VocaWorld, chapter 17 - Siapa?
Di sebuah SMA, ada seorang gadis berambut twintail bernama Miki. Namun dia selalu sial dan tak pernah bisa menyatakan cintanya. Miki jatuh cinta pada Kaido, kakak kelasnya. Namun karena Kaido adalah laki-laki populer di sekolahnya, Miki jadi kesulitan mengungkapkannya.
Namun saat ini adalah akhir pekan. Miki mulai memberanikan diri untuk berbicara pada Kaido dan mengajaknya kencan. Miki pergi ke kelas Kaido saat pulang sekolah. Saat itu Kaido tampak sedang membaca buku sendirian dan disinari cahaya matahari sore hari.
"A-ano.. Kaido-senpai.." panggil Miki.
Namun Kaido tampak diam saja. Dan tetap konsentrasi membaca bukunya.
"A-apa minggu ini Kaido-senpai punya waktu luang?" tanya Miki dengan sedikit gugup.
Tiba-tiba Kaido menutup bukunya. Dia melihat ke arah Miki.
"Whoaa.. sejak kapan kau disitu?!!" ucap Kaido tampak terkejut saat melihat ada Miki.
"Eh, sudah dari beberapa menit yg lalu." jawab Miki.
"Maaf, sebenarnya aku sedang mendengarkan musik." ujar Kaido sambil mencopot headset di telinga nya.
Miki pun langsung terlihat shock.
"Eh, ada apa?" tanya Kaido tampak heran.
Dan apakah yg akan terjadi di episode selanjutnya? Akankah Miki berhasil mengajaknya kencan? Saksikan terus 'Notice Me, Senpai'.
"Drama macam apa ini?!! Endingnya aneh banget. Kenapa Miku suka yg beginian?" ucap Gumi yg ternyata itu hanya adegan drama 'Notice Me, Senpai'.
"Aahh.. kenapa bersambung? Padahal lagi seru-serunya. Ayo Miki! Berjuanglah! Kamu pasti bisa!!!" ujar Miku kesal karena drama nya sudah selesai.
"Eh, aku tak yakin Miki bakalan berhasil. Dilihat di situasinya, nampaknya terlalu memalukan bagi Miki. Episode mendatang paling juga Miki jadi stalker." sahut Gumi.
"Tidak! Aku yakin Miki bakalan berhasil. Tak peduli situasi seperti apapun, pokoknya Miki harus bisa!" teriak Miku.
"Berisik!!! Bisakah kalian nonton TV dengan tenang, hah!!!" bentak Meiko dari dapur dengan gaya preman.
"Baik." sahut Miku dan Gumi.
"Oh ya Gumi-chan, bagaimana kalau hari ini kamu makan malam disini? Karena kebetulan hari ini bisa masak banyak karena diskon." tawar Meiko sambil memasak.
"Ma-makan malam disini? Apa tidak apa-apa? Aku tak ingin merepotkan kalian." ucap Gumi tampak ragu.
"Tak apa kok, tenang saja. Malah semakin ramai semakin seru. Iya kan, Meiko-san?" ujar Miku tersenyum pada Gumi.
"Iya. Anggap saja rumah sendiri." sahut Meiko.
"Baiklah.." terima Gumi tersenyum bahagia.
Setelah itu mereka pun makan bersama. Suasana makan bersama ini begitu hangat terasa.
"Ternyata makan bersama orang lain itu menyenangkan. Enaknya punya keluarga." ujar Gumi dalam hati sambil tersenyum.
"Mau tambah lagi nasinya, Gumi-chan?" tawar Meiko dengan ramah.
Gumi pun memberikan mangkok nya.
"Meiko-san, mana bawang daun nya?" tanya Miku.
"Jangan kebanyakan makan bawang, entar bau lho." jawab Meiko sambil menyodorkan mangkok yg sudah terisi nasi ke Gumi.
"Meiko-nee, nambah lagi!", "Meiko-neechan, nambah lagi!" ucap Len dan Rin bersamaan menyodorkan mangkok kosongnya.
Kemudian Meiko pun mengisi lagi mangkok nasinya Rin dan Len. Mereka pun makan lagi, namun lebih terlihat seperti lomba makan karena mereka berdua seperti adu cepat.
"Ah, kenyangnya." ucap Rin dan Len saat selesai makan.
Meiko terlihat sedang membereskan piring dan peralatan makan lainnya.
"Aku bantu ya.." ucap Gumi sambil membantu Meiko membereskan alat makan.
"Terima kasih, Gumi-chan." sahut Meiko.
Kemudian mereka pun membawa peralatan makan itu ke dapur untuk di cuci. Gumi akhirnya membantu Meiko mencuci piring juga.
"Me-Meiko-san, terima kasih untuk makan malamnya." ujar Gumi.
Meiko melirik kecil ke arah Gumi saat mendengarnya.
"Ternyata punya keluarga itu menyenangkan ya. Selama ini, aku terus hidup sendiri." sambung Gumi tampak sedikit sedih.
"Emang Gumi-chan sekarang tinggal dimana?" tanya Meiko.
"Aku tinggal di sebuah kontrakan kecil. Aku tinggal sendirian saja disana." jawab Gumi.
"Kalau kamu tidak sedang sibuk, kamu boleh kok mampir kesini kapan saja." ucap Meiko.
"Be-benarkah?" sahut Gumi tak percaya.
"Ya, kami dengan senang hati akan selalu menerimamu disini." jawab Meiko sambil tersenyum pada Gumi.
Senyuman hanya Meiko membuat Gumi tenang.
"Terima kasih, Meiko-san." ucap Gumi.
"Tidak, harusnya akulah yg berterima kasih pada Gumi-chan. Karena sudah mau berteman dengan Miku." balas Meiko.
Sementara itu di kediaman Gakupo.
"Kaito-dono, anda tidak samurai banget. Bagaimana bisa anda membiarkan seorang samurai mandi pake air dingin." gerutu Kamui yg terlihat sedikit menggigil.
"Salah sendiri, di suruh mandi aja kok susah banget. Ya airnya keburu dingin deh." balas Kaito.
"Tapi, sebagai seorang samurai. Saya harus tetap bertahan walau harus melintasi samudera yg sedingin apapun. Hatchu!!" ujar Gakupo yg kemudian bersin.
"Jangan mimpi, cuma air dingin satu bak aja udah begitu, apalagi selautan." kata Kaito.
Kaito pun mulai mencuci peralatan masak yg ia bawa ke dapur.
Malam harinya, Gumi terlihat sedang berjalan sendirian. Dia hendak pulang ke rumahnya.
"Miku-chan dan keluarganya ternyata baik banget. Mereka bahkan mengijinkanku mandi di tempat mereka." ujar Gumi sambil senyum-senyum sendiri.
Gumi saat itu sedang menyeberangi jembatan. Dan ia melihat 2 orang memakai jaket berwarna hitam dan putih sedang berjalan dari arah berlawanan. Wajah mereka tidak terlihat karena gelap tertutup tudung jaket mereka. Tidak berapa lama mereka pun saling berpapasan dan melewati satu sama lain.
"Hei Aniki, apa yg harus kita lakukan padanya?" tanya yg berjaket putih yg tidak lain adalah Dante.
"Nampaknya dia sendirian. Kamu bisa membereskannya dengan cepat, Dante." jawab yg berjaket hitam yg ternyata itu Ray.
"Oke, Aniki!" ucap Dante sambil berbalik.
Dante sekejap berubah, kemudian dia mengeluarkan instrument.
"Devilish Slash!!!" teriak Dante dan terjadilah ledakan api hitam di atas jembatan.
Sementara itu di kediaman Megurine, atau lebih bisa disebut mansion. Luka tampak sedang bersantai di sofa sambil menulis di sebuah buku.
"Luka-sama, ini waktunya anda makan." ujar seorang maid.
"Maaf saat ini aku sedang sibuk." jawab Luka.
"Tapi ini sudah jam 8 malam, Luka-sama." sahut Maid itu.
"Aku sedang tak nafsu makan. Aku sedang menulis lagu." jawab Luka lagi.
"Baiklah Luka-sama, tapi nanti anda harus makan ya. Saya tak mau kalau anda sampai sakit." ucap Maid itu sambil meninggalkan ruangan tersebut.
"Ledakan yg terjadi beberapa hari ini, sepertinya bukan hanya sekedar ledakan biasa. Sepertinya ke tiga nya berhubungan. Tapi apa maksudnya? Dan siapa penyebabnya?" ujar Luka sambil berpikir.
Terlihat di bukunya, Luka membuat diagram hubungan ketiga kejadian ledakan di beberapa hari yg lalu.
To be continued..
Comments
Post a Comment
Gunakanlah bahasa yang baik dan benar juga dengan kata-kata yang sopan dan bertanggung jawab.