." kata Shinta meneruskan lari nya.
Shinta berlari menelusuri jalanan sepi ke pedalaman. Dia melewati desa-desa kecil. Tak lama kemudian dia mendapatkan balasan dari pesan LINE yang ia kirim.
"Maksudnya digoyang dengan musik dangdut. Dan maksudnya janda disana itu adalah 'jarang ada'. Jadi sebuah lagu baru atau lagu yang bagus tapi orang lain belum tahu." baca Shinta di pesan LINE yang diterimanya.
Shinta pun meneruskan lari paginya dan akhirnya sampai di sebuah warung dan beristirahat disana.
"Bi ada mizone gak?" tanya Shinta pada bibi penjaga warung.
"Mizone mah tidak ada neng. Adanya juga mie ayam bawang dan mie goreng." jawab bibi penjaga warung sambil menunjuk ke arah mie instan.
"Hah? Siapa memangnya yang nyari mie? Aku nyarinya minuman pengganti ion." ujar Shinta.
"Oohh.. minuman. Ngobrol dong.." sahut bibi penjaga warung.
"Lah lihat sendiri kan aku lagi cape keringatan gini, jadi pasti butuh minum dong." jelas Shinta.
"Ya kan kali aja keringatan tuh karena tidak tahan nahan buang air." balas bibi penjaga warung.
"Memangnya dimana ada orang yang datang ke warung dengan keringatan dan malah butuh ke WC?" tanya Shinta.
"Ada. Tuh.." jawab bibi penjaga warung nunjuk ke arah bapak-bapak yang baru ke luar dari WC.
"Wah.. terima kasih udah dibolehin make WC nya ya. Tadi tuh bener-bener darurat banget dah." ucap bapak-bapak itu.
"Eeeehhh??!!! Beneran ternyata?!!!" ucap Shinta dalam hati terkejut melihat nya.
"Jadi tidak nih Mizone nya neng?" tanya bibi penjaga warung.
"J-jadi lah." jawab Shinta yang masih shock melihat kejadian tadi.
"Oh ya, katanya kemarin si Arya itu tidak pulang ke rumahnya ya?" ujar bapak-bapak tadi.
"Hmm.. kelihatannya begitu. Semalam lampu rumahnya tidak nyala soalnya." jawab bibi penjaga warung.
"Arya?" ucap Shinta saat mendengar nama itu.
"Neng kenal dengan dek Arya?" tanya bibi penjaga warung pada Shinta.
"Tidak tahu. Tapi aku punya teman sekelas bernama Arya." jawab Shinta.
"Kira-kira kemana tuh anak ya? Dia memang tinggal sendirian jadi sulit kalau ada masalah seperti ini tuh." ujar bapak-bapak yang ada disebelah Shinta.
"Hmm.. apa orang yang tidak pulang itu adalah Arya yang kukenal? Tapi rasanya tidak mungkin. Tidak mungkin rumahnya sejauh ini dari sekolah."  gumam Shinta kemudian meminum minuman ion nya.
"Dia katanya selalu pulang telat sejak sekolah di SMA itu." kata bapak-bapak itu.
"Ya, dek Arya pernah bilang kalau dia sering telat pulang karena dia gabung ekstrakurikuler. Sastra kalau tidak salah." balas bibi penjaga warung.
Shinta langsung menyemburkan lagi minuman yang sedang ia minum.
"Ekskul sastra?!" ucap Shinta sambil mengelap bibirnya.
"Ya. Memangnya kenapa, neng?" tanya bibi penjaga warung dengan heran.
"Tunggu, jangan bilang Arya yang ini beneran Arya yang itu." ujar Shinta dalam hatinya sambil mengeluarkan ponselnya.
Kemudian Shinta mengirim pesan LINE pada Arya.
'Arya, apa kemarin kamu tidak pulang ke rumah? Balas! PENTING!' tulis Shinta kemudian mengirimkannya ke nomor Arya.
Tak lama kemudian dia mendapatkan balasan.
'Ya, kemarin ada urusan jadi aku tidak pulang ke rumah. Bisa dibilang itu urusan ekskul sastra.' jawab Arya.
'Kalau memang ada kegiatan ekskul kenapa tidak memanggilku? Oh.. jangan-jangan kamu menginap berdua dengan ratu kegelapan itu?' balas Shinta.
'Tidak kok. Bukan dia.' jawab Arya dengan singkat.
'Oooohhh.. jadi dengan perempuan lain. Kamu bawa perempuan lain dan menginap bersamanya lalu menyebutnya sebagai kegiatan ekskul sastra?' tukas Shinta.
'Tidak lah, bukan begitu. Dia mulai saat ini anggota ekskul sastra. Dan hari ini kita ada kegiatan. Jadi kalau kamu bisa datang, datanglah ke sekolah. Walaupun sebenarnya senior nampaknya tidak senang aku mengundangmu.' jawab Arya.
'Kalau begitu tunggu disana! Aku akan segera datang!' suruh Shinta.
Setelah itu Shinta pun langsung lari dengan kecepatan penuh kembali ke sekolahnya.

Catatan hari ini:
Apa yang kamu duga bisa jadi itu suatu yang benar, jadi jangan ragu untuk membuktikannya.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】