Memo, chapter 18 - Logika

Arya sedang berjalan menuju kantin. Tiba-tiba ada Rere menghentikannya.
"Hei bocah! Kemari dulu sebentar!" panggil Rere.
"Wah.. bahaya nih. Pasti masalah yang kemarin." ujar Arya dalam hatinya.
"Kemarin kau mencoba menyerang Sindy, iya kan?" tanya Rere.
"Ti-tidak kok.." jawab Arya dengan gugup.
"Jangan bohong!" bentak Rere.
"Ba-baiklah. Aku memang menyerang saat itu." tambah Arya.
"Sudah kuduga!" sahut Rere.
"Aku menyerang diriku sendiri supaya tidak terpancing suasana." sambung Arya.
"Hah? Maksudnya?" tanya Rere.
"Ya, sederhananya sih aku menahan diriku supaya tidak menyerang senior Sindy saat itu. Meskipun saat itu sangat mendukung sekali." jelas Arya.
"Kau mencoba membuatku bingung, aku tidak akan percaya padamu." kata Rere.
"Ketidak percayaan senior itu tidak beralasan." sahut Arya.
"Aku punya alasan tidak percaya padamu. Saat itu Sindy duduk diatas kasur, dan kamu duduk bersandar ke dinding.. jauh dari Sindy.." ujar Rere sambil terlihat memikirkan lagi kata-katanya.
"Tunggu.. apa pemikiranku terlalu ekstrim kemarin? Saat itu dia memang jauh dari Sindy. Dan dirinya pun tak terlihat sedang mau menyerang Sindy. Kalau begitu aku? Jadi selama ini.. aku telah menuduhnya.." pikir Rere sambil membelakangi Arya.
"Senior? Kenapa, kok tiba-tiba diam gitu? Senior sakit gigi?" tanya Arya.
"Siapa yang kau bilang sakit gigi!" bentak Rere sambil berbalik ke arah Arya.
"Lho, kenapa wajah senior merah gitu? Senior demam?" tambah Arya memegang dahi Rere.
"Tidak! Aku baik-baik saja!" jawab Rere sambil menyingkirkan tangan Arya dari dahinya.
"Maaf sudah menuduhmu! Dah!" ucap Rere lalu langsung pergi begitu saja.
"Lah, ada apa dengannya. Beneran sakit gigi sepertinya." ujar Arya memperhatikan Rere yang berjalan menjauhinya.
Jauh dibelakang Arya, tampak ketua OSIS memperhatikannya.

Catatan hari ini:
Pemikiran yang terlalu ekstrim kadang kurang baik. Apalagi kalau sampai memunculkan dugaan negatif yang menjerumuskan. Ada baiknya kita bertanya, dan putuskan kalau pemikiran kita benar atau salah.

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】