VocaWorld, chapter 19 - Following 2
Sabtu pagi di rumah Miku, terlihat Miku masih tertidur pulas meski jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
"Miku-chan.. ayo bangun!" panggil Meiko sambil mengetuk pintu.
"Kaito-senpai.. hehe.." ucap Miku ngelindur sambil ngiler.
"Miku-chan.. oy Miku-chan.." panggil Meiko sambil tetap mengetuk-ngetuk pintu kamar Miku.
"Ah berisik.." ucap Miku sambil menarik selimut dan menutup wajahnya dengan selimut tersebut.
"Woy bangun woy!!!" bentak Meiko dengan gaya bicara preman saat mendobrak pintu.
"Mau sampai kapan kau mau tidur hah!!! Mau ku bikin tidur selamanya ya!!!??" pekik Meiko sambil menarik selimut Miku secara paksa.
Dan Miku pun terjatuh dari ranjangnya.
"Aduh!" ucap Miku saat jatuh.
Miku pun terbangun dan duduk di lantai.
"Sakit banget.." kata Miku sambil memegang kepalanya yg terbentur lantai.
"Nampaknya kamu sudah bangun. Ayo cepat mandi dan sarapan!" suruh Meiko sambil membungkuk menatap tajam ke Miku.
"Ahh.. kenapa Meiko-san ini? Sekarang kan libur. Biarkanlah aku tidur sampai siang." gerutu Miku sambil naik lagi ke ranjangnya.
"Jangan bercanda!!! Ayo cepat sana mandi!!!" bentai Meiko sambil menarik kerah belakang baju tidur Miku.
Miku pun terjungkir beberapa kali ke belakang dan membentur dinding.
"Ada apa di luar? Berisiki amat.." komentar Rin yg terlihat masih tidur.
"Mungkin ada battle antara Kuntilanak VS Mak Lampir." sahut Len yg juga terlihat masih tidur.
"Kalian juga ayo cepat bangun dan mandi sana!!!" teriak Meiko sambil mendobrak pintu kamar Rin dan Len.
"Baik!" sahut Rin dan Len sambil bangun.
Miku, Rin dan Len berjalan menuju kamar mandi.
"Nampaknya battle antara Kuntilanak VS Mak Lampir, dimenangkan oleh Mak Lampir." ujar Len.
"Iya." sahut Rin.
"Ngomong apa kalian!" bentak Miku sambil menjitak Rin dan Len.
"Seandainya yg bangunin tidur itu Kaito-senpai. Pasti lebih menyenangkan." ujar Miku dengan wajah senang dia membayangkan sesuatu.
Dalam bayangan Miku saat itu, Kaito pergi ke kamar Miku sambil mengenakan apron.
"Miku-chan, ayo bangun.. sudah pagi." ujar Kaito sambil tersenyum.
"Ah sebentar lagi aja, masih mau tidur nih." sahut Miku.
"Ayo jangan malas. Hari ini aku masakkan makanan kesukaanmu." balas Kaito.
"Tapi malas bangunnya." jawab Miku.
"Nampaknya tak ada cara lain." ujar Kaito sambil mengangkat tubuh Miku.
Kaito pun memangku Miku.
"Aku akan menggendongmu sampai ke kamar mandi." ujar Kaito sambil tersenyum.
Miku pun senyum-senyum sendiri membayangkan semua itu.
"Miku-nee kenapa? Lagi kambuh ya?" ucap Len.
"Entahlah.." sahut Rin.
Sementara itu di kediaman Gakupo.
"Gakupo!!! Ayo bangun!!!" teriak Kaito sambil menarik selimut futon Kamui.
"Ya ampun, katanya samurai harus bangun lebih cepat dari terbitnya matahari. Tapi jam segini masih aja molor." gerutu Kaito.
"Maaf Kaito-dono. Kemarin saya ketiduran depan toilet. Bangun-bangun tengah malam dan tak bisa tidur sampai jam 3 pagi." jawab Kamui.
"Ayo jangan banyak alasan, bukankah hari ini giliranmu membersihkan dojo." ujar Kaito sambil menyeret Kamui ke kamar mandi.
Kaito terus menyeretnya hingga sampai ke depan pintu kamar mandi.
"Hey Gakupo cepa.." ujar Kaito sambil menoleh ke arah Kamui yg ia seret tadi.
Tapi ternyata yg ia serer itu hanya kimono nya saja. Kaito diam terpaku saat sadar hal itu.
"Dia kabur!!!" bentak Kaito sambil membanting kimono itu.
Kaito pun berjalan cepat pergi meninggalkan rumah itu karena ngambek.
"Bodo amat dah, aku pergi aja. Dirumah buatku pusing. Lagian sarapannya udah siap." gerutu Kaito sambil jalan.
Miku tampak sudah dandan di kamarnya. Dia sedang bercermin dan berputar memastikan pakaiannya cocok atau tidak.
"Oke. Yg cantik mah pake baju kayak apa aja memang cocok." ucap Miku dengan ekspresi semangat.
Miku saat itu memakai dress berwarna putih dengan rok selutut. Dia memakai stocking belang-belang dengan sepatu hitam. Rambutnya seperti biasa, twintail. Kemudian Miku pun pergi keluar. Dia berjalan dengan semangat.
"Semoga saja dijalan nanti ketemu Kaito-senpai." harap Miku sambil melangkah dengan semangat.
Di bawah jembatan di pinggir sungai. Terlihat Ray dan Dante sedang asik memancing.
"Aniki, kenapa kita mancing disini?" tanya Dante.
"Sebentar lagi juga tahu." jawab Ray.
"Mana? Daritadi aku tidak dapat ikan." gerutu Dante.
"Lihat kesana? Dalam 5 detik kamu akan tahu." ujar Ray sambil menunjuk ke arah pertigaan tanpa menoleh sedikitpun.
Dante pun melihat ke arah pertigaan tersebut karena penasaran. Dia hanya melihat Kaito sedang berjalan.
"Kaito?!" pekik Dante dalam hatinya.
"5, 4, 3, 2, 1.." ucap Ray sambil menghitung dengan tangannya.
Kemudian muncul lah gadis berkuncir dua, yaitu Miku dari pertigaan.
"Ha-Hatsune?" ucap Kaito yg melihat Miku.
"Ka-Kaito-senpai.." ucap Miku dengan wajah memerah.
"Banzai! Banzai! Aku ketemu Kaito-senpai. Yeah!!" sorak Miku di dalam hatinya.
"Mau kemana?" tanya Kaito dengan ramah.
"Hmm.. mau jalan-jalan aja." jawab Miku dengan malu.
"Wah.. kebetulan. Bagaimana kalau kita bareng aja. Aku juga mau refreshing nih. Dirumah terus bikin pusing." ujar Kaito.
"A-apa Kaito-senpai serius? Kaito-senpai mau jalan bareng aku?" sahut Miku terkejut.
"Tentu." jawab Kaito sambil menganggukkan kepala dan tersenyum.
Kemudian mereka berdua pun berjalan bersama.
"Aniki, jangan-jangan kau sudah tahu ini akan terjadi." ujar Dante.
"Bukan hanya tahu, aku memastikannya juga." jawab Ray.
Sebenarnya saat Kaito menyeret Kamui, Kamui melihat ada amplop di teras dojo. Melihat hal itu, Kamui melepas kimono nya dan berlari menuju dojo. Kamui buru-buru membuka amplop itu dan menemukan secarik kertas. Di kertas itu tertulis, "Maaf, anda kurang beruntung. Coba lagi.". Dan disampingnya ada gambar emoji melet seperti mengejek.
Kamui pun diam terpaku sambil menyobek kertas itu.
"Aniki mau kemana?" tanya Dante yg melihat Ray bangkit.
"Just following someone." jawab Ray sambil menyimpan alat pancingnya dibawah jembatan.
"Oh ya Dante, bisakah kamu mengawasi gadis berambut hijau itu. Namun kamu harus hati-hati. Nampaknya dia mengenalimu." suruh Ray sambil berjalan meninggalkan Dante.
"Siap, Aniki. Laksanakan!" sahut Ray sambil bangkit dan memakai tudung jaketnya.
To be continued..
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.