VocaWorld, chapter 28 - Major

Di rumah Miku, Miku yg sedang nonton drama dikejutkan dengan berita yg memotong acara drama tersebut.
"Malam ini di tengah kota muncul raksasa berwarna hitam bermata satu. Raksasa itu mengamuk dan menghancurkan bangunan-bangunan di sekitarnya." ucap reporter di berita tersebut.
"Meiko-san, aku keluar sebentar." ujar Miku yg bergegas berlari keluar dan memakai earophoid nya.
Miku berlari ke arah kota dan berubah. Setelah berubah dia pun melompat-lompat untuk menambah kecepatannya.
Di tempat lain, Ray dan Dante yg sudah dalam keadaan berubah sedang melompat-lompat diatas gedung.
"Berapa lama lagi Aniki?" tanya Dante yg tak sabar untuk menghadapi monster itu.
"Major ini berada di dekat laut. Sekitar 3 KM lagi. Bersabarlah.." jawab Ray yg berada di sebelahnya.
Ray dan Dante pun menambah kecepatannya. Ternyata itu adalah dark sider tipe major kalau menurut dugaan Ray.
"Aniki, lihat! Itu gadis berkuncir 2!" ujar Dante yg melihat Miku berlari di jalan di bawah mereka.
"Nampaknya dia juga mengejar major itu. Dante, tetaplah tenang. Jangan sampai ketahuan olehnya." sahut Ray.
"Itu dia, aku akan menghancurkannya." ucap Miku saat melihat major di depannya.
"Berhenti, Dante." suruh Ray yg berhenti di atap sebuah gedung dekat major tersebut.
Dante pun ikut berhenti sesuai perintah Ray. Sedangkan Miku berlari ke arah major tersebut.
"Dance: Rolling Girl!" teriak Miku yg kemudian melompat sambil berputar.
Miku kemudian menendang perut major tersebut sekuat tenaga, namun major itu tampak tak bergeming. Perut yg terkena tendangan itu hanya menekuk dan kemudian kembali seperti semula dan mementalkan Miku. Miku pun bersalto dan kembali berdiri di jalan aspal.
"Tidak mungkin, tidak mempan?!" ucap Miku tampak terkejut.
"Aniki!" ucap Dante menoleh ke arah Ray.
"Seperti dugaanku. Major itu di desain untuk menyerang dan menghancurkan dari luar. Berbeda dengan minor yg menghancurkan dari dalam dengan cara merasuki tubuh seseorang, karena daya serang dan bertahan minor yg tergolong lemah." jelas Ray.
Major itu pun hendak menyerang Miku dengan memukulnya dengan tangannya yg lebih panjang dari kakinya. Bentuk major tersebut memang sedikit berbeda dengan minor. Kakinya pendek tapi tubuhnya besar dan gemuk dan tangannya panjang. Miku yg menyadari akan di serang major itu kemudian melompat ke belakang.
"Kamu takkan bisa menghindarinya dengan bergerak ke belakang, karena daya jangkau nya yg panjang. Untuk menghindarinya, bergeraklah ke samping." ujar Ray mengomentari hal itu.
"Ti-tidak.." ucap Miku yg menyadari kalau dirinya masih bisa terkena serangan major tersebut.
Lalu dalam sekejap Gumi muncul dari belakang dan memeluk Miku. Gumi pun membawa Miku menghindar ke samping karena saat itu mereka ada di pertigaan jalan. Dan mereka pun terhindar dari serangan major tersebut.
"Besar sekali makhluk ini. Tipe major kah? Tingginya sama dengan gedung 5 lantai." komentar Gumi.
"Gu-Gumi-chan.." ucap Miku yg menoleh ke belakang dan melihat kalau itu Gumi.
"Hai Miku-chan." sahut Gumi.
"Kenapa Gumi-chan ada disini?" tanya Miku yg heran melihat Gumi.
"Kontrakanku ada di sekitar sini soalnya." jawab Gumi.
Gumi pun memakai goggle nya. Kemudian dia melompat berjungkir balik beberapa kali ke belakang untuk menambah jarak. Dan major itu pun akhirnya muncul di mulut pertigaan itu dan terus berjalan mendekat ke arah Miku.
"Aku penasaran kenapa Gumi-chan selalu mengenakan goggle nya sebelum bertarung?" ucap Miku dalam hati bertanya-tanya.
Miku pun mengambil pose start jongkok seperti lomba lari. Kemudian dia seperti menghilang, melesat dengan kecepatan tinggi ke arah major yg hampir menjangkau Miku.
"Dance: Happy Rabbit!" teriak Gumi yg kemudian melompat dengan kedua kakinya.
Lalu dia berbalik dan menendang major itu dengan kedua kakinya ke belakang. Saking kuatnya tendangan itu, sampai-sampai major itu pun terlempar. Major itu terlempar ke belakang cukup jauh dan jatuh berguling di pasir pantai ke laut.
"Kuat sekali, aku tak tahu dia sekuat itu." komentar Dante.
"Memang tidak. Dia hanya memanfaatkan momentum dari kecepatannya untuk menambah kekuatan tendangannya." sahut Ray.
"Rasanya kakiku lemas sekali setelah menendangnya. Major itu berat sekali." ujar Gumi dengan suara pelan.
"Gumi-chan hebat. Tendanganku saja tak mempan. Tapi tendanganmu mampu membuatnya terpental seperti itu." puji Miku yg menghampiri Gumi.
"Miku-chan aku butuh bantuanmu untuk menghadapi major itu di laut." pinta Gumi yg berdiri tegak lagi.
"Baiklah." terima Miku.
Kemudian mereka pun melompat-lompat diantara gedung-gedung dan akhirnya sampai dipantai. Major itu pun terlihat sudah bangkit lagi. Ray dan Dante mengikuti dari belakang dan tetap menjaga jarak.
"Miku-chan, apa kamu hanya bisa dancing Rolling Girl saja?" tanya Gumi.
"Ya, saat ini aku hanya bisa itu. Aku belum belajar lagi." jawab Miku.
"Kakiku sudah terlalu lemas untuk melakukan dancing Happy Rabbit. Saat ini aku hanya bisa menggunakan kecepatan biasa saja untuk menghadapinya bersama Miku." gerutu Gumi dalam hatinya karena kesal.

Di atap sebuah bangunan dekat pantai, Ray dan Dante melihat dengan sabar pertarungan Miku dan Gumi dengan major tersebut.
"Mau sampai kapan kita menunggu disini Aniki. Bukankah ini saatnya kita bergabung dalam pertarungan itu? Tidak seru kalau cuma menonton" gerutu Dante yg tak sabar menunggu.
"Kalau kamu ikut justru malah makin tidak seru karena kamu akan menang dengan mudahnya." balas Ray.
"Ah, lalu mesti gimana dong?" tanya Dante.
"Lihat dan perhatikan saja." jawab Ray.
Gumi berlari ke arah major itu dan di belakangnya ada Miku. Gumi dan Miku berpencar. Miku ke kiri dan Gumi ke kanan. Gumi mendekati major itu terlebih dahulu. Dia berjalan diatas air. Karena Gumi lebih dekat, major pun lebih waspada terhadap Gumi. Matanya yg besar melihat ke arah Gumi. Lalu tangan kanannya hendak menyerang Gumi yg semakin mendekat.
"Dance: Rolling Girl!" teriak Miku yg melesat dari arah kiri.
Miku lalu berputar ke kanan menendang ke pinggang major itu dengan kaki kanannya hingga major itu tidak jadi menyerang Gumi. Lalu Miku melompat diatas air dan berputar ke kanan lagi dan menendang pinggang major yg satunya lagi yg dekat Gumi dengan kaki kirinya. Kemudian Miku melompat lagi berputar ke kanan dan memukul kepala major itu dengan tangan kanannya. Disaat yg bersamaan Gumi melesat diatas air.
"Dance: Happy Rabbit." ucap Gumi.
Kemudian Gumi melompat sekuat tenaga ke arah depan dan melakukan tendangan ke depan ke kaki kanan lalu ke kaki kiri major tersebut. Akibatnya major itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke kanan, dari sudut pandang major mungkin itu ke kiri.
"Yeah.. nampaknya berhasil." ucap Miku dan Gumi yg kemudian melakukan tos.
Namun ternyata major itu masih bisa bangkit.
"Ti-tidak mungkin.." ucap Gumi terlihat terkejut.
"Sebenarnya terbuat dari apa major itu? Serangan tadi itu sama sekali tidak mempan?" ujar Miku yg juga terkejut melihat major itu berdiri tegak kembali.

To be continued..

Comments

Popular posts from this blog

World Archive - Prolog

World Archive - Chapter 1 【Barong and The Blacksmith】

World Archive - Chapter 2 【A Rising of The Hero of Liberation】