Memo, chapter 95 - Reaksi Sang "Hantu"
Diana, sang maestra ekskul paduan suara yang terkenal dengan nyanyian merdunya saat ini sedang menonton video-video di youtube. Gadis berparas anggun itu tampak mendengarkan lagu-lagu instrumental yang menyejukan hati dan menghangatkan jiwa.
"Aahh~ tidak ada yang mengalahkan keindahan sebuah musik yang harmoni." ucap Diana.
Mendapati sebuah lagu yang bagus, ia pun men-share nya ke facebook miliknya. Lalu ia menuliskan mention, "Sebuah lagu yang bisa memberi kesan hangat di minggu pagi ini.".
"Hmm.. akhir pekan cuma berdiam diri di rumah rasanya hidupku flat bener ya." keluh Diana lalu menekan tombol kirim.
Diana mulai menggulirkan scroll mouse ditangannya dan melihat update-an status teman-teman facebook nya. Ia membaca mereka satu-persatu namun nampaknya tidak ada yang mampu menghilangkan ekspresi bosan diwajahnya. Ia pun kecewa karenanya. Hingga suatu tautan video akhirnya menyita sebuah perhatiannya. Bukan hanya karena thumbnail-nya, tapi juga karena judul yang tertulis di tautan tersebut.
"Apaan nih? Uji nyali? Kenapa masih aja ada orang yang percaya ginian di jaman sekarang?" gerutu Diana sambil tersenyum heran.
Tapi nama akun yang membagikan tautan itu sedikit membuatnya terkejut.
"Chelsea?? Ada-ada aja nih ketua ekskul jurnal? Apa tidak bisa dia mencari berita yang lebih normal dikit?" sambung Diana.
"Tunggu sebentar, kok deskripsi videonya bilang kalau lokasinya di SMAku ya?" ucap Diana sambil memperhatikan judul di tautan itu dengan seksama.
Lalu Ia pun men-click tautan tersebut dan terbukalah sebuah halaman youtube. Terpampang jelas judul video itu yaitu, "Uji Nyali Extended Version Ultimate - Alunan Merdu Suara (bukan) Hantu".
"Apa-apaan dengan judul ini? Ini video komedi kah?" tukas Diana.
Kemudian ia melihat genre video nya.
"Beneran komedi ternyata??!!" ucap Diana terkejut melihat dugaannya ternyata benar.
Diana pun mulai memindahkan cursor mouse nya ke tombol play dengan perlahan. Ia penasaran dengan video tersebut namun ia ragu untuk menontonnya.
"Tidak apa-apa kan kalau aku menontonnya? Ini bukan troll nya Chelsea doang kan? Awas saja kalau dia cuma mengerjaiku." ungkap Diana yang ragu-ragu untuk men-click tombol play itu.
Tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa ragunya dan ia pun akhirnya men-click tombol play video tersebut.
"Beruntung aku tidak mengaktifkan autoplay nya jadi aku tidak menambahkan jumlah view nya secara otomatis cuma karena membuka tautan yang dibagikannya. Kalau sampai ini video troll kan bahaya juga. Sekarang kan banyak yang gitu. Cuma karena ingin channel youtube nya rame, banyak yang upload video dimana judul dan thumbnail nya berbeda dengan isi kontennya." gerutu Diana sambil menunggu buffering.
Tapi tanda buffering itu tak kunjung hilang dan terus berputar-putar sejak tadi.
"Apa lagi sekarang? Jangan bilang aku harus melakukan refresh pada jaringannya lagi." keluh Diana sambil mencoba meraih modem nya.
"Kalian nunggu buffering? Kasihan deh kalian tertipu. Itu tadi cuma troll dariku untuk membuka acara. Hahahaha.." ujar Chelsea di video yang diputar oleh Diana.
Diana langsung terhenti seakan robot-robotan yang baterai nya habis saat sedang dimainkan. Ia hampir saja mau mencabut modem yang sudah tercolok di laptopnya itu.
"Bagaimana? Kalian suka kan tipuanku barusan? Tipuan itu selalu berhasil dilakukan di youtube, ya semacam tipuan klasik gitu lah. Hehehe.." lanjut Chelsea.
"Aku ingin sekali rasanya membanting modemku karenanya, cuma sayang belinya mahal nih modem." gerutu Diana sambil meremas modemnya karena kesal.
"Kalau begitu mari kita mulai acaranya. Selamat datang diacara Unyal Emet alias Uji Nyali Extended Version Ultimate. Malam ini kita akan mencoba membuktikan rumor yang beredar kalau ada hantu yang bergentayangan di gedung kelas 2. Apakah itu benar, atau cuma rumor belaka? Kita saksikan saja. Acara ini dipersembahkan oleh, ekskul jurnal dan ekskul sastra dan di sponsori oleh ekskul DKM." ujar Chelsea dalam video tersebut.
"Aku tak ingat kalau DKM jadi sponsor kalian." ucap suara dari belakang kamera yang terdengar seperti suara Ikhsan.
"Baiklah, sekarang kita akan mulai dari peserta pertama." ungkap Chelsea tak menghiraukannya.
Ketika menontonnya, Diana mulai pucat karena bisa menebak arah topik acara uji nyali itu.
"Dia tidak serius kan? Aku sudah membaca artikelnya di mading kemarin, dan sosok hantu itu tak salah lagi adalah diriku. Lalu sekarang dia mengatakan uji nyali ini untuk membuktikan rumor tentang hantu tersebut. Padahal itu kan cuma aku pas latihan bernyanyi di kelas kosong sepulang sekolah. Bagaimana ini? Jika aku ketahuan pasti akan sangat memalukan..' gerutu Diana dalam benaknya.
"Aku harus mereport nya supaya dihapus." lanjut Diana sambil menggeser cursor mouse nya dengan cepat.
Namun tiba-tiba dia menghentikannya. Sebuah sosok dalam video itu membuat Diana membatalkan niatnya. Itu adalah sosok Arya yang memang sedang diwawancarai oleh Chelsea sebagai peserta pertama.
"Di-dia kan.. yang waktu itu.." ucap Diana ekspresinya tiba-tiba berubah cerah.
Diana ingat sewaktu MOS dulu kalau Arya yang memimpin para penantang ekskul padus di tantangan hari terakhir MOS dan berhasil membuat semuanya lulus dengan bagus. Bukan hanya itu, namanya juga jadi bahasan para ketua ekskul satu sekolah sebagai kesatria tak berpedang yang menjadi pahlawan yang mampu menaklukan hampir semua ekskul dengan cara yang tidak biasa.
"Sang Kesatria Tak Berpedang, Pangeran Maestro-ku.." lanjut Diana dengan mata berbinar-binar.
"Aku harus menontonnya hingga selesai." sambung Diana yang jadi bersemangat.
Diana kemudian menonton video itu hingga selesai. DI sepanjang video, Diana dibuat tertawa oleh kekonyolan dan komentar-komentar bodoh dari ruang monitor.
"Terima kasih sudah menonton acara kami hari ini. Nantikan karya kami selanjutnya ya. Bye-bye.." ucap Chelsea di akhir acara.
Dan kemudian credit pun di putar.
"Ah~ itu acara yang bagus sekali. Mereka benar-benar konyol banget." ujar Diana.
"Oh ternyata penulis naskahnya itu Sindy ya. Yah tidak heran sih kalau jadinya bagus kalau yang nulisnya dia." sambung Diana ketika menyadari itu di credit video tersebut.
Setelah credit-nya selesai, Diana memutar ulang video nya.
"Aku nonton sekali lagi deh. Aku mau nonton pangeran maestro-ku sekali lagi." ujar Diana dengan wajah riang.
Dia memutar video itu berulang-ulang dan melupakan niatnya untuk me-report video tersebut. Dan ia juga lupa kalau batas waktu paket internet malam nya sudah habis.
Catatan hari ini:
Ketika ada sesuatu berkaitan dengan cinta, maka yang lain akan dilupakan.
"Aahh~ tidak ada yang mengalahkan keindahan sebuah musik yang harmoni." ucap Diana.
Mendapati sebuah lagu yang bagus, ia pun men-share nya ke facebook miliknya. Lalu ia menuliskan mention, "Sebuah lagu yang bisa memberi kesan hangat di minggu pagi ini.".
"Hmm.. akhir pekan cuma berdiam diri di rumah rasanya hidupku flat bener ya." keluh Diana lalu menekan tombol kirim.
Diana mulai menggulirkan scroll mouse ditangannya dan melihat update-an status teman-teman facebook nya. Ia membaca mereka satu-persatu namun nampaknya tidak ada yang mampu menghilangkan ekspresi bosan diwajahnya. Ia pun kecewa karenanya. Hingga suatu tautan video akhirnya menyita sebuah perhatiannya. Bukan hanya karena thumbnail-nya, tapi juga karena judul yang tertulis di tautan tersebut.
"Apaan nih? Uji nyali? Kenapa masih aja ada orang yang percaya ginian di jaman sekarang?" gerutu Diana sambil tersenyum heran.
Tapi nama akun yang membagikan tautan itu sedikit membuatnya terkejut.
"Chelsea?? Ada-ada aja nih ketua ekskul jurnal? Apa tidak bisa dia mencari berita yang lebih normal dikit?" sambung Diana.
"Tunggu sebentar, kok deskripsi videonya bilang kalau lokasinya di SMAku ya?" ucap Diana sambil memperhatikan judul di tautan itu dengan seksama.
Lalu Ia pun men-click tautan tersebut dan terbukalah sebuah halaman youtube. Terpampang jelas judul video itu yaitu, "Uji Nyali Extended Version Ultimate - Alunan Merdu Suara (bukan) Hantu".
"Apa-apaan dengan judul ini? Ini video komedi kah?" tukas Diana.
Kemudian ia melihat genre video nya.
"Beneran komedi ternyata??!!" ucap Diana terkejut melihat dugaannya ternyata benar.
Diana pun mulai memindahkan cursor mouse nya ke tombol play dengan perlahan. Ia penasaran dengan video tersebut namun ia ragu untuk menontonnya.
"Tidak apa-apa kan kalau aku menontonnya? Ini bukan troll nya Chelsea doang kan? Awas saja kalau dia cuma mengerjaiku." ungkap Diana yang ragu-ragu untuk men-click tombol play itu.
Tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa ragunya dan ia pun akhirnya men-click tombol play video tersebut.
"Beruntung aku tidak mengaktifkan autoplay nya jadi aku tidak menambahkan jumlah view nya secara otomatis cuma karena membuka tautan yang dibagikannya. Kalau sampai ini video troll kan bahaya juga. Sekarang kan banyak yang gitu. Cuma karena ingin channel youtube nya rame, banyak yang upload video dimana judul dan thumbnail nya berbeda dengan isi kontennya." gerutu Diana sambil menunggu buffering.
Tapi tanda buffering itu tak kunjung hilang dan terus berputar-putar sejak tadi.
"Apa lagi sekarang? Jangan bilang aku harus melakukan refresh pada jaringannya lagi." keluh Diana sambil mencoba meraih modem nya.
"Kalian nunggu buffering? Kasihan deh kalian tertipu. Itu tadi cuma troll dariku untuk membuka acara. Hahahaha.." ujar Chelsea di video yang diputar oleh Diana.
Diana langsung terhenti seakan robot-robotan yang baterai nya habis saat sedang dimainkan. Ia hampir saja mau mencabut modem yang sudah tercolok di laptopnya itu.
"Bagaimana? Kalian suka kan tipuanku barusan? Tipuan itu selalu berhasil dilakukan di youtube, ya semacam tipuan klasik gitu lah. Hehehe.." lanjut Chelsea.
"Aku ingin sekali rasanya membanting modemku karenanya, cuma sayang belinya mahal nih modem." gerutu Diana sambil meremas modemnya karena kesal.
"Kalau begitu mari kita mulai acaranya. Selamat datang diacara Unyal Emet alias Uji Nyali Extended Version Ultimate. Malam ini kita akan mencoba membuktikan rumor yang beredar kalau ada hantu yang bergentayangan di gedung kelas 2. Apakah itu benar, atau cuma rumor belaka? Kita saksikan saja. Acara ini dipersembahkan oleh, ekskul jurnal dan ekskul sastra dan di sponsori oleh ekskul DKM." ujar Chelsea dalam video tersebut.
"Aku tak ingat kalau DKM jadi sponsor kalian." ucap suara dari belakang kamera yang terdengar seperti suara Ikhsan.
"Baiklah, sekarang kita akan mulai dari peserta pertama." ungkap Chelsea tak menghiraukannya.
Ketika menontonnya, Diana mulai pucat karena bisa menebak arah topik acara uji nyali itu.
"Dia tidak serius kan? Aku sudah membaca artikelnya di mading kemarin, dan sosok hantu itu tak salah lagi adalah diriku. Lalu sekarang dia mengatakan uji nyali ini untuk membuktikan rumor tentang hantu tersebut. Padahal itu kan cuma aku pas latihan bernyanyi di kelas kosong sepulang sekolah. Bagaimana ini? Jika aku ketahuan pasti akan sangat memalukan..' gerutu Diana dalam benaknya.
"Aku harus mereport nya supaya dihapus." lanjut Diana sambil menggeser cursor mouse nya dengan cepat.
Namun tiba-tiba dia menghentikannya. Sebuah sosok dalam video itu membuat Diana membatalkan niatnya. Itu adalah sosok Arya yang memang sedang diwawancarai oleh Chelsea sebagai peserta pertama.
"Di-dia kan.. yang waktu itu.." ucap Diana ekspresinya tiba-tiba berubah cerah.
Diana ingat sewaktu MOS dulu kalau Arya yang memimpin para penantang ekskul padus di tantangan hari terakhir MOS dan berhasil membuat semuanya lulus dengan bagus. Bukan hanya itu, namanya juga jadi bahasan para ketua ekskul satu sekolah sebagai kesatria tak berpedang yang menjadi pahlawan yang mampu menaklukan hampir semua ekskul dengan cara yang tidak biasa.
"Sang Kesatria Tak Berpedang, Pangeran Maestro-ku.." lanjut Diana dengan mata berbinar-binar.
"Aku harus menontonnya hingga selesai." sambung Diana yang jadi bersemangat.
Diana kemudian menonton video itu hingga selesai. DI sepanjang video, Diana dibuat tertawa oleh kekonyolan dan komentar-komentar bodoh dari ruang monitor.
"Terima kasih sudah menonton acara kami hari ini. Nantikan karya kami selanjutnya ya. Bye-bye.." ucap Chelsea di akhir acara.
Dan kemudian credit pun di putar.
"Ah~ itu acara yang bagus sekali. Mereka benar-benar konyol banget." ujar Diana.
"Oh ternyata penulis naskahnya itu Sindy ya. Yah tidak heran sih kalau jadinya bagus kalau yang nulisnya dia." sambung Diana ketika menyadari itu di credit video tersebut.
Setelah credit-nya selesai, Diana memutar ulang video nya.
"Aku nonton sekali lagi deh. Aku mau nonton pangeran maestro-ku sekali lagi." ujar Diana dengan wajah riang.
Dia memutar video itu berulang-ulang dan melupakan niatnya untuk me-report video tersebut. Dan ia juga lupa kalau batas waktu paket internet malam nya sudah habis.
Catatan hari ini:
Ketika ada sesuatu berkaitan dengan cinta, maka yang lain akan dilupakan.
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.