Memo, chapter 70 - Memungut dan Mencari 6

Arya dan 3 orang perempuan yang mengikutinya akhirnya sampai didepan ruang OSIS. Dihadapan mereka kini berdiri 2 belah pintu besar yang mesti mereka buka. Sebuah pintu kayu dengan ukiran indah berbentuk naga.

"Apa kita sedang berada didepan gerbang last boss?" ujar Arya.

"Last boss apanya? Kau pikir kita ini karakter RPG?" komentar Shinta.

"Terus apa yang akan kita lakukan saat ini?" tanya Alice.

"Kalau itu serahkan saja padaku!" ucap Shinta sambil mendekat ke pintu itu.

Shinta kemudian membuka pintu itu dengan seluruh tenaganya.

"Hey para anggota OSIS!" ucap Shinta ketika membuka pintu itu dengan penuh semangat.

Dan ketika pintu itu terbuka terlihatlah apa yang ada didalam ruangan OSIS itu. Tampak beberapa orang sedang duduk di kursi yang tersusun di sekeliling meja panjang.

"Sepertinya mereka sedang melakukan rapat." kata Alice.

Orang-orang didalam ruang OSIS itu tampak memperhatikan Shinta dengan tatapan tajam. Wajah Shinta mulai berkeringat karena sadar yang telah ia lakukan.

"Ma-maaf mengganggu. Silahkan lanjutkan." ujar Shinta sambil menutup kembali pintu ruang OSIS tersebut dengan perlahan.

Shinta tampak ngos-ngosan seperti telah melakukan lari marathon. Dia bersandar di pintu yang sudah tertutup itu sambil memegangi dadanya yang masih deg-degan karena panik.

"Menakutkan sekali. Kenapa mereka semua menatapku serajam itu?" gerutu Shinta.

"Tentu saja karena kamu masuk begitu saja kan." jawab Arya.

"Tapi kan aku mana tahu mereka sedang melakukan rapat." balas Shinta.

"Ya walau begitu, harusnya kamu mengetuk dulu." kata Arya.

"Kalau ada bel kan tidak perlu mengetuk pintu." ujar Shinta.

"Tapi tetap saja kamu harus menekan belnya, jangan masuk seenaknya gitu. Lagipula ruang OSIS tidak punya bel kan." jelas Arya.

"Lah bukannya ada? Itu yang suka bunyi kalau kita mau masuk kelas." tukas Shinta.

"Itu mah bel sekolah, bukan bel pintu. Lagipula kalau kita membunyikannya cuma buat masuk ke ruang OSIS yang ada kita malah masuk ruang BK." jelas Arya lagi.

"Eh, kok bisa? Bel itu bisa buat teleport kah? Hebat!" ucap Shinta dengan wajah polos.

Arya pun menepuk jidatnya karena pusing.

Catatan hari ini:
Jangan melakukan sesuatu seenaknya kalau tidak mau mendapat akibatnya.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】