VocaWorld, chapter 16 - Power Of Earophoid
Sebuah sosok hitam bermata satu muncul di hadapan Miku dan Gumi. Disaat itu Miku mendengar bisikan seseorang.
"Aku akan memberitahu rahasia earophoid." kata suara bisikkan itu.
"Earophoid diciptakan untuk memaksimalkan kemampuan tubuh dengan irama yg ada di otak. Namun earophoid mu masih dalam keadaan 'power lock'. Kamu harus membukanya dengan mengatakan 'System setting.' lalu, 'Power lock: switch off.' kemudian, 'Password.' dan katakan sandinya. Dan sandimu adalah, Cheery Princess. Lalu berubahlah, jangan lupa untuk set power mu berapa persen saat perubahan. Kamu tak ingin Gumi temanmu itu mati kan?". bisik suara itu.
Miku pun langsung menengok ke arah suara itu namun tidak ada siapa-siapa.
"Tadi itu suara siapa? Seperti ada yg berbisik padaku." ujar Miku saat menengok.
Dan Miku mulai melihat kalau makhluk hitam itu mulai mendekati mereka. Miku pun mulai memakai earophoid nya.
"System setting. Power lock: switch off! Password: CHEERY PRINCESS" ucap Miku.
Makhluk itu pun semakin dekat dan mengangkat tangannya hendak menyerang Miku.
"Miku-chan, awas!" kata Gumi, yg kemudian melompat ke depan Miku.
Melihat itu Miku pun terkejut. Dia pun jadi ingat suara bisikan tadi itu.
"Kamu tak ingin temanmu Gumi itu mati kan?" ucap suara bisikan dalam ingatan Miku.
"Start up! Vocaloid system: on! Power 100% Cheers.." ucap Miku.
Kemudian tubuh Miku mengeluarkan cahaya hijau kebiruan. Semakin lama semakin terang. Kemudian terjadi hempasan angin yg cukup keras.
"Aniki, kekuatan ini!?" ucap Dante yg melihat dari persembunyian.
Tapi Ray tidak menjawab. Dia hanya tersenyum sambil melihat ke arah Miku.
"Aniki.." ucap Dante saat melihat Ray seperti itu.
Wujud Miku sudah mulai terlihat dari arah cahaya yg menyilaukan mata itu. Miku tampak mengenakan pakaian hijau biru nya seperti saat ia menyanyi dikelas.
"Dance: Rolling Girl." ucap Miku.
Makhluk itu pun mulai menyerang, lalu Miku berputar ke kiri dan menendang menggunakan kaki kirinya ke ketiak makhluk hitam itu hingga tangannya terputus dan hilang. Kemudian berputar lagi ke kiri lalu memukul dada makhluk hitam itu dengan tangan kanannya. Dan makhluk hitam itu pun hilang seluruhnya.
"Mi-Miku-chan.." panggil Gumi dengan ekspresi terkejut.
"Rasanya tubuhku bergerak dengan sendirinya. Semua gerakanku terasa ringan. Ada apa ini? Sepertinya ada kekuatan yg mengalir di seluruh tubuhku." ujar Miku sambil melihat kedua tangannya
"Miku-chan?" ucap Gumi terlihat khawatir.
"Gu-Gumi-chan.. apa kamu tidak apa-apa?" tanya Miku sambil berbalik ke arah Gumi.
"Aku tidak apa-apa kok. Lagipula harusnya aku yg bertanya begitu!" bentak Gumi.
"Y-Ya.. aku tak apa kok. Hehe.." jawab Miku sambil tertawa bodoh dan menggaruk kepala.
"Dan kenapa tadi kamu melindungiku?" tanya Gumi dengan gugup.
"Karena Gumi-chan juga ingin melindungiku tadi kan? Makanya secara reflek aku pun melindungi Gumi-chan. Hehe.. Lagipula sesama teman harus saling melindungi, kan?" jelas Miku sambil tersenyum manis.
"Miku-chan.." ucap Gumi tampak terharu.
"Wah.. sudah sore ternyata. Ayo kita cepetan!" ujar Miku sambil menarik tangan Gumi lalu berlari meninggalkan tempat itu.
"Jadi aniki membisikkan rahasia tentang earophoid padanya?" tanya Dante.
"Hanya sedikit." jawab Ray.
Kemudian Ray mengambil tasnya.
"Dante, aku pulang duluan ya." ucap Ray sambil melangkah.
"Tunggu Aniki." sahut Dante menyusul Ray.
"Dante, tas mu masih ada di atap sekolah." ujar Ray.
"Aaaa... aku lupa!" teriak Dante sambil memegang kepalanya.
Lalu Dante pun berlari menuju sekolah untuk mengambil tasnya. Sementara Ray hanya nepuk jidatnya lalu melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.
Miku dan Gumi pun sampai di rumanya Miku.
"Aku pulang.." ucap Miku sambil membuka sepatunya.
"Permisi.." ucap Gumi yg juga membuka sepatunya.
"Oohh.. Miku-nee sudah pulang." ujar Len yg tampak sedang main PS.
"Selamat datang Miku-neechan." sambung Rin yg menjadi lawan main PS nya Len.
"Mereka adik-adikmu?" tanya Gumi saat melihat Rin dan Len.
"Ya, yg sebelah kanan itu Kagamine Len-chan, yg sebelah kiri itu Kagamine Rin-chan. Mereka itu kembar." jelas Miku sambil menunjuk Rin dan Len.
"Eeehh.. kembar?! Pantas mereka mirip." ujar Gumi sedikit terkejut.
"Ya. Bukankah mereka manis-manis?" tanya Miku.
"Ya, tapi kenapa salah satu dari mereka memakai celana pendek? Bukankah mereka kembar?" jawab Gumi sambil bertanya balik.
"Tentu saja, karena Len-chan itu tomboy." jawab Miku.
"Aku ini laki woy!" protes Len.
"Oh.. jadi dia itu tomboy." sahut Gumi.
"Sudah ku bilang aku ini laki!" protes Len lagi.
"Player 1 lose!" terdengar suara di TV.
"Whooaaa... aku kalah..!!!" teriak Len saat kalah.
"Hahaha.. makanya jangan meleng terus." ucap Rin mengejek Len.
"Sial, ini gara-gara kuntilanak itu." ujar Len.
"Siapa yg kau sebut kuntilanak!!!" bentak Miku sambil melempar buku catatan pada Len.
Gumi pun tertawa kecil melihat tingkah mereka.
"Aku pulang.." ucap Meiko.
"Selamat datang.." ucap Miku, Rin, dan Len.
"Eh, ada tamu ya." ujar Meiko saat melihat ada Gumi di ruang keluarga.
"Namaku Megupo Gumi. Aku teman sekelasnya Miku. Salam kenal.." kata Gumi memperkenalkan diri.
"Hmm.. nama yg imut. Anggap saja rumah sendiri. Jangan malu-malu.." sahut Meiko.
Kemudian Meiko menuju ke dapur.
"Dia kakakmu?" tanya Gumi pada Miku.
"Ya, bisa dibilang begitu. Dialah yg merawatku sejak kecil. Walau kadang gaya bicaranya seperti preman kalau lagi marah, tapi sebenarnya dia baik hati." jelas Miku sambil melihat ke bawah dan tersenyum.
"Miku-chan.." ucap Gumi saat melihat ekspresi Miku.
"Hmm.. bagaimana kalau saat ini kita nonton drama aja?" ajak Miku sambil loncat ke kursi.
Kemudian Miku mengambil remot dan mengganti channel nya.
"Yaaahhh..." ucap Rin dan Len yg lagi asik main game tapi tiba-tiba di ubah channelnya oleh Miku.
"Ayo duduk.." suruh Miku sambil menepuk bagian sofa itu.
Lalu Gumi pun duduk di sebelah Miku. Sedangkan Len tampak sedang membereskan stik PS, dan Rin sedang mematikan PS.
"Akhirnya dimulai juga.." ucap Miku saat melihat judul opening nya.
Tertulis disana judulnya itu, 'Notice Me, Senpai.' dan lalu dimainkanlah lagu galau dengan scene sekolahan.
Dikediaman Gakupo, terlihat Kamui sedang menikmati udara sore hari duduk di depan dojo nya.
"Seorang samurai itu, haruslah seindah matahari senja dan setenang angin sore hari." ucap Kamui sambil duduk bersila.
"Gakupo!!! Mandi dulu sana! Mau sampai kapan duduk disana, hah!!??" bentak Kaito sambil nongol di jendela rumah.
"Sabar Kaito-dono. Samurai itu haru.." belum sempat Kamui menyelesaikan kalimatnya Kaito sudah melempar handuk dari jendela itu.
"Ya ampun, Kaito-dono ini. Tidak samurai banget. Emang sudah jam berapa sih?" ujar Kamui sambil mengambil handuk yg ada di wajahnya.
"Sudah jam 4 sore." jawab Kaito sambil menutup jendela itu.
"Sial!" ucap Kamui.
Lalu Kamui bergegas pergi ke pintu depan dan membuka pintu. Dia berlari ke ruang tengah.
"Sial, kenapa Kaito-dono tidak bilang dari tadi." kata Kamui sambil berlari.
Sesampainya di ruang tengah dia langsung duduk dan menghidupkan TV.
"Ini waktunya drama 'Notice Me, Senpai'." ujar Kamui.
"Gakupo.." ucap Kaito saat melihatnya.
"Ayo kita nonton bareng, Kaito-dono. Drama ini bagus banget." ajak Kamui.
"Mandi dulu sana, samurai bego!!!" bentak Kaito.
Dari luar kediaman Gakupo, diatas genteng tampak Ray sedang berdiri dalam mode perubahan.
"Nampaknya punya dia juga tipe khusus. Jadi ada 2 tipe khusus dikota ini. Menarik.." ujar Ray.
To be continued..
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.