Catatan Penjelajah Mimpi - World of Madness

Aku tak tahu apa yg terjadi, aku sepertinya sedang naik sepeda motor. Tapi hanya satu tangan yg memegang stang. Dan tangan itu hanya tangan kananku. Sementara tangan kiriku menjulur ke bawah dan tubuhku sedikit membungkuk. Aku tidak mengerti, di dunia nyata aku tidak bisa mengendarai sepeda motor kan? Tapi saat itu aku memang tak mempermasalahkan hal itu. Aku pun masuk ke jalur bebas hambatan alias jalan tol. Saat itu aku mencoba menaikan kecepatan untuk menyamakan kecepatanku dengan yg lainnya. Namun anehnya aku tak bisa menaikan kecepatanku. Motor dan mobil seperti hendak menabrakku karena kecepatanku yg lebih rendah, namun aku menghindar ke tengah diantara jalur 2 arah itu. Aku pun merasa aman. "Eh, itu orang sengklek." kataku dengan keras sambil melihat pengendara sepeda motor lain yg terlihat seperti orang gila. Kenapa aku mengatakan hal itu? Aku tidak tahu, mulutku mengucap dengan sendirinya. Lalu kulihat pengendara sepeda motor lainnya, ternyata semuanya orang gila. Kalau yg di dalam mobil aku tidak tahu karena tidak kelihatan. Kemudian tiba-tiba sepeda motorku mulai tidak stabil. Semakin lama semakin miring dan belok kekiri sedikit demi sedikit. Ada apa ini? Ini bahaya. Bagaimana kalau aku sampai tertabrak kendaraan lain? Tapi sepeda motor itu tidak bisa ku kendalikan. Tiba-tiba ada 2 orang polisi aneh yg mencegatku. Mereka tertawa-tertawa aneh dan menanyaiku mau kemana. Namun aku tidak menjawab. Tiba-tiba mereka membawaku ke sebuah tempat. Kami melewati jalanan gelap menanjak. Jalan setapak yg disampingnya hanya ada hutan. Lalu saat sampai di puncak tanjakan kedua polisi itu kembali menanyaiku sambil tetap tertawa-tawa aneh. "Emang habis darimana sih?" tanya mereka. Aku pun menjawab, "Habis membeli obat sakit perut.". "Merknya?" tanya mereka lagi. "Fuub" aku jawab. Apa itu fuub aku pikir? Aku menjawab ngasal saja karena aku tak hapal merk-merk obat pencahar. Lagipula saat itu mulutku menjawab dengan sendirinya. Aku pun kembali menyusuri jalan setapak yg sekarang tampak menurun itu. Kudengar polisi tertawa terbahak-bahak dibelakangku. Mereka berdua seperti mendengar sesuatu yg benar-benar lucu dari jawabanku. Padahal aku juga tidak tahu bagian mana yg lucunya. Tapi tak apa lah, aku tak mau tahu. Saat keluar dari jalan setapak itu aku menemukan tempat penuh dengan reruntuhan. Tempat apa ini? Aku melihat-lihat sekitar dan aku menemukan sebuah reruntuhan rumah, yg nampaknya dulunya ini adalah sebuah rumah mewah yg besar. Aku menuju kebagian depannya dan aku menemukan sebuah batas beton berbentuk setengah lingkaran berundak ke bawah. Apakah itu? Apa ini kebun bunga? Tapi ada satupun bunga disana. Dan disekitar tempat itu memang hanya ada lahan tandus tanpa tanaman beserta reruntuhan bangunan. Apa ini tempat pengasingan? Jadi aku diasingkan kesini.
Lalu kulihat ada yg sedang bermain di bekas kebun bunga itu. Dia melangkah-langkah diatas batas beton itu sambil menunjukkan senyuman aneh. Dia juga mengenakan pakaian putih panjang seperti daster. Pakaian itu tampak kotor, begitu pula rambut panjangnya. Aku tak bisa melihat wajahnya karena tertutup  oleh rambut. Yg bisa kulihat hanyalah senyuman anehnya. Aku pun mendekatinya dan bertanya sedang apa disana. Namun dia menjawab, "Justru akulah yg semestinya berkata seperti itu. Hehe.." sambil menunjukkan senyum anehnya padaku. Aku pikir mungkin dia adalah orang gila. Saat aku sadar ternyata di sekelilingku sudah banyak yg berpakaian sama dengannya. Ada apa ini? Kenapa disini jadi banyak orang gila. Orang-orang gila itu mulai mendekatiku karena merasa tertarik padaku. Mungkin karena aku orang baru disini. Aku pun lari ke sebuah tempat sunyi. Aku tak tahu aku lari kemana, tapi nampaknya itu sebuah jalanan. Bagian pinggirnya ada pagar yg membatasi ke sebuah tebing yg mengarah ke laut. Aku beristirahat dan bersandar disana. Tak lama kulihat orang gila dengan senyum aneh itu sedang berjalan ke arahku. Bagaimana dia bisa menemukanku? Aku yakin sudah meninggalkan tempat itu cukup jauh. Aku pun lari lagi menuju ke sebuah bangunan bekas pabrik. Namun ada seorang laki-laki berdiri diatas batang besi yg menjulur kesamping yg nampaknya itu bekas sebuah atap. Dari pakaiannya kelihatannya dia juga orang gila. Dan saat ia melompat ke arahku, tiba-tiba semuanya jadi gelap. Saat aku tersadar aku kembali ke reruntuhan rumah mewah itu. Aku melihat ke arah kebun bunga dan orang gila dengab senyum aneh itu tampak masih bermain disana. Aku menghampirinya namun disekelilingku sudah banyak orang gila lainnya. Saat itu aku tersadar semua orang ditempat itu adalah perempuan. Kemana laki-lakinya? Satu-satunya laki-laki adalah yg menyerangku tadi. Setelah itu aku tidak begitu ingat, yg kuingat hanyalah saat aku tahu kalau untuk keluar dari sana itu membutuhkan sandi. Aku pun menemui gadis gila dengan senyum aneh itu dan bertanya, "Apa sandinya?" dengan nada seperti anak-anak. "Sandi Permainan Baru Anak Hitam" jawabnya dengan nada anak-anak menirukanku. Aku pun langsung berlari ke arah jalan keluar yg berada di depan reruntuhan rumah mewah itu.
"Fuub ya?" ucap gadis gila itu padaku. Aku pun menjawab, "Ya, fuub." sambil mengankat jempolku tanpa menoleh ke arahnya. Setelah beberapa lama aku baru sadar, darimana dia tahu kata itu? Bukankah saat aku mengatakannya dia tak ada disana? Tapi aku tak terlalu memikirkannya dan tetap berusaha keluar. Dan aku pun menemukan pintu keluarnya. Tapi itu tak berbentuk pintu. Hanya merupakan sebuah batang pohon berbentuk seperti hurup H dengan lengkungan setengah lingkaran dibawanya. Lalu dari samping aku merasakan ada yg menarik lengan bajuku. Ternyata itu seorang anak yg tampak kucel dengan wajahnya yg murung seperti sedang meminta pertolongan dia terus menarik lengan bajuku. Dia terkurung dihutan dan saat kulihat sekitarku memang semuanya hutan. Dan aku selama ini hanya menyusuri jalan setapak tanpa memperhatikan apapun di sekelilingku. Hutan dan jalan setapak itu dibatasi oleh batang-batang pohon sebagai pagarnya. Walau kecil, batang pohon itu tinggi dan kuat. Dan anak itu hanya bisa mengeluarkan tangannya dari lubang di pagar yg berupa akar melengkung membentuk setengah lingkaran. Aku pun menariknya sambil mengucapkan kata sandi itu. Dan ia pun berhasik keluar dan terjungkal karena tarikan tangaku yg terlalu kuat. Aku merasakan ada yg mengganjal ditanganku. Apa ini? Cincin kawin? Tidak mungkin kurasa, karena dia masih anak-anak. Anak itu pun meminta ku untuk mengembalikan cincinnya. Lalu aku pun melemparkannya padanya. Tidak lama kemudian muncul gadis dengan rambut pendek berwarna merah berponi, mungkin lebih bisa dibilang itu warna magenta. Dia terlihat cantik dan seperti memakai seragam. Aku tak tahu itu seragam apa, ditempat ini juga tak ada yg memakai seragam. Dia mengatakan kalau namanya adalah Mawar. Dan lalu menghampiri anak laki-laki itu dan berkata, "Wawan, kau harus bersamaku." dengan wajah datar. Tanpa melihat kelanjutannya aku pun pamitan dan mengatakan kalau aku harus pergi ke suatu tempat. Aku pun mengucapkan sandi itu dan aku terhisap masuk ke lubang setengah lingkaran dibawah batang pohon berbentuk hurup H itu. Lalu aku pun terbangun dari mimpi itu. Saat terbangun yg pertama kali terpikirkan adalah kenapa keluar dari dunia orang gila itu sama dengan ke dunia nyata? Kenapa yg tahu sandi itu adalah orang gila misterius yg suka bermain-main? Dan kenapa sandinya adalah "Permainan Baru Anak Hitam". Apa mungkin dunia kita ini dipenuhi orang gila? Apa benar dunia kita ini hanyalah permainan bagi mereka? Satu-satunya kesimpulan yg kudapat adalah, "Dunia ini kemungkinan telah didatangi oleh orang-orang gila. Orang gila yg mengaku waras dan masuk ke kehidupan. Mempermainkan hidup kita secara tidak sadar. Kalau mereka gagal, mereka akan membuka kedok mereka dan menunjukkan sisi asli mereka sebagai orang gila. Kalau mereka berhasil mereka akan meneruskan akting waras mereka sambil tertawa terbahak-bahak dalam hati mereka.". Just like our goverment now.
Wawan dan Mawar, hanya mereka berdua yg masih misteri yg belum kuketahui maksudnya apa. Kuharap aku bisa mendapat kelanjutannya. Aku hanya bisa berharap pada Allah menunjukkan kelanjutannya.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】