VocaWorld, chapter 34 - Apakah Memang Untuk Uang?
Dante hari itu terlihat sedang semangat. Dia masuk ke ruang klub visual kei sambil membawa gitarnya dan berjalan dengan senyuman diwajahnya.
"Senpai! Akhirnya aku mendapatkan uang untuk mendaftar festival itu." ujar sambil membuka pintu.
"Apa?" ucap ketua klub itu yg botak dengan badan tinggi besar itu sambil menoleh.
Tatapan ketua botak itu terlihat seram ditambah dengan cahaya di ruangan itu yg minim. Hanya ada cahaya ungu dari lampu yg berbentuk lingkaran dengan bintang di tengahnya.
"Whooaaa.. maaf ketua, aku baru dapat uangnya hari ini!" sahut Dante ketakutan.
Ketua botak pun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Dante. Dia berjalan sambil melihat ke arah Dante dengan wajah seram.
"Dante..." ucap ketua botak dengan suara besar.
"Y-ya.." sahut Dante wajahnya keringatan.
"Syukurlah.. ayo masuk kita hitung uang hasil ngumpulin kita." ujar ketua botak sambil nepuk punggung Dante dan tersenyum.
Dante melihat ketua botak, walau tersenyum tapi tetap saja menyeramkan. Dante akhirnya masuk dan mengeluarkan uangnya. Anggota yg lain dan ketua pun mengeluarkan uang mereka.
"Yeah! Ternyata udah terkumpul." ucap salah satu anggota klub itu yg megang gitar.
"Malah lebih." sahut anggota yg lain yg megang bass.
"Maybe kita bisa jajan something di festival nanti." sambung anggota yg satunya lagi yg megang keyboard.
"Hahaha.. aku tak menyangka Aniki melakukan semua hal itu untukku. Kukira dia sudah lupa janji kami." ujar Dante dalam hati.
Kemarin saat Dante melihat Ray dan Luka berduaan dari kejauhan.
"Aniki, apa maksudnya ini?" ucap Dante.
Wajah Luka terlihat memerah sementara Ray menatap Luka sambil tersenyum.
"Apa maksudnya ini? Apa benar Ray-kun memang menyukaiku? Dia begitu baik padaku karena menyukaiku. Aaaa.. apa yg kupikirkan." ujar Luka dalam hatinya.
"Bukankah aku bekerja sebagai bawahanmu saat ini, wakil ketua OSIS? Lagipula, jika aku tak melakukan apa-apa akan sangat memalukan bagiku untuk meminta gajiku dibayarkan lebih awal." kata Ray melihat ke arah lain karena malu.
"Eh.. eh.. ehhhh!!!???" ucap Luka dalam hatinya terkejut.
Ternyata Luka salah mengira, dan hal itu membuatnya terkejut dan malu.
"R-Ra-Ray-kun melakukan semua ini agar bisa meminya gaji dibayar lebih awal?!" tanya Luka terlihat masih terkejut.
"Maaf, tidak boleh ya?" ujar Ray.
"Ti-tidak, bukan begitu kok. Boleh saja, tapi kenapa tidak bilang dari awal? Kamu tak perlu membantuku seperti ini dulu." sahut Luka.
"Jadi boleh nih?" tanya Ray memastikan.
"Boleh. Tapi besok ya aku kasih uangnya, soalnya hari ini aku tak bawa uang sebanyak itu." jawab Luka sambil tersenyum.
"Aku tak menyangka Ray-kun baik padaku hanya untuk uang. Ternyata laki-laki memang sama saja." kata Luka dalam hati masih sambil tersenyum.
"Ya, tak apa kok. Terima kasih ya, Megurine-san." ucap Ray.
Dari kejauhan, Dante hanya bengong melihatnya.
"Sialan! Aku tertipu. Kukira Aniki betulan melakukan hal itu karena suka padanya, tapi ternyata hanya untuk bisa memberikan uang untuk pendaftaran festival untukku." kata Dante dalam hati.
Kembali ke masa sekarang, Dante dan anggota klub visual kei yg lain tampak sedang melakukan rapat. Mereka saling menatap dan duduk diatas karpet dengan lampu lingkaran dan bintang yh bercahaya ungu.
"Bagaimana permainan bass mu, Kiyoshi? Apa kamu sudah hafal?" ucap ketua botak dalam hatinya sambil menatap pemain bass nya.
"Tenang saja, aku sudah hafal." sahut Kiyoshi dalam hatinya sambil menyipitkan matanya menatap ketua botak.
"Bagus. Kalau kamu, Hydra?" kata ketua botak dalam hati yg lalu menatap ke arah pemain gitarnya.
"Mudah saja." sahut Hydra dengan santai dalam hatinya.
"Bagus. Bagaimana denganmu, Range?" ujar ketua botak yg lalu menatap ke arah pemain keyboard nya.
"Everything is fine!" sahut Range dalam hati sambil mengacungkan jempolnya.
"Apa maksudnya ini!!! Dari tadi kita cuma saling tatap aja, apa-apaan!!!" bentak Dante yg tak mengerti dan berdiri.
"Nampaknya kamu belum bisa menggunakan Mison, Dante." ucap ketua botak.
"Apaan tuh? Apaan tuh Mison?" tanya Dante yg benar-benar tidak mengerti.
"Kamu tak tahu Mison?!" ujar Kiyoshi terlihat kaget.
"Payah." tambah Hydra.
"Sudah kubilang apaan tuh Mison? Belum pernah dengar dimanapun!" ucap Dante nampak semakin stress menghadapi para anggota klub visual kei.
"Mison atau Mind Sound itu adalah cara kita para anggota visual kei berbicara dalam rapat. Supaya para malaikat tak ada yg bisa menguping apa yg kita bicarakan." jelas ketua botak.
Anggota yg lain mengangguk sambil tersenyum.
"Aku benar-benar tidak mengerti!!!" teriak Dante sambil memegang kepalanya.
Saat pulang sekolah, Dante berjalan bersama Ray.
"Aniki, apa kau tau apa itu Mison?" tanya Dante sambil melihat ke arah Ray.
"Apaan tuh, minuman elektrolit?" sahur Ray.
"Itu mah Miz*ne!!!" bentak Dante.
"Hah, kamu berani membentakku sekarang?" ucap Ray sambil menatap tajam ke arah Dante.
"Ti-tidak kok Aniki, maaf.." sahut Dante terlihat ketakutan.
"Tentu saja aku tahu, Dante. Maksudmu cara bicara saat rapat antara anggota klub visual kei dengan cara saling menatap itu kan?" ujar Ray.
"Ba-bagaimana Aniki bisa tahu?!" sahut Dante terkejut.
"Aku hanya mendengarnya dari gosip, katanya para anggota visual kei suka saling menatap dan mereka menamakan itu mison." jelas Ray.
"Aniki, kalau kau terus mendengarkan pembicaraan orang bisa kualat lho." ujar Dante.
"Tenang saja, aku takkan mendengarkan pembicaraan yg tak berguna." jawab Ray sambil tersenyum.
"Dasar Aniki ini, pengumpul informasi terhebat didunia." sambung Dante.
Dari kejauhan, Gumi mengikuti mereka. Dia sudah dalam keadaan berubah.
To be continued..
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.