Memo, chapter 15 - Pagi Ini

Pagi-pagi sekali di kelas X-1 yang terlihat masih sepi, tampak Arya tertidur di mejanya.  Sekolah pun sebenarnya masih sepi karena saat itu baru jam setengah 6. Yang ada hanya penjaga sekolah yang sedang sapu-sapu dilapangan tengah, dan satpam penjaga gerbang yang sedang ngopi sambil baca koran Lampu Pelangi di dalam posnya. Keheningan yang menyelimuti sekolah pun menemani tidur Arya.
"Sial! Aku telat!" ucap seorang gadis masuk kedalam kelas dengan tergesa-gesa.
"Lho kok masih sepi." sambung gadis itu saat menyadari kelas masih sepi.
Gadis itu pun menghampiri tempat duduknya yang ada di pojok belakang kelas. Gadis itu adalah Shinta yang terlihat terengah-engah seperti habis berlari.
"Dia tidur? Dasar pemalas, pagi-pagi kok tidur lagi." ujar Shinta yang melihat Arya sudah datang.
Setelah meletakan tas nya, Shinta datang menghampiri Arya.
"Hei bangun! Jangan tidur! Ini sudah pagi! Sudah sampai sekolah kok malah tidur?" gerutu Shinta sambil mengguncang tubuh Arya.
"Lah mati ya ini orang. Daritadi tidak bangun juga." pikir Shinta.
Shinta berjalan kembali ke mejanya.
"Haa!!" ucap Shinta sambil kembali ke dekat Arya dengan tiba-tiba bermaksud mengagetkannya.
Namun Arya masih tertidur dengan pulasnya.
"Beneran mati nih orang." ujar Shinta.
Shinta berjalan kembali ketempat duduknya.
"Ah sudahlah.. lagipula buat apa juga aku membangunkannya." kata Shinta tak mau ambil pusing lagi.
Waktu semakin berlalu, kelas semakin ramai. Digna dan Fajar tampak sudah datang ke kelas. Namun Arya masih tertidur dengan nyenyaknya.
"Hei sebentar lagi masuk tuh, cepet bangunin dia." ujar Fajar.
"Tapi sepertinya tidurnya pulas gitu. Jadi tidak tega aku membangunkannya." sahut Digna.
"Tapi bentar lagi bel, bro."  kata Fajar.
"Ya udah kamu saja yang membangunkannya." suruh Digna.
"Haha.. maaf, aku lupa ngerjain PR. Aku sibuk!" sahut Fajar yang tiba-tiba tampak sibuk dengan buku catatannya.
"PR darimana? Kan kita masih belum belajar." ujar Digna.
"Tentu saja bukan, karena ini adalah PR ku saat SMP." jawab Fajar.
"Hah? Orang bodoh macam apa yang mengerjakan PR masa SMP saat SMA." lomentar Digna.
"Orang bodoh macam kamu." sahut Fajar.
"Lah kok aku?" tanya Digna.
"Karena aku ingin meminta bantuanmu untuk mengerjakannya. Hehehe.." jawab Fajar.
"Sialan!" ucap Digna dengan suara pelan.
"Kalian ini sepagi ini sudah ribut saja." ujar Arya.
Fajar dan Digna menoleh ke arah Arya. Ternyata Arya sudah bangun dari tidurnya. Namun kepalanya masih menempel dengan meja.
"Se-sejak kapan?!" ucap Fajar dan Digna dengan wajah shock.
"Sejak awal aku memang tak bisa tidur. Aku sudah berusaha tidur sejak terbangun dari jam 12 malam, tapi sampai sekarang belum bisa tidur juga." jelas Arya.
"Lah emang ngapain bisa terbangun jam 12 malam?" tanya Digna.
"Ngerjain PR." jawab Arya.
Wajah Digna langsung pucat, terlihat senyum terpaksa diwajahnya.
"Selama ini ternyata aku dikelilingi orang bodoh." ujar Digna dalam hatinya.
"Tapi ternyata itu cuma mimpi. Padahal aku sudah mengerjakannya." lanjut Arya.
"Jadi maksudmu kamu mengerjakan PR dari mimpimu!?" tanya Fajar.
"Ya, begitulah kira-kira." jawab Arya.
"Jadi sekarang mana kerjaanmu itu?" tanya Digna.
"Justru itu sampai sekarang belum selesai."  jawab Arya.
"Lah bukannya tadi bilang tidak tidur karena mengerjakan itu?" tanya Fajar.
"Ya sudah selesai, pasti aku bisa tidur lagi. Tapi buktinya aku tidak bisa tidur. Itu artinya aku belum selesai mengerjakannya kan?" jelas Arya.
"Oh benar juga.." ujar Fajar.
Bel masuk pun berbunyi.

Catatan hari ini:
Sebelum mengerjakan sesuatu layaknya dipikirkan terlebih dahulu hal tersebut benar-benar layak dilakukan atau hanya membuang waktumu saja.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】