VocaWorld, chapter 23 - Serpihan Memori
Saat pulang sekolah, Luka terlihat sedang berdiri dekat gerbang sekolah. Tidak berapa lama Ray terlihat sedang berjalan menuju gerbang.
"Ray-kun.." panggil Luka sambil melambai ke Ray.
"Ada apa dengannya? Kukira dia akan membenciku setelah mengetahui semuanya." gumam Ray sambil berjalan.
"Ada apa, Megurine-san?" tanya Ray saat sampai di depan Luka.
"Ayo kita pulang bareng." ajak Luka.
"Hah?" ucap Ray terlihat heran.
"Ayo, soalnya ada yg mau aku bicarakan denganmu." sahut Luka.
Kemudian akhirnya mereka pun pulang bersama. Meleka berjalan bersampingan.
"Jadi, apa yg mau kamu bicarakan? Bukankah kamu sudah mengerti semuanya, Megurine-san?" tanya Ray.
"Ya memang aku sudah mengerti tentang apa yg Ray-kun katakan. Tapi, ada satu yg tak ku mengerti." jawab Luka sambil tertunduk.
"Apa itu?" tanya Ray.
"Kalau memang tujuanmu itu memusnahkan Dark Sider, kenapa kamu harus meledakan dan studio rekaman dan pengkopian CD?" jawab Luka yg bertanya balik.
"Ah bukankah sudah ku bilang, aku harus memusnahkan hingga ke pucuk terakhir." jawab Ray dengan nada datar.
"Tapi kenapa?" tanya Luka lagi.
"Bukankah petunjuknya ada dikoran? Ya ampun.. kalau harus aku beritahu semuanya, kamu tak akan pernah berpikir, Megurine-san." ujar Ray sambil memalingkan wajah.
Luka pun terlihat sedang berpikir kembali mendengar perkataan Ray.
"Aku tak peduli kamu akan menganggapku baik atau jahat setelah tahu semuanya. Namun aku akan tetap pada jalanku." sambung Rau yg lalu berbelok ke arah yg berlawanan dengan Luka setelah melewati jembatan.
"Ray-kun.." ucap Luka saat melihat Ray menjauh.
Luka sampai di kediaman nya, lalu ia segera masuk ke kamar. Dia merebahkan dirinya di kasur.
"Korban ledakan di stasiun radio kehilangan ingatannya. Ia tak ingat kejadian sampai sebulan yg lalu. Lalu, ledakan di dua tempat lainnya nampaknya masih ada hubungannya." ujar Luka sambil tiduran.
Luka pun bangun dan duduk sambil memegang dagunya dia berpikir.
"Kalau penyebabnya adalah dark sider, itu berarti hubungan dengan 2 tempat lainnya adalah tentang album." ujar Luka sambil berpikir.
"Hilang ingatan sebulan terakhir, apakah itu artinya dia dirasuki dark sider sebulan sebelumnya? Mungkin. Namun itu berarti lagu yg ada di album baru adalah buatan dark sider." kata Luka sambil memejamkan matanya.
Luka pun tersenyum dan kembali merebahkan tubuhnya.
"Itu berarti, Ray-kun bukan orang jahat kan." ucap Luka sambil tersenyum.
"Tunggu, kenapa aku jadi lega. Ini seperti aku bersyukur Ray-kun berada di sisiku." kata Luka yg lalu menutup wajahnya dengan bantal.
Di sekolah, Miku, Gumi, Meiko dan Kaito masih berada di ruangan klub. Meiko membagikan formulis pendaftaran ke Miku dan Gumi.
"Oh ya Miku-chan, apa yg membuatmu ingin masuk klub light music? Padahal kemarin-kemarin Miku-chan terlihat tak tertarik." tanya Meiko pada Miku.
"Hmm.. emang sih. Tapi karena aturan sekolah, ya terpaksa ikut klub. Aku juga tak punya ide mesti masuk klub mana, tapi karena tahu di klub light music ada Meiko-san, jadi aku masuk klub ini aja." jawab Miku.
"Pada awalnya sih gitu, tapi sejak tahu Kaito-senpai juga ada di klub ini, alasannya jadi berubah." sambung Miku dalam hatinya sambil melihat Kaito.
"Kalau Gumi-chan sih?" tanya Meiko pada Gumi.
"Ya, karena aku tidak akrab dengan yg lain selain Miku-chan, jadi aku mau satu klub aja ama Miku-chan." jawab Gumi.
"Tapi dengan begitu bukankah ini bagus? Jadi kamu tak perlu malu-malu lagi, karena kalian bisa bersama-sama terus." ujar Kaito pada Gumi.
"I-iya." sahut Gumi.
"Oh ya, sejak kapan kamu kenal dengan Gakupo?" tanya Kaito pada Gumi.
"Hmm.. sebenarnya aku dan Gaku-Gaku adalah teman masa kecil. Karena dia lebih tua, jadi kadang aku menganggapnya kakak ku." jelas Gumi.
"Teman masa kecil?" ucap Kaito.
"Ya, dulu aku pernah tinggal disini. Lalu beberapa tahun kemudian aku pindah ke luar kota." sahut Gumi.
"Kalau dulu kamu pernah tinggal disini, mungkinkah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Meiko.
"Hmm.. aku tak ingat. Sudah lama banget sih." jawab Gumi.
"Pasti saat itu Gumi-chan masih seusia Miku-chan. Pantas saja kalau gak ingat." ujar Meiko.
"Iya, aku juga tak ingat masa laluku sedikitpun. Yg ku ingat hanyalah saat pertama kali bertemu Meiko-san." sambung Miku.
"Beneran tak ingat apapun?" tanya Gumi tak percaya.
"Ya, tak satupun. Kalau aku coba mengingat, yg ada cuma gelap saja." jawab Miku.
"Ya dalam usia segitu memang kadang sulit mengingat kejadian." ujar Meiko.
Setelah selesai mengisi formulir, Miku dan Gumi pun memberikannya pada Meiko.
"Whooaa.. aku lupa, hari ini ada jadwal drama 'Notice Me, Senpai'. Aku harus cepat pulang." ucap Miku saat melihat jam.
"Eh, jadi Hatsune juga suka menonton drama itu?" tanya Kaito.
"Ka-Kaito-senpai juga suka nonton? Wah. " ucap Miku terlihat senang.
"Ti-tidak, sebenarnya Gakupo lah yg suka nonton." sahut Kaito.
"Ah, Kaito-senpai malu-malu." ucap Miku.
"Jadi Kaito suka nonton drama itu ya." ucap Meiko dalam hati.
Setelah itu mereka pun pulang. Di rumah Miku, terlihat Miku, Meiko, Rin dan Len sedang nonton drama 'Notice Me, Senpai'.
"Hei Rin, apa kamu mencium bau yg aneh?" ucap Len.
"Hmm.. seperti ada yg gosong." sahut Rin.
"Sial! Aku lupa aku lagi masak tadi tuh!!" teriak Meiko yg bergegas menuju dapur.
Saat waktu makan tiba, dimeja makan terlihat ada makanan berwarna hitam dan berasap pekat.
"Apaan nih?" ucap Miku, Rin dan Len.
"Jangan banyak ngomong, ayo makan!" bentak Meiko.
Di rumah danau, Ray dan Dante seperti biasa sedang memancing.
"Aniki, sampai kapan kita mau makan ikan terus?" tanya Dante.
"Mengertilah Dante, pekerjaan kita tak menghasilkan uang." jawab Ray.
"Bagaimana kalau kita mencari kerja saja?" usul Dante.
"Hmm.. ide bagus. Tapi kerja apa?" terima Ray.
"Eto.. hmm.. apa ya? Belum kepikiran sih sebenernya. Hehehe.." ucap Dante.
"Dasar bodoh! Kalau belum kepikiran ya jangan ngomong." kata Ray sambil menjitak Dante.
"Aniki sendiri punya ide gak kita kerja apa?" tanya Dante.
"Tenang saja, besok kita pasti sudah kerja." jawab Ray.
"Aniki ini, kata-katanya seperti sudah tahu apa yg terjadi." ujar Dante.
"Benarkah seperti itu?" balas Ray sambil tersenyum yakin.
To be continued..
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.