VocaWorld, chapter 6 - Praduga
Sesi perkenalan kelas telah selesai. Dan wali kelas pun tampak keluar dari kelas mereka masing-masing. Miku bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Ray.
"Ano, se-sepertinya aku sudah salah paham padamu. Ma-maafkan aku!" ucap Miku dengan sedikit gugup.
"Ah, tak perlu meminta maaf kok. Ini tidak sepenuhnya salahmu." sahut Ray seperti biasa, dia tampak santai dan tak berekspresi.
"Miku-chan, sedang apa kamu disana?" tanya Gumi.
"Sebentar.." pinta Miku.
"Hmm.. ano, aku.. eh?!" ucap Miku yg kemudian terkejut melihat kursi Ray sudah kosong.
"Ehhh??!! Pergi kemana dia?!!" ujar Miku kaget.
Ternyata Ray sudah berada di luar kelas. Dia berjalan menyusuri lorong kelas 1.
"Maaf Miku-chan, aku memang sengaja melakukan itu. Karena kalau tidak, kamu tidak mungkin bertemu dengannya kan? Aku yakin pasti kamu bertemu dengannya." gumam Ray sambil tersenyum.
"Aniki!" panggil Dante yg datang dari arah kelas 1-C.
"Ada apa?" sahut Ray.
"Bagaimana dengan kelasmu, Aniki? Aku kaget kamu mendapat kelas paling ujung." tanya Dante penasaran.
"Ah, biasa saja." jawab Ray.
"Eeh.. kenapa jawabnya begitu?" tanya Dante lagi.
"Sudahlah, kelasmu sendiri bagaimana?" tanya Ray balik.
"Mantap dah, wali kelasnya juga rocker abis!" jawab Dante sambil membuat lambang metal dengan tangannya.
"Oohh.." sahut Ray.
Tiba-tiba suasana lorong jadi heboh, para murid perempuan berteriak histeris.
"Eh, ada apa ini?" ucap Dante yg heran.
Ternyata ada laki ganteng lewat di lorong itu. Tepatnya adalah Kaito.
"Aniki, siapa dia?" tanya Dante pada Ray.
"Oh, dalam 3 detik kau akan tahu." jawab Ray dengan santai.
"3,2,1.." ucap Ray sambil menghitung mundur dengan tangannya.
"Itu Kaito-senpai kan?" ucap siswa perempuan di samping Dante dengan nada pelan.
"Iya, dia Kaito-senpai, yg saat ini menjabat sebagai pangeran sekolah." sahut temannya.
"Dia seorang pangeran?!" ucap Dante terkejut.
"Bukan, itu hanya julukan untuk orang paling tampan di sekolah." jelas Ray.
"Nampaknya tingkat popularitas seorang 'Pangeran Sekolah', tinggi juga ya." ujar Dante sambil tersenyum, tertarik menjadi pangeran sekolah.
"Ah, memang. Bisa dibilang itu tertinggi untuk siswa laki-laki untuk saat ini." sambung Ray.
"Hey Kaito! Aku menantangmu dalam duel menyanyi, Death Match. Akan ku rebut tahtamu sekarang juga." tantang Dante sambil menunjuk ke arah Kaito.
"Eh, siapa kamu?" tanya Kaito tidak kenal.
"Hahaha.. I'm an Angel who fallin' from heaven and drown to darkness. Namaku Yami Dante." jawab Dante sambil berpose.
"Oohh.. begitukah. Kalau begitu perkenalkan, namaku Shion Kaito. Salam kenal.." balas Kaito dengan ramah.
Para siswa perempuan pun langsung pada histeris melihat ke cool-an Kaito. Dante merasa kesal melihatnya.
"Hehe.. kalau begitu akan ku keluarkan senjata rahasiaku. Aniki, ayo perkenalkan dirimu." ujar Dante.
"Aniki!" panggil Dante lagi.
Namun karena tak kunjung muncul, Dante pun jadi kesal.
"Hoy Aniki! Ayo per.." panggil Dante sambil menoleh tapi mendapati Ray sudah tak ada disana lagi.
"Aniki!!! Kenapa kamu pergi?!" teriak Dante sambil celingak-celinguk mencari Ray.
Ternyata Ray sedang menuruni tangga sekarang.
"Maaf Dante, tapi kamu terlalu banyak menarik perhatian." ujar Ray sambil hendak menuruni tangga ke dua ke lantai 1.
"Ray-kun?" panggil seseorang.
Ray melihat ke arah suara itu, tepatnya di bawah tangga. Ternyata itu adalah Luka.
"Megurine-san kah, ada apa?" sahut Ray, menatap tanpa ekspresi dan tanpa menundukkan kepalanya.
Kembali ke lorong, tampak Dante masih bersitegang dengan Kaito.
"Cih, bagaimana? Apa kau menerima tantanganku? Kaito!" bentak Dante.
"Maaf-maaf, saat ini aku tak punya waktu. Lain kali saja ya." tolak Kaito sambil tersenyum.
"Eh, kenapa? Kamu takut?" ucap Dante dengan nada sombong.
"Te-tenang dulu ya.." sahut Kaito.
"Kaito-senpai? Ada apa ini?" tanya Miku yg tiba-tiba muncul bersama Gumi.
"Wah Hatsune, kebetulan. Ikut denganku sebentar!" ajak Kaito sambil berlari ke arah Miku lalu menarik tangannya pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Hey, mau kemana kau, Kaito!?" panggil Dante, namun Kaito sudah jauh.
"Cih, dia kabur." ucap Dante kesal.
"Miku-chan.." ucap Gumi.
Kemudian Dante dan Gumi pun saling menoleh dan melihat satu sama lain karena mereka bersebelahan.
"Ma-maaf.." ucap Gumi yg kemudian lari meninggalkan Dante.
"Kenapa dia?" ucap Dante, heran.
Di tangga, Ray dan Luka tampak mengobrol.
"Ray-kun mau kemana?" tanya Luka.
"Mau melihat sesuatu yg menarik. Mau ikut?" ujar Ray sambil menuruni tangga.
"Sesuatu yg menarik?" ucap Luka tampak bingung.
"Ya, tepatnya pertemuan seorang putri dengan pangeran." sambung Ray sambil lewat di samping Luka, menoleh ke arah Luka dan tersenyum
Ray pun melangkah meninggalkan Luka. Namun luka berlari kecil, mengejar Ray.
"Aku jadi penasaran, apa sih yg membuat Ray-kun tertarik dari pertemuan itu. Jadi aku akan ikut." ujar Luka berjalan di samping Ray dan membungkukkan badannya melihat ke arah wajah Ray.
Ray hanya membalas dengan senyuman. Dia sepertinya senang Luka ikut dengannya.
To be continued..
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.